Pages

Labels

Jumat, 23 Mei 2014

"Ini yang terakhir"

oleh: Abu Muhammad

Saat tenggelam dalam kemaksiatan, kita pasti merasakan ketidaktenangan. Apalagi jika kita memang tahu bahwa perbuatan tersebut adalah kemaksiatan. Bahkan ia mungkin merupakan dosa besar di sisi Allah. Berulang-ulang, hal itu terus dilakukan. Sampai pada titik bahwa kita benar-benar menyesal melakukannya. Lalu kita bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan yang sama. Kita pun berkata, "ini yang terakhir".

Waktu terus berlalu, dan godaan itu pun kembali datang. Lalu, kita pun terjatuh lagi. Memang, setan begitu gigih dan lihai dalam menggoda manusia, mereka tahu betul apa kelemahan kita. Hal yang sama terjadi lagi, kita pun menyesal lalu kembali berkata dalam hati, "ini yang terakhir". 


Benarkah? Ternyata, tidak segampang itu meninggalkan kemaksiatan yang sudah menjadi kebiasaan. Mungkin "ini yang terakhir" akan terus diucapkan -setelah bermaksiat- hingga tanpa disadari umur kita terus merayap dan kebiasaan itu menjadi rutinitas.

Sudah, kini saatnya kita menghentikan kebiasaan buruk kita. Kita khawatir, jika terus menerus melakukan kebiasaan maksiat itu, suatu saat tidak ada lagi rasa penyesalan, bahkan bisa jadi akan menjauhkan kita dari Allah sejauh-jauhnya. Jangan sampai kita termasuk orang yang menunda-nunda taubat, hingga kematian datang dan kita belum bertauba. Iyadzan billah.

Allahummakhtimnaa bihusnil khootimah.

(@Lahabaru, Sabtu, 11 Rajab 1435/10 Mei 2014)
‪#‎refleksi‬ kehidupan

0 komentar:

Posting Komentar