Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adab. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Maret 2017

Doa Nabi pada Dzikir Pagi

Oleh : Azwir B. Chaniago

Diantara kebiasaan baik dari Rasulullah dan perlu kita ikuti adalah membaca dzikir pagi yang berupa pujian kepada Allah dan juga doa.   Salah satu doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah sebagai rangkaian dari dzikir pagi beliau yaitu dzikir setelah shalat shubuh adalah : “Allahhumma innias’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqanthaiyiban wa ‘amalan mutaqabbalan” Yang Allah, aku bermohon kepada Engkauilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. (H.R Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah, dari Ummu Salamah). 

Urutan doa ini sangatlah indah karena dimulai dengan minta ilmu yang bermanfaat karena tanpa ilmu kita tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Kemudian setelah mendapat ilmu yang bermanfaat baru meminta rizki yang baik dan untuk mengetahui dan mendapatkan rizki yang baik yaitu setelah berilmu. Selanjutnya meminta amal yang diterima. Sungguh amal bisa diterima yaitu dengan ilmu dan makan dari rizki yang baik.             

Selain itu, dari hadits yang mulia ini sangatlah banyak kita bisa mengambil pelajaran, diantaranya adalah  :

Pertama : Rasulullah mengajarkan supaya memohon ilmu yang bermanfaat.

Tentang ilmu yang bermanfaat, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid dalam Kitab Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu yang disyarah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin memberikan beberapa indikasi, diantaranya :

(1) Ilmu yang diamalkan. Setelah mempelajari ilmu dan membenarkan yang dipelajari berdasarkan nash yang shahih maka wajiblah mengamalkannya. Jika tidak diamalkan maka bukanlah namanya ilmu yang bermanfaat. Sungguh buah ilmu adalah amal yang shalih.

(2) Tidak suka dipuji dan tidak sombong.Memang ada sebagian orang yang berilmu, apalagi kalau ilmunya pas-pasan, sering bertanya tentang pandangan orang terhadap ilmu yang dimilikinya. Apa sudah hebat atau belum. Jika orang menjawab dengan pujian maka timbul sikap ujub dan sombong. Ini membahayakan bagi diri dan ilmunya.

(3) Semakin tawadhu’ setiap kali ilmunya bertambah.  Ini juga merupakan salah satu tanda ilmu bermanfaat. Tawadhu’ adalah kelaziman orang-orang shalih danorang orang  memiliki ilmu yang mumpuni. Dia tidak serta-merta menunjukkan bahwa dialah orang yang paling ‘alim meskipun dia tidak akanmenyembunyikan ilmunya pada saat dibutuhkan orang lain.

(4) Tidak mencintai kedudukan, popularitas dan keduniaan. Janganlah dengan ilmu yang dimiliki membuat seseorang sangat berambisi untuk jadi pemimpin. Jangan pula ilmu dijadikan sarana untuk mendapatkan popularitas dan untuk mengejar keuntungan dunia yang hanya sementara.

(5) Buruk sangka kepada diri dan tidak mencela. Jiwa seseorang bisa menipunya atau memerintahkan berbuat buruk. Orang yang ilmunya bermanfaat akan berprasangka buruk kepada dirinya karena selalu merasa ilmunya masih sangat sedikit, belum seberapa dibanding orang lain. Masih sangat banyak yang belum dia ketahui. Jika kesadaran ini ada maka terhindarlah dia dari meremehkanapalagi mencela orang lain yang mungkin kurang ilmunya.

Kedua : Rasulullah mengajarkan supaya memohon   rizki yang baik.

Untuk mendapatkan rizki yang baik maka wajib bagi seorang hamba  melakukan pekerjaan ataupun melakukan usaha usaha yang halal sebagaimana dituntunkan syariat. Tidak mengambil rizki yang syubhat apalagi yang haram. Sungguh Allah telah memperingatkan agar seseorang makan dari yang halal. 

Allah Ta’ala  berfirman : “Yaa aiyuhal ladziina aamanuu kuluu min thaiyibaati maa razaqnaakum, wasykuruu lillahi in kuntum iyyaahu ta’buduun”. Wahai orang-orang yang beriman ! Makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (Q.S. al Baqarah  172)

Jadi, seorang hamba tidak boleh bekerja dalam bidang-bidang yang dianggap oleh Islam sebagai kemaksiatan dan akan menimbulkan kerusakan. Diantara bentuk pekerjaan yang diharamkan oleh Islam adalah membuat patung, membuat dan mengedarkan khamr, berjudi atau bekerja dalam pekerjaan yang mengandung unsur judi, riba, suap-menyuap, sihir, perdukunan, mencuri, merampok, menipu dan yang lainnya.

Ketiga : Rasulullah mengajarkan supaya bermohon agar  amalan diterima.

Ketahuilah bahwa amalan yang diterima adalah amalan yang baik sedangkan amal yang tidak baik akan tertolak bahkan bisa mendatangkan mudharat.  

Allah berfirman : “Alladzi khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum aiyukum ahsanu ‘amala, wa huwal ‘aziizul ghafuur”  (Dialah) Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa yang paling baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Mahapengampun.  (Q.S al Mulk 2).  

     

Al Imam Fudhail bin Iyadh menjelaskan bahwa :  Ahsanu amala, paling baik amalnya  dalam ayat ini maksudnyaadalah paling ikhlas dan paling sesuaidengan syariat. Kemudian ada yang bertanya : Apakah maksud yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan syariat ? Lalu beliau menjawab : Sesungguhnya amalan apabila ikhlas tetapi tidak sesuai dengan syariat maka tidak diterima. Demikian pula apabila sesuai dengan syariat tetapi tidak ikhlas maka amalan itu tidak diterima, hingga amalan tersebut ikhlas dan sesuai dengan syariat. (Hilyah al Auliya’).

Doa ini adalah sangat baik untuk kita lazimkan dalam dzikir pagi sebagaimana diajarkan Rasulullah dan diamalkan oleh beliau serta para sahabat. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.

Wallahu A’lam (685)

Selasa, 08 November 2016

Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur

✍��Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas*

Bismillah...
Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu.

Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit.

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah.

1). Hilangnya keikhlasan.
2). Lemahnya ilmu syar’i.
3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11). Lemahnya pendidikan.

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya.

Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Di antara obat penyakit futur adalah.

1). Memperbaharui keimanan.

Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir.

Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.

2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
3). Ikhlas dan takwa.
4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
7). Mencari teman yang baik (shalih).
8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9). Sabar dan belajar untuk sabar.
10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah.

Demikianlah nasehat ustadz yazid bin abdul qodir jawas..bagi penuntut ilmu..agar ttp semangat & terhindar dr penyakit futur...jgn lembek selepas Ramadhan dlm menuntut ilmu yg syar'i yaa..

Semoga kita tetap semangat & senantiasa istiqomah d jalanNya yg lurus,yg di Ridhoi..bukan jalanNya org2 yg dimurkaiNya & SESAT..

والله أعلمُ بالـصـواب..smg manfaat...

[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa]
__________
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.
                                                
                                       ___������___

Kamis, 13 Oktober 2016

Dilema Bergaul dengan Tukang Ghibah

Pada pembahasan tentang 'Uzlah (mengasingkan diri untuk fokus beribadah), Imam ibnu Qudamah al Maqdisi menyebutkan dalam Mukhtasar Minhajul Qoshidin buruknya bergaul dengan Tukang Ghibah.

1. Jika Anda ikut berghibah bersamanya, maka Anda telah berdosa

2. Jika Anda tidak ikut berghibah namun tidak mengingkarinya, Anda telah memaksiati Allah. Kemungkaran didepan Anda namun tidak Anda ingkari?!

3. Jika Anda mengingkarinya maka mereka berbalik akan marah kepadamu, memusuhimu dan kamupun akan jadi bahan ghibahan mereka.

Jadi, hindarilah bergaul dengan si Kanibal Modern (Tukang ghibah)

Wallahu a'lam

#Lahabaru, Jumat,12 Muharram 1438/14102016 @ 8.25wita
#Risaluddin Syam

Senin, 10 Oktober 2016

Tidur Setelah Sholat Subuh Tidak Dianjurkan

Oleh : Azwir B. Chaniago

Ada sebagian dari saudara saudara kita sesama muslim, menggunakan waktu setelah shalat shubuh untuk tidur kembali apalagi pada hari hari libur ataupun bulan Ramadhan. 

Ketahuilah bahwa tidaklah merupakan kebiasaan para sahabat untuk tidur setelah shalat shubuh.  Kebanyakan sahabat dahulu berusaha menggunakan waktunya setelah shalat shubuh untuk sesuatu yang sangat bermanfaat terutama untuk  berdzikir kepada Allah. Dimulai dengan dzikir setelah shalat fardhu. Kemudian melanjutkan dengan dzikir pagi. Selanjutnya diteruskan dengan  dzikir dzkir dalam makna yang luas, seperti berdoa, membaca al Qur-an dan yang lainnya sampai matahari terbit. Jika matahari telah setombak, maka mereka melakukan shalat shalat sunat isyra’ atau shalat sunat syuru’.  

Rasulullah bersabda :  “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah lalu berdzikir kepada Allah Ta’ala hingga terbit matahari, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah. Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda :Pahalanya sempurna, sempurna, sempurna.” (H.R at Tirmidzi dari Anas bin Malik, dihasankan oleh Syaikh al Albani).

 

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dalam Kitab Madarijus Salikin, berkata : Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat shubuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghanimah (waktu meraih kebaikan yang banyak).

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, dari Urwah bin Zubair, beliau mengatakan : Dahulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi..Urwah mengatakan :Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya.

Ketahuilah bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  mendoakan umatnya di waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan.: Beliau berdoa : “Allahhumma baarik ummatii fii buukurihaa”. Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya. (H.R Abu Dawud,  Ibnu Majah dan at Tirmidzi) 

Kesimpulannya adalah bahwa  seorang hamba  sangat dianjurkan  menggunakan waktu paginya untuk kegiatan kegiatan yang bermanfaat. Namun demikian jika memang  ada kebutuhan untuk tidur karena untuk suatu hal yang mungkin semalaman tidak tidur misalnya, maka tentu tidaklah dilarang untuk tidur setelah shalat shubuh. Tapi sebaiknya tidak dijadikan sebagai kebiasaan. 

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid dalam Fatawanya berkata : Namun jika ada seorang yang memilih untuk tidur setelah shalat shubuh agar bisa bekerja dengan lebih semangat maka hukumnya adalah tidak mengapa, terutama jika tidak memungkinkan bagi orang tersebut untuk tidur siang dan hanya mungkin tidur di waktu pagi. (Fatawa al Islam Sual wa Jawab)

Oleh sebab itu mari kita gunakan waktu setelah shalat shubuh ini untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Wallahu A’lam. (539)

Minggu, 25 September 2016

Muslim Imitasi

Orang Islam tuh harusnya pinter, loyal kepada Islam dan ummatnya, sejelek apapun saudaranya muslim, toh di mata Anda sebagai orang Islam, ia lebih mulia dan lebih baik dibanding kafir sepandai dan sebaik apapun dia.

Seenak apapun daging babi, tetap saja haram, sebagai  orang Islam anda pasti lebih memilih makan nasi walau hanya berlaukkan peluh sendiri.

Semakmur apapun menjadi orang kafir, sebagi orang Islam Anda pasti lebih memilih untuk menetapi Islam anda walau harus hidup sebagai gembel di dunia.

Setampan atau secantik apapun orang kafir, maka lisan orang islam tidaklah mungkin memujinya apalagi mencintainya, dan sejelek apapun orang Islam maka Anda pasti mencintainya setengah mati.

Sebagai orang Islam, Anda pantang menjadi begundal orang kafir yang hobinya menjilat, mengabdi dan membela orang kafir. Anda yakin bahwa Anda lebih mulia untuk menjadi begundal sesama orang Islam, walaupun resikonya wajah Anda menjadi menjadi keset baginya (orang Islam).

Karena itu sobat, bila Anda rajin bersosmed misalnya, coba deh Anda baca ulang status status Anda, mungkinkah Anda lebih sering memuji orang kafir, baik wajahnya, negerinya, budayanya, tokohnya dan sebaliknya mungkinkah anda juga sering mennjelek-jelekkan saudara anda sendiri, wajahnya, atau negerinya, atau budayanya atau tokohnya. Jangan sampai tanpa Anda sadari Anda telah menjadi begundal orang kafir.

Jangan sampai ketika orang kafir dikritik Anda langsung kebakaran kumis, dan terpanggil untuk membela dengan dalih obyektivitas, namun ketika orang Islam dipojokkan Anda bisu, kehilangan obyektifitas, atau malah ikut tergugah untuk semakin menyudutkannya.

Bila demikian adanya, sepatutnya Anda mengoreksi kembali Islam Anda, jangan jangan bukan asli namun Imitasi.

Sobat! Ingat kembali firman Allah :

  لا تجد قوما يؤمنون بالله واليوم الآخر يوادون من حاد الله ورسوله ولو كانوا آباءهم أو أبناءهم أو إخوانهم أو عشيرتهم

"Engkau tiada mungkin mendapatkan orang yang benar benar beriman kepada Allah dan hari akhir berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun dia adalah ayahnya, atau anaknya, atau saudaranya atau keluarganya sendiri." (Al Mujadilah 22)

http://cerkiis.blogspot.co.id/2016/09/muslim-imitasi.html

[Cerkiis.blogspot.com, sumber: Ustadz Muhammad Arifin Badri]

Rabu, 14 September 2016

~Doa Ketika Hujan Sangat Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti

Beberapa daerah dilanda hujan deras dalam waktu yang panjang.  Jangan mengeluh apalagi mencela hujan.

~Doa Ketika Hujan Sangat Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَر

ِAllaahumma hawaalainaa wa laa 'alainaa, allaahumma 'alal aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil audiyati wa manaabitisy-syajari.

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan menimpa kami. Ya Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

HR. al-Bukhari 933 dan Muslim no. 897.

Keterangan:
Doa ini dibaca ketika hujan turun sangat lebat dan menakutkan, atau hujan yang curahnya terlalu besar, sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan banjir.

Sumber:
Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/189203027846430

Selasa, 13 September 2016

Doa Bila Diberi Makan Oleh Orang Lain

Musim lebaran seperti ini biasanya banyak jamuan makan. Jangan lupa ya, sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam, mendoakan orang yang memberi makan:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُم

ْAllaahumma baarik lahum fiimaa rozaqtahum, waghfir lahum warhamhum.

Ya Allah, berkahilah apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.

HR. Muslim 2042

Senin, 12 September 2016

Ucapan Selamat 'Iedul Adha dariku untukmu

Kepada saudara-saudaraku, saya, Abu Muhammad Risaluddin Syam, pengasuh blog sederhana ini menyampaikan:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُم

ْTaqabbalallaahu minnaa wa minkum.

Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.

Selamat 'Iedul Adha  1437H.

Semoga Allah menerima kurban kita tahun ini dan memudahkan kita untuk berkurban lagi dengan yang lebih baik pada tahun mendatang. Amin

#Lahabaru, 11 Dzulhijjah 1437H/13-9-2016

Rabu, 07 September 2016

Doa Ketika Sempit Rizki

Doa Ketika Sempit Rizki

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لاَ يَمْلِكُهَا إِلاَّ أَنْت

َAllaahumma innii as-aluka min fadhlika wa rohmatik, fa-innahu laa yamlikuhaa illaa anta.Ya Allah, aku memohon kepada-Mu akan sebagian karunia-Mu dan rahmat-Mu, karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau.

HR. Abu Nu'aim dalam al Hilyah dan Thabrani dalam al Mu'jam al Kabir. Al Haitsami mengatakan, "Diriwayatkan oleh Thabrani dan para perawinya adalah perawi kitab shahih selain Muhammad bin Ziyad al Burjumi dan dia adalah perawi yang tsiqoh." Al Albani dalam Silsilah Shahihah no 1543 mengatakan, "Sanadnya menurutku shahih." Dalam Shahih al Jami' no 1278 al albani juga mengatakan "shahih.

Dari Murrah dari Abdullah bin Mas'ud, "Nabi mendapatkan tamu. Beliau lantas mengutus seseorang untuk menemui para isteri beliau, barangkali ada yang punya makanan, namun ternyata tidak ada satu pun isteri beliau yang punya makanan yang bisa disuguhkan kepada tamu Nabi. Nabi lantas berdoa: (doa di atas). Tak lama setelah itu beliau mendapatkan daging kambing panggang. Nabi lantas berkomentar, 'Ini adalah sebagian dari karunia-Nya. Kami sedang menunggu rahmat-Nya.'"

Hadits di atas diberi judul bab oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf sebagai berikut: "Manakala seorang itu kelaparan atau mengalami kesempitan rizki bacaan doa seperti apa yang mesti dia ucapkan".

Sumber: http://pengusahamuslim.com/doa-sempit-rizki-1674

Senin, 05 September 2016

Wasiat Berharga untuk Guru

_wasiat untuk kita_

1. Hendaknya tidak mengambil cuti sakit ketika engkau tidak sakit sehingga tidak menggabungkan dua maksiat : kebohongan dan makan harta haram. Sesungguhnya pemotongan gaji dilandasi taqwa dan takut kepada Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

2. Terimalah murid-muridmu dengan segala kesalahan mereka karena mereka bukan malaikat, bukan pula syaitan. Tidak ada alasan untuk lari dari meluruskan kesalahan-kesalahan itu karena Anda adalah murabbi (pendidik) dan ini yang diharapkan dari Anda.

3. Tunjukkan rasa hormat Anda kepada murid yang ada di hadapan Anda dengan cara menerangkan keutamaan mereka sebagai penuntut ilmu. Hal ini akan mendekatkan jarak Anda dalam menuju hati mereka.

4. Ingatlah bahwa banyak di antara orang-orang besar menjadi besar lantaran satu kata dari seorang guru yang melejitkan mereka dan memantik cita mereka hingga menggapai puncak. Jadilah Anda pencetak orang-orang besar itu.

5. Perbagus cara interaksi Anda dengan para murid. Tinggalkan kesan yg baik pada diri mereka. Berapa banyak guru yang mendapat doa dari murid setelah bertahun-tahun terlewati, atau setelah berada di liang kubur.

6. Semua mata pelajaran dapat dikaitkan dengan ajaran-ajaran Islam. Tinggal bagaimana Anda mencari media yang tepat.

7. Setiap menit keterlambatan Anda dalam memulai pelajaran atau keluar sebelum waktu selesai, setiap menit yang berlalu dalam kopi dan cemilan (sebab keterlambatan-pent.) adalah hak murid, ia akan mengambilnya pada hari penghitungan amal.

8. Berapa banyak guru yang menjadi sebab lurusnya arah berpikir kaum muda sehingga ia mendapatkan doa-doa tulus dan kebaikan yang mengalir. Ya Allah, tambahkan dan berkahi setiap guru yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa berbuat baik.

9. Di depan Anda ada generasi. Bangkitkan jiwa mereka, ajarkan cinta kepada ilmu, dan bangunkan semangat. Barangkali satu kata dari Anda dapat membakar spirit dalam hatinya dan menjadi kebaikan untuk ummat.

10. Rasa takut murid Anda terhadap Anda bukanlah pertanda keberhasilan dan keterampilan Anda dalam menegakkan kedisiplinan. Itu hanya pertanda bahwa Anda gagal dalam memerankan pendidikan. Pendidikan itu membawa ketegasan dan kasih sayang bukan dengan menakut-nakuti.

11. Syekh Utsaimin rahimahulloh membedakan antara pulpen inventaris kantor dan pulpen pribadi karena takut makan barang haram. Lantas bagaimana dengan orang yang menghalalkan sesuatu yang lebih berharga daripada tinta? Yaitu waktu!

12. Ingatlah bahwa anda mempunyai anak yang diajar oleh guru-guru seperti Anda. Maka berbuat baiklah kepada anak orang niscaya Allah akan menyiapkan bagi anak Anda guru-guru yang akan berbuat baik kepada mereka. "Balasan sesuai dengan amal perbuatan."

13. Ikhlaskan niat utk Allah. Karena sesungguhnya Anda sedang melakukan tugas para Nabi. Dan jika anda mengharap pahala dalam pekerjaan Anda, maka setiap jam pada siang hari Anda dalam timbangan kebaikan Anda.

----
_Semoga jadi nasehat untukmu para pejuang Pendidikan..._

(Utk teman2 Guru, sekedar mengingatkan... Share dari seorang teman)

Minggu, 04 September 2016

Husnuzhon Billah (Berbaik sangka pada Allah)

Langkah awal untuk bertobat dari dosa-dosa kita yakni Husnu Dzhon Billah (Berbaik sangka kepada Allah).

Berbaik sangka pada Allah, bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Bahwa Allah Maha Pengampun dan Penerima Tobat.

Orang yang putus asa dari rahmat Allah pada dasarnya mereka Su'u zhon (berburuk sangka pada Allah). Mereka mengira Allah tidak lagi membukakan bagi mereka pintu rahmat dan pintu tobat.

Berbaik sangkalah pada Allah karena Allah sesuai persangkaan hamba-Nya.

اني على ظن عبدي
(Sesungguhnya Aku sesuai persangkaan hambaKu)
Hadits Qudsi

Mari, kita semua berbaik sangka pada Allah azza wajalla.

#lahabaru, Malam 3 Dzulhijjah 1437 @ 20.37wita
#faidah dari ceramah Syaikh, terus saya tambah sedikit

Bacaan Dzikir Anti Galau

Anda galau?
Pinangan anda ditolak?
Atau anda menunggu hari pernikahan?
atau anda kehabisan uang?
Atau anda akan menghadapi ujian?
sehingga hati Anda waswas, cemas, resah, gelisah, bercampur aduk?
Jangan khawatir, ini Dzikir Anti Galau..

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّي

ْAllaahumma innii 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, 'adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au 'allamtahu ahadan min kholqika, awista'tsarta bihi fii 'ilmil ghoibi 'indaka, an taj'alal qur-aana robii'a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.

Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam), dan anak hamba perempuanMu (Hawa), ubun-ubunku berada di tanganMu, hukumMu berlaku terhadap diriku, dan ketetapanMu adil pada diriku. Aku memohon kepadaMu dengan segala Nama yang menjadi milikMu, yang Engkau namai diriMu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisiMu, maka aku mohon dengan itu agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, pelipur kesedihanku, dan penghilang bagi kesusahanku.

HR. Ahmad 1/391.
Dinilai Shahih oleh Syaikh Al-albani

Sumber: Hisnul Muslim.

#Lahabaru, Malam 3 Dzuilhijjah 1437 @ 19.47
#abumuhammad

Senin, 29 Agustus 2016

MEMBANTU PEKERJAAN RUMAH ISTERI… SUNNAH NABI YANG PERLU DIHIDUPKAN KEMBALI…

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-:

“Diantara tawadhu’nya Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-; bila beliau di rumah, beliau membantu isterinya, memeras susu kambing, memperbaiki sandal, beliau membantu mereka di rumah mereka.

Hal ini berdasarkan penuturan Aisyah -rodhiallohu ‘anha- ketika ditanya apa yang dilakukan Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- saat di rumah?: “Beliau dahulu dalam pekerjaan isterinya”, yakni membantu isterinya.

Misalnya, jika seseorang di rumahnya, maka termasuk sunnah, bila dia membuat teh untuk dirinya sendiri, memasak sendiri bila dia bisa, mencuci apa yang butuh dicuci, ini semua termasuk sunnah Nabi.

Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu akan mendapatkan pahala menjalankan sunnah.

Karena (kamu melakukan hal itu untuk tujuan) mengikuti Rosul -shollallohu ‘alaihi wasallam- dan bertawadhu’ (merendah) kepada Allah -azza wajall-.

Hal ini juga akan menumbuhkan rasa cinta antara kamu dan isterimu. Jika isterimu merasa kamu banyak membantunya, tentu dia akan mencintaimu dan dirimu akan semakin berharga di matanya. Dan ini merupakan masalahat yang besar.”

[Syarah Riyadhus Shalihin2/264].

Oleh Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny,  حفظه الله تعالى

---
♻ WAGroup Madinatulquran : http://goo.gl/79lAcJ
♻ Channel Telegram : https://goo.gl/Vxh9EL
www.madinatulquran.or.id
######
DONASI PESANTREN MADINATULQURAN
Rekening Bank Syariah Mandiri (BSM)
Donasi  Pesantren
A.n : Yys Pesantren Wisata Al Islam
No Rek. 701 4101 882
Donasi Yatim & Dhuafa
A.n : YPWA (Yatim - Dhuafa)
No Rek :  710 3000 402
Donasi Masjid, Wakaf Tanah Masjid
A.n : YPWA (Masjid-Tanah Wakaf)
No. Rek : 710 3000 607
Konfirmasi SMS/WA : 0852-0023-6000

Jumat, 26 Agustus 2016

Jangan Pikirkan yang Sudah Dikeluarkan

Dalam Perbincangan panjang semalam, sebuah faidah berharga lagi-lagi saya dapatkan dari Ayahanda tercinta hafizhahullah.

Pembicaraan seputar kurban.
Sebenarnya banyak orang yang mampu untuk berkurban, namun merasa sayang dengan hartanya. Dia berpikir hartanya akan berkurang jika dia keluarkan untuk berkurban.
Misalnya dia punya uang 10juta. Lalu dia keluarkan 1 juta buat kurban. Kan masih sisa 9 juta.
Namun ia habiskan waktunya untuk memikirkan yang 1 juta itu. Ada rasa bahwa hartanya sudah berkurang. Padahal seharusnya ia memikirkan 9 juta yang masih ada bersamanya, untuk apalagi 9 juta itu ia manfaatkan. Yang sudah kita keluarkan di jalan Allah itulah sebenarnya milik kita yang hakiki. Adapun yang ada di tangan kita yang belum kita manfaatkan belum tentu menjadi milik kita. Jika kita mati, maka harta tersebut akan berpindah ke tangan ahli waris.

~lss, sabtu, 25 Dzulqo'dah 1437/27-8-2016@11.55
~d pojok sepi

Selasa, 23 Agustus 2016

Saat Mencuci Piring Terasa Begitu Indah

Apa yang kau pikirkan tentang cuci piring? Apa itu pekerjaan khusus perempuan? Ataukah cuci piring menunjukkan kelemahan? Terserahlah.

Dalam suatu kondisi, cuci piringmu bisa menjadi ladang pahala besar, bahkan melebihi pahala dari amalan-amalan yang kau anggap besar.

Yah, kau cuci piring di rumah orang tuamu. Kau ringankan beban ibumu. Kau munculkan senyummu di bibirnya melihatmu menjadi anak berbakti. Kau bahagiakan hatinya..
Tidakkah kau tahu bahwa itu adalah bentuk baktimu pada orang tuamu?
Tidakkah kau tahu bahwa dalam banyak Ayat Al-quran Allah menyandingkan hak-Nya dengan hak kedua orang tua?
Birrul walidain, termasuk amalan yang utama.

Dalam hadits shohih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang amalan yang paling utama. Beliaupun menjawab "berbakti pada orang tua".

Sobat, jika orang tuamu masih hidup, itu adalah peluangmu mendapatkan surga dengan mudah. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Celaka seorang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup namun ia tidak masuk surga"

Berbaktilah pada orang tuamu. Dengan segala cara, yang membuat orang tuamu senang dan ridho padamu.

رضى الله في رض الوالدين
(Ridho Allah ada pada Ridho orang tua)

Jangan kau gores hati mereka, dengan ucapanmu, atau dengan kelakuanmu. Jangan sampai kau celaka.

Baktimu pada orangtuamu adalah sebab keberkahan dalam hidupmu. Juga sebab terkabulnya doa-doamu. Ingatkah kau akan Uwais al Qorny, si pemilik doa mustajab? Karena apa? Karena baktinya pada ibunya.

Jika dengan cuci piring, dengan menyapu, mengepel, atau apapun itu selama tidak melanggar batasan Allah- orang tuamu bisa bahagia, janganlah segan untuk melakukannya.  Jangan malu untuk menjadi PRT di rumah orang tuamu.

Jangan jadikan alasan apapun sehingga kau tinggalkan berbakti pada orang tuamu.

Ibnu Abbas berkata, "Saya tidak melihat amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah selain berbakti pada orang tua".

Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk meraih kebaktian yang sempurna pada orang tua kita.

#lahabaru,rabu,22/11/1436H-24/8/2016 @7.50 wita
#H+13

Minggu, 21 Agustus 2016

Ayah (Copas)

1⃣▶Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola.

2⃣▶AYAH itu gelar untuk lelaki yang mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar `membuat` anak.

3⃣▶Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi.

4⃣▶AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesinATM. Didatangi saat anak butuh saja.

5⃣▶Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yang tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah.

6⃣▶Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH?

7⃣▶Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari Umar bin Khattab.

8⃣▶AYAH durhaka bukan yang bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yang menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya.

9⃣▶AYAH ingin dido’akan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdo’a untuk anaknya.

1⃣0⃣▶AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.

1⃣1⃣▶Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country.

1⃣2⃣▶Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama?

1⃣3⃣▶Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi.

1⃣4⃣▶Banyak anak yang sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya.

1⃣5⃣▶Semangat qur’an mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya`qub, Imran. Mereka adalah contoh AYAH yang peduli.

1⃣6⃣▶Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata, “Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanyaadalah AYAH”

1⃣7⃣▶Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAH-nya bukan ibu. Nasab yang merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah memintapertanggungjawaban kelak

Sabtu, 20 Agustus 2016

Saat Musibah Melanda, Kembalilah pada Allah

Tatkala Anda terkena musibah,
Laptop anda dicuri,
Rumah anda terbakar,
anda kecelakaan,
Orang yang Anda cintai meninggal,
Lamaran anda ditolak,...

Jangan bersedih.
Yakinilah bahwa itu takdir dari Allah. Tidak akan terjadi kecuali setelah Allah izinkan. Allah yang memilihkan takdir itu buatmu. Allah yang Mahatahu. Pilihan Allah adalah yang terbaik. Meskipun dalam pandangan zhohir kita lihat itu sebuah kesedihan. Yakinilah itu takdir dari Allah dan ucapkanlah doa..

إنا لله و إنا إليه راجعون..
اللهم ائجرني في مصيبتي و اخلف لي خيرا منها..
~innaalillaahi wa inna ilaihi raji'un, allahumma' jurnii fi mushibatiy wakhluf liy khoiron minha~
"Kita adalah milik Allah dan kita akan kembali pada Allah. Yaa Allah, berikanlah aku pahala atas musibah yang menimpaku ini dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya"

Bacalah, dan niscaya hatimu akan tenang. Karena Allah Mahakaya, Mahamampu, Mahatahu..

Bacalah doa itu dan tunggulah ganti dari Allah. Dan ingat, ganti itu tak mesti di dunia, mungkin saja disimpankan untukmu dalam bentuk pahala yang sangat besar di akhirat kelak.

Dan semoga musibah ini jadi bahan muhasabah bagimu dan bagiku juga.

#lss, 18 Dulqo'dah 1437/21-8-2016 @ 14.39wita
#risaluddinsyam

Rabu, 13 Juli 2016

Jangan Kaku, Berikan Senyum

Suatu sore di Bandung..

Saat masuk masjid, Ana dan rekan Ana meletakkan sepatu di tempat yang tidak seharusnya. Karena merasa bisa mengganggu kerapian masjid, kuambil sepatu-sepatu itu lalu kubawa ke tempat penitipan sepatu. Tak ada petugasnya ternyata..

Tiba-tiba dari kejauhan ada yang bersuara agak keras ke arahku, "Selep serpis A'..."  kupalingkan pandangan, ternyata itu Bapak yang tadi adzan. Dengan peci nasionalnya ia menyunggingkan senyum lebar sambil mengulangi perkataannya yang tadi, "Selep serpis.."

Kubalas senyumnya sambil mencoba memahami.  O.. ternyata yang ia maksud, "Self service" yang artinya "melayani diri sendiri".  Akhirnya sepatu pun kuletakkan di rak penyimpanan dan kuambil nomor penyimpanan.

###
Terkesan ku dengan bapak itu. Memang kesan itu (biasanya) pada yang pertama. Memang begitulah seharusnya seorang muslim, tidak kaku. senyumlah kepada saudaramu.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda

لا تحقرن من المعروف شبئا ولو أن تاقى أخاك بوجه تلق
Janganlah kalian meremehkan kebaikan sekecil apapun itu, walau sekedar menemui saudaramu dengan wajah berseri

Sungguh, islam ini adalah agama akhlak. Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam, teladan kita, dipuji oleh Allah karena akhlaknya.
Dalam surah Nun Allah subhanahu wata'ala berfirman:

و إنك لعلى خلق عظيم
(Dan sungguh engkau Muhammad benar-benar memiliki akhlak yang Agung)

Mari kita teladani Nabi kita. Semoga kita bisa menjadi muslim yang berakhlak.

(Bandung, 8 Syawwal 1437 @ 17.11- Di Masjid Dekat Bandara.. Urusan tentunda lanjut besok insya Allah)

Minggu, 29 Mei 2016

Yang Paling Mahal

Manfaatkan waktu kita untuk ilmu dan ketaatan pada Allah عز و جل

Terlalu banyak informasi yang seharusnya tidak perlu kita tahu. Yang hanya akan menyibukkan pikiran kita dari hal-hal yang lebih penting.

Baca berita ini dan berita itu. Status si fulan dan si allan. Dapat kiriman ini dan itu. Jika semuanya kita baca, maka banyak dari info-info itu yang tidak mendatangkan faidah. Hanya sekadar info tidak penting.

Dan satu hal yang pasti, waktu kita akan berkurang. Padahal waktu adalah hal paling mahal yang kita miliki. Tapi, seperti kata Syaikh Utsaimin rahimahullah, kebanyakan manusia sekarang menjadikan waktu sebagai sesuatu yang paling murah dalam pandangan. Padahal waktu itu adalah hal termahal dalam hidup.

Jadi, membatasi diri dalam berinternet, dalam bersosial media, merupakan hal yang selamat dalam pandangan kami.

Tidak untuk ditinggalkan, karena di dalamnya mungkin ada manfaat. Tapi batasilah. Jangan sampai waktu habis hanya untuk menggerakkan jari membaca info yang hanya menyibukkan pikiran dan tidak menambah ketaatan pada Allah عز و جل. Ingat, kita diciptakan dengan suatu tujuan besar: Menjadi Hamba Allah.

وَ ما خلقت الجن والانس الا لبعبدون
(Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu) Qs. Ad dzariyat ayat 56

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 23 Sya'ban 1437/30-5-2016 @ 10.27

Perbaiki Niatmu Wahai Guru

Seharusnya para mua'llim (guru)  meniatkan untuk menyampaikan ilmu, bukanya untuk meninggikan dirinya di hadapan muridnya, atau sekadar menampakkan bahwa dirinya berilmu atau niat semacam itu..

(Syaikh al Utsaimin dalam Syarh Hilyah Thalibil Ilmi hal.71)

جنجول-٢٢ شعبان ١٤٣٧