Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Faidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2023

Tebak-Tebakan Fiqh: Siapa Keturunan Bapak dan Ibu kita tapi Dia Bukan Saudara Kita?

 

Masih lanjutan faidah dari Daurah Ilmu Waris..

Pada saat menjelaskan sebab-sebab warisan, di poin 'Nasab (keturunan)', Syaikh Rasyid al Kulaib memberikan teka-teki..

"Siapakah orang yang merupakan keturunan dari Bapak dan Ibu saya, tapi bukan Saudara saya?"

Beberapa hadirin mencoba menjawab:
ada yang menjawab, "Saudara sesusuan", Syaikh langsung membantah bahwa orang ini adalah keturunan langsung bapak dan ibu kita. Saudara sesusuan bukan jawabannya.

bahkan ada yang menjawab, "Dulu bapak atau ibu pernah berzina, maka dia bukan saudara kita". Syaikhpun berulang-ulang beristiadzah.. "Naudzu billahi min dzalik".. Jawabannya pun masih salah..

Setelah itu kebanyakan hadirin bingung dan menunggu apa jawabnya. Akhirnya syaikh menunjuk salah satu hadirin yang sejak awal angkat tangan tapi belum dipersilakan, mungkin syaikh tahu kalau orang ini sudah pernah mendengar pertanyaan ini sebelumnya..

Orang ini menjawab, "Jawabannya adalah SAYA"

Dan Syaikh pun membenarkan jawabanya. Orang yang merupakan keturunan dari bapak dan ibu kita namun bukan saudara kita adalah "SAYA"..

Abu Ukkasyah, Sakan KSU, 25 Syawwal 1444H/15 Mei 2023 pukul 14.14 WAS

  

Selasa, 20 Desember 2022

Faidah tentang Kertas

Faidah hari ini dari Dr. Ghamidy di pelajaran Istima'

Bangsa pertama yang menggunakan kertas untuk tulis menulis adalah China. Sebelum ditemukan kertas, orang-orang menulis di lembaran-lembaran besar dari kulit atau semacamnya.

Beliau menceritakan, orang-orang dahulu jika ingin memiliki kitab karya ulama, seperti misalnya Kitab karangan Ibnu Taimiyah 2 jilid atau 4 jilid. Mereka menemui warraq/naasikh (juru tulis) dan membayar biaya jasa lalu menyuruh mereka menyalin naskah karangan Ibnu Taimiyah dalam lembaran-lembaran besar (sebelum adanya kertas). Sekitar 1 atau 2 bulan barulah naskah itu selesai ditulis dan disimpan dalam 1 peti besar dan diangkut menggunakan keledai atau kuda ke rumah si pemesan kitab tersebut. Adapun saat ini, dalam 1 flash disk, kita sudah bisa mengumpulkan banyak kitab.

Dahulu, ilmu itu sulit tapi banyak ulama terlahir. Saat ini, ilmu begitu mudah didapatkan namun ulama kurang. Ini ciri dekatny kiamat.

Faidah lanjutan dari beliau juga:
Bangsa pertama yang menggunakan kertas sebagai alat tukar juga China. Sebelumnya orang-orang menggunakan emas atau perak sebagai alat tukar.

#sakan, 10.23 was, 27 Jumadil Ula 1444H
#pulang cepat, dosen muwassah tidak masuk

Selasa, 13 Desember 2022

3 Jenis Ulama Menurut Syaikh Al Utsaimin rahimahullah

Dalam satu satu potongan ceramahnya, Syaikh Al Utsaimin rahimahullah menyebutkan tiga jenis ulama

1. Alim Daulah (Ulama 'Pemerintah')
Yaitu ulama yang fatwa-fatwanya selalu menyesuaikan dengan keinginan pemerintah. Apa yang dihalalkan oleh pemimpin maka ia fatwakan kehalalannya, apa yang pemimpin haramkan maka ia juga haramkan

2. Alim Ummah (Ulama 'Ummat')
Yaitu ulama yang selalu mengikuti keinginan orang banyak, walaupun hal itu tidak sesuai dengan apa yang ia yakini. Ulama jenis ini sama dengan yang pertama.

3. Alim Millah (Ulama 'Agama')
Ini ulama yang fatwanya tidak mengikuti kemauan pemimpin atau keinginan orang banyak. Ia berfatwa sesuai dengan apa yang ada dalam Alquran dan sunnah, ia tidak peduli apakah orang akan marah dengan fatwa itu atau tidak. Inilah jenis ulama yang sebenar benarnya ulama. Inilah alim rabbani. Maka hendaknya setiap ulama berusaha menjadi jenis ini yaitu Alim Millah.

Catatan: Ulama (العلماء) dalam bahasa arab artinya orang-orang berilmu, merupakan bentuk jamak/plural dari alim (العالم) yang berarti satu orang berilmu. Namun di Indonesia, penyebutan untuk orang berilmu adalah ulama, walaupun cuma satu orang.


#di kamar sakan, 20 jum ula 1444 21.40 was

Senin, 12 Desember 2022

3 Perkara Tanda Cinta

قال عمر بن الخطاب رضي الله عنه : ثلاث يصفين لك ود أخيك، أن تسلم عليه إذا لقيته و توسع له في المجلس، و تدعو له بأحب أسمائه إليه

Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu berkata: "3 hal yang menggambarkan cintamu kepada saudaramu: 1) Kau ucapkan salam jika bertemu dengannya, 2) Kau lapangkan untuknya ketika bermajelis, 3) Kau panggil ia dengan nama yang paling ia sukai"

Lathaiful Ma'arif hal 364, dikutip dari Ihya' Ulumiddin 3/17

#
Di Bis menuju kajian Syaikh Al Khatslan, Malam Selasa 19/5/1444 pukul 18.31 WAS

Wujudkan Mimpi dengan Terus Berdoa

Setiap kita pasti punya impian, bahkan banyak impian. Untuk menggapai impian itu kita harus melakukan usaha. Usaha kita adalah dengan berdoa dan melakukan apa yang menjadi sebab sehingga impian kita itu bisa terwujud. 

Manfaatkan waktu dan kesempatan. Terus berdoa kepada Allah. Rutinkan doa dan lanjutkan usaha. Jika sudah tulus dalam berdoa pasti Allah kabulkan. Allah ingin melihat sejauha mana usaha kita. Dan ingat, jika di penghujung nanti apa yang kita impikan tidak terwujud, setelah kita berusaha dan berdoa.. jangan berprasangka buruk kepada Allah. Bahkan bergembiralah, Allah memilihkan yang lebih baik untuk kita.

Allah tidak mungkin menyia-nyiakan doa doa yang telah dipanjatkan dengan tulus dan penuh harap. Jangan mengira Allah tidak memperhatikan kita. Bahkan Allah begitu memperhatikan kita secara detail.  Tidak ada yang lebih sayang kepada kita daripada Allah.

Allah pasti menjawab doa doa kita selama syarat syaratnya terpenuhi dan penghalang-penghalang terkabulnya doa telah kita jauhi.

Anda yang telah tumpah air mata penuh harapnya dalam berdoa, jangan Anda berprasangka buruk kepada Allah.. jika apa yang Anda minta belum Allah berikan. Allah pasti akan memberikannya, dan tidak mesti sesuai dengan yang Anda minta. Bisa jadi Allah berikan dalam bentuk lain. Dialah Allah yang Maha tahu apa yang terbaik buat kita.

Jangan putus asa dalam berharap kepada Allah. Dia Maha kaya, tidak sulit bagiNya memberikan permintaan kita, tapi sekali lagi, Dia yang Maha tahu apa yang paling maslahat buta kita. Jangan sampai Anda berhenti berdoa.. paling tidak, jika Anda belum melihat tanda-tanda permintaan Anda akan dikabulkan, tetap bersabar dan berharap, pahala Anda terus dicatatkan..

Semoga Allah mengabulkan setiap doa-doa kita..

Maqha KSU 15.44 WAS, 18/5/1444

Sabtu, 29 Oktober 2022

Jangan Ujub


Jika Allah membukakan bagimu pintu Qiyamullail, janganlah kau pandang hina orang yang tidur..

Jika Allah membukakan bagimu pintu puasa, janganlah kau pandang hina orang yang tidak puasa..

Jika Allah membukakan bagimu pintu jihad, janganlah kau pandang hina orang yang duduk(tidak ikut berjihad)..

Boleh jadi orang yang tidur, yang tidak puasa, yang tidak berjihad itu lebih dekat kepada Allah daripada kamu.

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya kamu melewati malam dengan tidur lalu kamu bangun di pagi hari dalam keadaan menyesal..., itu lebih baik dari pada kamu melewati malam dengan qiyamullail lalu di pagi hari kamu merasa ujub(bangga diri). Sesungguhnya orang yang 'ujub amalnya tidak akan diangkat"

Madarijus Salikin (1/177)

Terjemahan Bebas. Malam Senin, 5 Rabi'uts Tsani 1444/29 Okt 2022 pukul 23.45 WAS.. Di kamar 411 sakan 32

Rabu, 26 Oktober 2022

Titik Kelemahan Saat Merasa Kuat

Saya renungkan..

Setiap kali saya merasa mampu terhadap suatu hal, entah itu ujian, atau apapun.. di saat itulah saya dapati bahwa saya lemah, saya salah sangka dan tidak mampu melewatinya sebaik yang saya sangka sebelumnya..

Dan setiap kali saya merasa kalah, lemah, jatuh lalu saya menyerahkan semua kepada Allah.. justru di saat seperti itulah pertolongan Allah datang, dan saya merasa mudah melewatinya..

(1 Rabi' Ats Tsani 10.48 WAS di ruang kelas. Usai ujian Qowaid. Jam 11 lanjut pelajaran qowaid bersama Syaikh Syayi')

Sabtu, 18 November 2017

Siapakah yang Terhalang dari Kebaikan?

Copas dari Grup KAJIAN ILMIYAH

*Siapakah orang yang benar² terhalang dari kebaikan ?*

=====

Dialah orang yg terhalang dari ketaatan kepada Allah.

Tahu kalau waktu shalat dhuha itu hingga 6 jam, tapi tidak bisa shalat meski hanya 2 rekaat, padahal hanya 5 menit untuk melakukannya.

Tahu kalau waktu shalat witir itu mulai ba'da isya' hingga subuh, bisa sampai 9 jam, tapi tidak bisa shalat witir meski hanya satu rekaat, padahal hanya 3 menit untuk melakukannya.

Tahu kalau waktu sehari semalam itu 24 jam, tapi tidak bisa membaca Qur'an, walaupun hanya 1 juz, padahal hanya membutuhkan waktu ½ jam.. bahkan meski hanya satu halaman, padahal hanya membutuhkan waktu 2 menit.

Tahu kalau lidah itu tidak bertulang dan tidak mudah lelah, tapi dia tidak gunakan berzikir kepada Allah.

Tapi, kalau untuk komen tentang orang lain, atau ustadz, atau bahkan tiang listrik, semangatnya luar biasa.. memang apa manfaatnya untuk dirinya?!

Begitulah.. kehidupan dunia ini akan terus berjalan, dan manusia akan terus lalai, kecuali mereka Allah rahmati.

Ayolah, sadarkan diri.. ingatlah waktu yg berlalu takkan pernah kembali lagi.. kita hanya punya kesempatan pada waktu yg tersisa saja dari umur kita.

Dunia ini akan kita tinggalkan.. yg terpenting adalah nasib kita di akhirat.. mari persiapkan sebaik-baiknya dg amal, semoga Allah merahmati kita semua, amin.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat.

Sumber :   Ustadz Musyaffa Addariny, Hafidzhahullah

Kami Bertahan Meski Sendiri

Hal terasulit untuk kulupakan adalah masa-masa dimana aku berguru kitab pada syaikh Kamal. Satu demi satu kitab kami selesaikan.  Dan yang paling berkesan adalah beliau tetap tak berkurang semangatnya meski cuma aku sendiri yang tetap bertahan.

Hari ini dapat satu kiriman d grup wa KAJIAN ILMIYAH,  sangat mengena di hatiku,  langsung saya copas aja...

***
Satu kejadiann di grup wa tempat ana ikut gabung “ngaji kitab minhaj”
Karena jadwal ustadz yg padat, di grup terkadang ustadz hanya memberi kajian seminggu sekali, sehingga satu persatau anggota grup pun pada keluar, lalu tiba2 salah satu anggota grup yg masih bertahan ada yg chat kaya gini :

Kami bertahan ustadz...
Jangan bosan memberikan kami faedah ilmunya ustadz, walau yang lain pada keluar.

Barakallahu fiikum..
Semoga Allah membalasnya.

Saya ingat sebuah kisah dari Syaikh Abdurrazzaq hafizhahullah :

Kisah seorang Murid.

“Aku mulai bersama syaikh Abdurrahman As-Sa’di pada beberapa waktu untuk membaca kitab Qawa’id Ibn Rajab. Dan akulah yang menjadi qari’ untuk syaikh Abdurrahman As-Sa’di. Dan bersamaku ada beberapa murid untuk di hari pertama dan kedua. Dan pada hari ketiga, jumlah para murid mulai sedikit dan berkurang sampai tidak ada satupun murid yang tersisa selain diriku”.

فقلت للشيخ السعدي: أرى أن الطلاب انصرفوا عن الدرس فلعلنا نتوقف عنه. صعب علي أن أقرأ عليك لوحدي وتشرح لي وآخذ كثيرا من وقتك بدون طلاب.

“Maka aku berkata kepada syaikh As-Sa’di: ‘Aku lihat para murid sudah mulai berhenti dari pelajaran. Mungkin kita berhentikan saja pelajarannya. Terasa sulit bagiku untuk menjadi qar’i bagimu dengan sendirian dan engkau menjelaskannya untukku dan aku mengambil banyak waktumu tanpa adanya murid-murid yang lain”.

Maka syaikh As-Sa’di langsung berkata:

لا, ما دام عندي ولو طالب واحد فالدرس لا ينقطع. استمر فاقرأ

“Tidak. Selama aku masih memiliki satu murid, maka pelajaran tidak akan pernah terputus. Lanjutkanlah dan baca.”

Maka sang murid pun berkata:

فاستمريت في القراءة على الشيخ. كل يوم آتيه وأقرأ عليه قواعد ابن رجب والشيخ يشرح لي حتى انتهيت من قواعد ابن رجب كاملا. وأنا لوحدي آتي وأقرأ على الشيخ وهو يشرح لي إلى أن انتهينا من الكتاب. وهو فترة طويلة.

“Maka aku melanjutkan membaca untuk syaikh. Setiap hari aku mendatanginya dan aku membaca untuk syaikh kemudian syaikh yang menjelaskannya untukku sampai aku menghabiskan kitab Qawa’id Ibn Rajab secara tuntas. Dan aku sendirian yang datang dan yang membaca untuk syaikh dan beliau yang menjelaskannya untukku sampai selesai. Dan itu adalah waktu yang lama”.

فلما انتهينا دعا لي الشيخ كثيرا. وأخرج لي تفاحة فأعطانيها. قال: خذ هذه هدية لك لأنك بقيت معي إلى أن انتهينا من الكتاب.

“Dan setelah kami menyelesaikan seluruh kitab, maka syaikh sering mendoakan untukku."

Tahukah anda siapakah sang murid tersebut ?

Ia adalah Al-'Allamah Al-Faqih Ibnu al-Utsaimin rahimahullah. . . 
Dari beliau maka muncullah ribuan penuntut ilmu. Yang tentu saja pahalanya akan mengalir kepada Syaikh As-Sadi rahimahullah, in syaa Allah..
Seandainya dahulu Syaikh As-Sadi rahimahullah berhenti mengajarkan ilmu karena murid yang datang sedikit maka tentu akan lain hasilnya.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم..
اَلْحَمْدُلِله رَبِّالْعَالَمِىْن

Kamis, 24 November 2016

Rahasia Besar Ayah yang Tidak Diketahui Seorang Anak

Oleh:
Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Lc.

Mungkin ibuku lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibuku lah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!”

Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis di depan ibu.

Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh!”

Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, karena beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku ?

Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang aku melanggar kepercayaannya.Ayah lah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”Dimana, dan sedang apa aku diluar sana ?”

Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayah lah yang berkata: “Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.”

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, ‘kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.’

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayah lah yang mengabari sanak saudara, ”Anakku sekarang sukses. Alhamdulillah”

Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya.

Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihat ku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia.

Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Allah Rabbi, tugasku telah selesai dengan baik dengan pertolongan-Mu. Kami mohon kepada-Mu, bahagiakan lah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.”

Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah :
* Anakku..Memang ayah tidak mengandungmu,tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat di namamu..

* Memang ayah tak melahirkanmu…Memang ayah tak menyusuimu,..tapi dari keringatnya lah setiap tetesan yang menjadi air susumu…

* Nak….Ayah memang tak menjagai-mu setiap saat,…tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…

* Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

* Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda,…karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu…

* Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

* Bunda hanya ingin kau tahu Nak..bahwa…Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..

* Anakku…Ketahui lah bahwa pada diri ayahmu lah juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Rabu, 16 November 2016

هل تعرف من هم ؟

هل تعرف من هم ؟

خيرُ الناس

من صور الخيرية في السنة النبوية الثابتة عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم:

١-  "خيركم من تعلم القرآن وعلمه".
 
٢-  "خياركم أحاسنكم أخلاقا".

٣-  "خيركم أحسنكم قضاء" عند رد القرض .
رواه البخاري

٤- "خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره".

٥-  "خيركم خيركم لأهله".

٦-  "خياركم في الجاهلية خياركم في الإسلام إذا فقهوا".

٧-  "خيركم من أطعم الطعام، وردَّ السلام".

٨- "خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة". 
أي: يفسح لمن يدخل في الصف.

٩- " خياركم الذين إذا رُؤوا ذُكِرَ اللهُ ".

١٠- "خير الناس من طال عمره وحسن عمله".

١١-  "خير الناس أنفعهم للناس".

١٢-  "خير الناس في الفتن رجل أخذ بعنان فرسه خلف أعداء الله ، يخيفهم ويخيفونه ، أو رجل معتزل في بادية يؤدي حق الله الذي عليه".

١٣-  "خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه ، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره ".

١٤- "خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم، واللِّسان الصَّادق.
قيل: ما القلب المَخْمُوم؟
قال: هو التَّقي النَّقي، الذي لا إثم فيه ولا بَغْي ولا حسد،
قيل: فمٓن على أَثَرِه؟
قال: الذي يَشْنَأُ الدُّنيا، ويحبُّ الآخرة.
قيل: فمن على أَثَرِه؟ قال: مؤمنٌ في خُلِقٍ حسن

⭕هل انت من ضمن أحد هؤلاء أو كلهم  ؟

جعلنا الله واياكم منهم ..

Senin, 31 Oktober 2016

DELAPAN BELAS KAIDAH DALAM MENGHADAPI FITNAH

بسم الله الرحمن الرحيم.

Oleh Syaikh PROF. Dr. Sulaiman ar-Ruhaili حفظه الله

١) لا تتبع العاطفة وقيدها بالشرع
1) Jangan mengikuti perasaan akan tetapi ikatlah perasaanmu dengan Syariat

٢) إياك والعجلة والزم الأناة
2) Jangan tergesa, akan tetapi harus hati2 dan pelan

٣) إياك والجهل واحرص على العلم الشرعي
3) Tinggalkan kebodohan dan semangatlah dalam belajar Ilmu syar'i

٤) عند الاختلاف : إياك والصغار والزم الكبار
4) Ketika terjadi perselisihan, hati-hati dari sikap anak muda, bersamalah orang tua (yang berilmu)

٥) إياك والأمور الحادثة والزم السنة
5) Jauhilah perkara baru dalam agama, dan konsistenlah dengan Sunnah (ajaran Rasulullah)

٦) إياك أن تقترب من الفتنة وابتعد عنها
6) Jangan mendekati fitnah, tapi menjauhlah darinya

٧) منع الفتنة أسهل من رفعها
7) Mencegah fitnah sebelum terjadi lebih mudah dari pada menghilangkannya (artinya cegahlah fitnah sebelum terjadinya)

٨) احذر الهوى عندما تأخذ بالفتوى وخذ بما أضاءه الدليل
8) Jauhilah hawa nafsu dalam mengambil fatwa, peganglah yang sesuai dengan dalil

٩) إن كنت عاميا : فلا تأخذ بالتشهي وقلد الأعلم
9) "lJika anda orang awam jangan mengambil fatwa sesuai selera, ikutilah orang yang paling berilmu

١٠) إياك والتقلب واثبت على الدين بنور القرآن والسنة
10) Jauhilah siap berubah-berubah, tetaplah di atas agama berdasarkan cahaya Al-Quran dan as-Sunnah

١١) لا تنازع النصوص بما تريد واجعل ما تريد على وفق النصوص
11) Jangan melawan nash (dalil) dengan seleramu, akan tetapi jadikan seleramu sesuai (mengikutinya nash/dalil)

١٢) احذر الفرقة والزم الجماعة
12) Jauhilah perpecahan dan jalinlah persatuan

١٣) إياك والظلم والشر والعذاب والزم العدل والخير والرحمة
13) Jauhilah tindak kedzaliman, kejelekan dan adzab. Peganglah sikap adil, kebaikan dan kasih sayang

١٤) لا تتطلب الفتن واستعذ بالله من شرها
14) Jangan mencari fitnah, akan tetapi Mintalah perlindungan kepada Allah dari kejahatannya

١٥) لا تغتر بزخرفة الفتن وانظر إلى حقيقتها ببصيرة المؤمن
15) Jangan tertipu dengan fitnah (walaupun tampak indah), tapi lihat lah hakikatnya dengan pandangan keimanan

١٦) احذر الغلو والزم الاعتدال
16) Jangan ghuluw (ekstrim / berlebih-lebihan), namun peganglah jalan pertengahan atau adil

١٧) احذر العقوق وأد الحقوق
17) Jauhilah dari siap menelantarkan, tunaikanlah Hak-hak (dalam Islam)

١٨) احذر قصر النظر واعرف الحق بأصله وأثره
18) Janganlah berpandangan pendek, kenalilah kebenaran pada dzatnya dan pikirkanlah dampaknya.

✏ Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى

Kamis, 27 Oktober 2016

الفرق بين ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ

ﮬﻞ ﺗﻌﺮﻑ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ
( ﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ) ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ؟

ﺳﻮﺭﺓ "ﺍﻟﻔﻠﻖ" ﺇﺳﺘﻌﺎﺫﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ :
ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺇﺫﺍ ﺃﻇﻠﻢ ، ﺍﻟﻘﻤﺮ ﺇﺫﺍ ﻏﺎﺏ ،
ﻭﻫﺬﺍﻥ ﺍﻟﻮﻗﺘﺎﻥ ﻣﻈﻨﺔ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﻭﺍﻟﺴﺎﺣﺮﺍﺕ ﺍﻟﻼ‌ﺗﻲ ﻳﻨﻔﺨﻦ ﻓﻲ ﻋﻘﺪ ﺍﻟﺴﺤﺮ ﻭﺍﻟﺤﺴﺪ .

ﺳﻮﺭﺓ "ﺍﻟﻨﺎﺱ" ، ﺇﺳﺘﻌﺎﺫﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ :
ﻣﻦ ﺍﻟﻮﺳﻮﺍﺱ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻘﺮﻳﻦ ، ﻭﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻷ‌ﻣﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ ﺇﺫﺍ ﻏﻔﻞ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ .

ﻭﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ ﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ ؛
ﻓﺎﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ ﻣﻤﻜﻦ ﺗﺒﺘﻌﺪ ﻋﻨﻬﺎ ، ﻭﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ ﻣﻼ‌ﺯﻣﺔ ﻻ‌ ﺗﻨﻔﻚ ﻋﻨﻚ ﺃﺑﺪﺍً .

ﻟﺬﻟﻚ ﻧﺴﺘﻌﻴﺬ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺛﻼ‌ﺙ ﻣﺮﺍﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ،
ﻓﺄﻧﺖ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻠﻖ
( ﻗﻞ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺮﺏ ﺍﻟﻔﻠﻖ )
ﺛﻢ ﺗﺬﻛﺮ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﺫ ﻣﻨﻪ ،
ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺗﻘﻮﻝ
( ﻗﻞ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺮﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻠﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ) ﺛﻢ ﺗﺬﻛﺮ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﺫ ﻣﻨﻪ .

ﻓﻤﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻳُﻮﻗﻰ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ ﻭﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ .
ﻭﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺗﺒﻴﻦ ﻟﻪ ﺳﺒﺐ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﻀﺎﺋﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺸﺪﺕ ﻟﻠﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ .

( ﻣﻌﻠﻮﻣﺔ ﻣﻦ ﺫﻫﺐ )
ﻻﺗﺒﺨﻞ

Minggu, 16 Oktober 2016

Hal-hal yang Menyebabkan Kesesatan

4 hal yang menyebabkan kesesatan:
1. Ikut-ikutan tanpa ilmu
2. Beralasan mengikuti "Nenek moyang"
3. Ikut kebanyakan orang
4. Hawa Nafsu

Keempat hal ini ditemukan dalam ayat yang banyak dalam Al-quran

#faidah dari nonton rodja ust. Yazid
#lahabaru, 14 Muharram 1438/16102016

Jumat, 14 Oktober 2016

Inilah 13 Kata “JANGAN MENUNGGU ...” yang Perlu Kita Hindari

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah maka kamu akan bahagia.*
                                    
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekah lah, maka kamu akan  semakin kaya.*
                            
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergerak lah, maka kamu akan termotivasi.*
                                 
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi peduli lah dengan orang lain, maka kamu akan dipedulikan.*
                               
5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahami lah orang itu, maka orang itu akan memahami mu.*
                          
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulis lah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisan mu.*
            
7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerja lah, maka proyek akan menunggu mu.*

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajar lah mencintai, maka kamu akan dicintai.*
                                      
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hidup lah dengan tenang, maka percayalah ..... bukan sekadar uang yg datang tapi juga rezeki yg lain nya.*
                                    
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergerak lah, maka kamu akan menjadi contoh yg diikuti.*

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukur lah, maka Anda akan bertambah sukses.*

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukan lah, maka kamu pasti bisa.*
            
13. Jangan menunggu waktu luang untuk beribadah, tapi luangkan lah waktu untuk beribadah.*

�� _... jangan menunggu lama2 untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yg Anda kenal, mudah2an kita semua tersadarkan..

Rabu, 04 Mei 2016

DAKWAH

<Ustadz Syafiq Riza Basalamah>

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
 
Akhi / ukhti, salâmullôh ‘alaikum…

Berdakwah menyampaikan agama الله adalah suatu kewajiban yang agung dan mulia…
Bahkan para pendakwah adalah kekasih pilihan الله…
Kita diperintahkan untuk menyampaikan agama الله pada setiap manusia…
Kepada mereka yang di pasar, di mall, di masjid, di lapangan, di jalanan…
Seorang pendakwah seyogyanya mendatangi orang-orang yang menjadi sasaran dakwah…
Sebagaimana Nabi صلى الله عليه و سلم mendatangi majelis-majelis orang kâfir pada waktu Beliau berdakwah…

Ada yang berucap: “‘ilmu itu didatangi, bukan datang kepadamu”…

Na’am, bagi seorang penuntut ‘ilmu seyogyanya ia yang mendatangin para ustadz dan ‘ulamâ untuk menimba ‘ilmu dari mereka…

Sebaliknya, sebagai seorang pendakwah, seharusnya ia mendatangi orang-orang yang menjadi sasaran dakwah…

Para pendakwah seharusnya mendatangi orang-orang yang berada di pedalaman, di pegunungan, sebagaimana mendatangi mereka di kota-kota… di perkantoran… di rumah-rumah… di mana ada ruang untuk menyampaikan agama الله… ia tidak boleh menyia-nyiakannya…!

Karena medan dakwah terlalu besar dan tantangan begitu dahsyatnya dengan jumlah penduduk yang tembus 230 juta…

Maka para pendakwah harus berbagi tugas…

Sebagian bergerak di dunia pendidikan…
Formal dan non-formal…

Ada yang tingkat dasar dan ada yg tingkat atas…

Ada yang GRATIS…
Ada yang murah…
Ada yang sedang…
Ada yang MAHAL BANGET dan tidak wajar untuk sebuah Pesantren Islâm…

Pada hakekatnya, PERBEDAAN itu bukan masalah…

Karena yang didakwahi memang berbeda…

Ada yang maunya formal, maka kita pun bikin yang formal…
Ada yang mau bagus dengan fasilitas tinggi, kita pun membuatnya…

Semuanya sedang berdakwah dengan segment yang beda…

Ada yang berdakwah lewat kajian-kajian…
Ada yang mau bikin kajian di perusahaannya untuk karyawannya, kita pun datang kepada mereka…
Ada yang bikin kajian khusus untuk keluarga di rumahnya, kita pun menyambutnya…
Ada yang bikin kajian khusus untuk anak-anak remaja, kita juga tidak membiarkannya…
Ada yang bikin seminar di kampus-kampus untuk mendakwahi para akademisi…
Ada yang membuat kajian khusus untuk para dokter di rumah sakit, kita pun bersegera mengiyakannya…
Ada yang bikin DAUROH KHUSUS untuk para ustadz di vila atau hotel dengan pemateri masyaikh kibar dari luar Indonesia, pesertanya terbatas dan pendaftarannya ketat, BUKAN KARENA INGIN MEMBATASI ‘ILMU bagi penuntut ‘ilmu yang lainnya, tapi ada maslahat dan target yang diburu…
Ada yang bikin kajian buat anak-anak yatim dan janda-janda tua, kita tidak menolaknya…
Ada yang membuat di musholla sebelah rumahnya, kita pun juga tidak meremehkannya…
Ada yang membuat kajian khusus para ummahat dengan tema dan kitab yang bermacam-macam, kita pun tidak sungkan untuk menghadirinya…
Ada yang fokus berdakwah di daerah pedalaman dan membendung kristenisasi, kita pun memberikan apresiasi yang besar kepada mereka…
Ada yang berdakwah lewat media, televisi, dan radio dengan segment yang berbeda-beda…

Terkadang ada yang bertanya kenapa ada beberapa televisi Ahlus-Sunnah, kenapa tidak hanya satu saja…?

Itulah hikmah dalam berdakwah, sasaran dakwahnya berjumlahnya 230 juta dengan berbagai kecenderungan dan level pendidikan yang berbeda-beda…

Ada yang berdakwah lewat tulisan dengan menerbitkan buku-buku yang dijual dengan harga variatif
Ada yang harganya mahal dengan kertas dan sampul buku yang lux, sehingga tidak bisa membelinya kecuali orang yang berdompet tebal…
Ada yang dengan harga standar dengan kertas yang biasa…

Semua dengan segmen yang berbeda-beda karena yang didakwahi memang beragam, bukan satu macam…

Ada yang berdakwah dengan membuat travel umroh dan hajji dengan harga yang disesuaikan dengan keinginan jama’ah…
Ada yang standar bintang 5 sehingga membuat jema’ah terbelalak melihat harganya…

Kenapa kok tidak 1 harga saja…?
Kan tujuannya adalah ibadah, thowaf dan sa’inya di tempat yang sama, kenapa harus pilih-pilih kamar dan membeda-bedakan jemaah…?

Tapi itulah salah satu hikmah dalam berdakwah, yang jadi sasaran memang mereka yang biasa tinggal di hotel bintang 5, kita tidak bisa memaksa mereka untuk ikut paket murah, dengan dalih tidak boleh boros dan berlebih-lebihan…

Ada yang melihat peluang mendakwahi orang-orang yang biasa berlibur di vila-vila mewah atau hotel-hotel berbintang, yang setiap pekan memadati jalan ke puncak, tanpa ada yang menyentuh liburan mereka dengan siraman rohani, maka sebagian ikhwan kita berpikir bagaimana liburan akhir pekan mereka lebih bermanfaat…

Semua sedang berdakwah dengan cara dan metodenya…

Nabi صلى الله عليه و سلم tidak pernah meremehkan siapa pun untuk di dakwahi…
Baik yang kaya, miskin, badui, atau orang kota, semuanya Beliau dakwahi…
Beliau tidak pernah membuang kesempatan dan peluang untuk berdakwah, walaupun celaan dan tuduhan keji sering beliau dapatkan…

Sungguh الله memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk berdakwah dengan hikmah, sebagaimana firman-Nya:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
(arti) “Serulah (manusia) kepada jalan Robb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Robb-mu, Dia lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” [QS an-Nahl (16) ayat 125].

Di antara makna hikmah adalah memperlakukan tiap manusia sesuai dengan kondisinya…

Oleh karena itu, Nabi صلى الله عليه و سلم memperlakukan setiap ragam manusia sesuai dengan kedudukan dan karakternya…
Bahkan Beliau berpesan:

إِذَا أَتَاكُمْ كَرِيْمُ قَوْمٍ فَأَكْرِمُوْهُ
(arti) “Apabila datang kepadamu yang mulia dari suatu kaum, maka muliakanlah ia.” [Shohîh Sunan Ibnu Mâjah II/303 no 2991 ~ hasan].

▶ Yang suka kehormatan, Beliau kasih kehormatan, seperti kisah Abû Sufyan…
Ibnu ‘Abbâs رضي الله عنهما berkata:

“Tatkala penaklukan kota Makkah maka ‘Abbâs ibn ‘Abdil Muththolib membawa Abû Sufyan ibn Harb, maka Abû Sufyan pun masuk Islâm di Marru ad-Zhorôn (nama suatu tempat dekat Makkah -pen).

Maka ‘Abbâs berkata kepada Nabi: ‘Wahai Rosûlullôh, sesungguhnya Abû Sufyan adalah seseorang yang suka kemuliaan, kalau seandainya engkau memberikan sesuatu untuknya?’

Maka Nabi berkata: ‘Iya, barang siapa yang masuk ke rumah Abû Sufyan maka ia aman, dan barang siapa yang menutup pintunya maka ia aman.’” [HR Abû Dâwud no 3023 ~ dihasankan oleh Syaikh al-Albânî].

▶ Yang suka harta, Beliau kasih harta, seperti kisah ‘Amru ibn Taghlib…
‘Amru ibn Taghlib bercerita: “Sesungguhnya Rosûlullôh pernah diberi harta atau tawanan, kemudian Beliau membagikannya, lantas Beliau memberikan sebahagian orang dan meninggalkan sebahagian orang. Maka orang-orang yang ditinggalkan (yang tidak diberi) mencela keputusan Rosûlullôh itu.

Kemudian Rosûlullôh memuji الله, setelah itu Beliau berkata: ‘Maka demi الله, sesungguhnya aku telah memberi sebahagian dan telah meninggalkan sebahagian, dan orang-orang yang kutinggalkan itu lebih aku cintai daripada orang-orang yang kuberi. Akan tetapi aku memberi kaum yang aku melihat di hatinya masih ada kecemasan dan kekalutan, dan aku membiarkan kaum lain kepada apa yang dijadikan الله pada hati-hati mereka berupa kekayaan dan kebaikan, di antara mereka adalah ‘Amru ibn Taghlib.’

(Kemudian berkata ‘Amru ibn Taghlib) ‘Maka demi الله, tidaklah ada yang melebihi kecintaanku pada unta merah kecuali ucapan Rosûlullôh kepadaku tadi.’” [HR al-Bukhôrî no 871].

▶ Yang memiliki iman kuat, maka Beliau berbagi cintanya kepada mereka, seperti kisah orang orang Anshor…
Imâm Muslim meriwayatkan, bahwa (Anas ibn Mâlik) berkata: “Ketika Makkah telah ditaklukkan, Rosûlullôh صلى الله عليه و سلم membagi-bagikan harta rampasan kepada orang-orang Quraisy.

Maka orang-orang Anshor pun berujar: ‘Ini sungguh-sungguh mengherankan. Pedang kita masih basah oleh darah musuh, tetapi harta rampasan kita diberikan kepada mereka (orang-orang Quraisy)?’

Lalu ungkapan itu sampai kepada Rosûlullôh صلى الله عليه و سلم, akhirnya Beliau pun mengumpulkan mereka.

Beliau bertanya: ‘Benarkah berita yang sampai kepadaku tentang ucapan kalian?’

Mereka menjawab: ‘Apa yang mereka sampaikan itu benar, ya Rosûlullôh! Mereka tidak berdusta.’

Maka Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: ‘Apakah kalian tidak rela kalau mereka pulang dengan membawa harta benda Dunia, sedangkan kalian semua pulang ke rumah masing-masing bersama dengan Rosûlullôh?

Seandainya manusia berjalan di suatu lembah dan bukit, sedangkan orang-orang Anshor melewati lembah dan bukit yang lain, niscaya saya akan mengikuti lembah dan bukit yang ditempuh kaum Anshor.’”

Sikap berbeda Nabi صلى الله عليه و سلم kadang dipandang negative oleh sebahagian Shohâbat, namun setelah Beliau jelaskan bahwa manusia itu berbeda-beda dan cara menghadapinya juga berbeda… akhirnya mereka paham…

▶ Yang bodoh dan tidak mengerti, Beliau tidak langsung menegur dan memarahinya, seperti ketika ada Badui yang masuk ke dalam masjid lalu kencing, tentunya berbeda dengan sikap para Shohâbat yang ingin memukul dan memberi pelajaran kepadanya.

Itulah salah satu makna hikmah dalam berdakwah…

Semua pendakwah Ahlus-Sunnah harus bersinergi demi tercapainya cita-cita bersama…

Yang di pedalaman tidak perlu mencela da’i-da’i kota yang bergelimang harta…

Yang di musholla tidak perlu mencaci da’i-da’i yang muncul di televisi…

Yang di daerah tidak perlu menuduh da’i-da’i yang harga bukunya mahal dan tidak terjangkau..

Yang di kota juga tidak boleh melupakan saudara-saudara mereka yang di pedalaman, pedesaan, pegunungan yang mereka sedang menyelamatkan aqidah ummat dari taring dan cakar missionaris…

Semua sedang berdakwah, dan hendaklah berhusnuzhon kepada saudaranya…

Dan ingat AGAMA INI ADALAH NASEHAT…!

Bila muncul kekeliruan dan kesalahan atau pun penyimpangan, maka para da’i harus saling memberikan masukan dan nasehat…

Kita adalah saudara…

Di samping itu, setiap pendakwah tidak boleh lupa berterima kasih kepada para koordinator dakwah tempat di mana ia berdakwah, bahwa ia bisa duduk nyaman di atas kursi dengan mic yang sudah bisa dipakai, dan jama’ah yang duduk rapi, parkir kendaraan yang diatur, serta semua kenyamanan yang dirasakannya,

semua itu adalah hasil tangan orang banyak…

Kalau bukan karena mereka, tentunya setelah taufiq الله, niscaya para pendakwah akan mendapatkan berbagai kesulitan…

Untuk semua...
PERBAIKI NIAT
RAPATKAN SHOFF
BERGANDENGAN TANGAN SALING MENDO’AKAN
ALLÔHU AKBAR

Bila yang aku tulis ini benar, maka itu karena taufiq الله…

Bila salah dan kurang berkenan, maka itu dari diriku yg penuh dosa dan dari Syaithôn… الله & ROSÛL-NYA terbebaskan dari kesalahan itu…

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين

»»•««