Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2022

Jangan Ujub


Jika Allah membukakan bagimu pintu Qiyamullail, janganlah kau pandang hina orang yang tidur..

Jika Allah membukakan bagimu pintu puasa, janganlah kau pandang hina orang yang tidak puasa..

Jika Allah membukakan bagimu pintu jihad, janganlah kau pandang hina orang yang duduk(tidak ikut berjihad)..

Boleh jadi orang yang tidur, yang tidak puasa, yang tidak berjihad itu lebih dekat kepada Allah daripada kamu.

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya kamu melewati malam dengan tidur lalu kamu bangun di pagi hari dalam keadaan menyesal..., itu lebih baik dari pada kamu melewati malam dengan qiyamullail lalu di pagi hari kamu merasa ujub(bangga diri). Sesungguhnya orang yang 'ujub amalnya tidak akan diangkat"

Madarijus Salikin (1/177)

Terjemahan Bebas. Malam Senin, 5 Rabi'uts Tsani 1444/29 Okt 2022 pukul 23.45 WAS.. Di kamar 411 sakan 32

Sabtu, 13 Januari 2018

Dialog dua ulama besar yaitu Malik dan Syafi'i

Imam Malik berpendapat : Sesungguhnya rezeki itu datang tanpa sebab, cukup dengan tawakkal yang benar kepada Allah niscaya Allah akan berikan Rizki, Hal ini berdasarkan hadits

{لَو أنكُم توكَّلْتُم علَى اللهِ حقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُم كما يَرْزُقُ الطَّيْرَ تغدُو خِمَاصًا وتَروحُ بِطَانًا}
"Andai kalian bertawakkal kepada Allah sebenar-benar tawakkal niscaya Allah akan  berikan rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rizki kepada burung yang pergi dalam keadaan lapar lalu pulang dalam keadaan kenyang" (HR. Ahmad dan yg lain).

Adapun Syafi'i berbeda dengan Imam Malik dalam hal ini, ia mengatakan bahwa seandainya burung itu tidak keluar dari sangkarnya dan pulang kembali niscaya tidak akan mendapat Rizki, artinya ia telah melakukan usaha.

Masing-masing bertahan pada pendapatnya...

Imam Malik mengambil potongan hadist (Niscaya kalian akan diberikan Rizki sebagaimana burung)...

sedangkan muridnya Asy Syafi'i mengambil sisi hadist (Kalau burung tidak keluar dari sangkarnya maka tidak akan mendapatkan rizki)...

Asy Syafi'i ingin memperkuat argumennya untuk sang guru, maka ia keluar meninggalkan Malik dalam keadaan berpikir, di tengah jalan ia mendapatkan orangtua sedang memikul plastik yang berisi sesuatu yang berat, lalu Syafi'i menawarkan diri untuk membawanya...

Wahai Paman, bolehkah aku membantumu Ujarnya, lalu Syafi'i memikul barang bawaan tersebut...

Tatkala sampai ke rumah orangtua itu, ia pun memberikan kepada Syafi'i beberapa biji kurma sebagai balas jasa kebaikannya...

Syafi'i bahagia karena telah mendapatkan ide untuk menguatkan pendapatnya, "seandainya aku tidak membantu orangtua tadi, niscaya orangtua itu tidak akan memberikan kurma ini kepadaku"...

Penuh kegirangan, ia pun bergegas menjumpai gurunya dengan membawa beberapa biji kurma tadi. Sesampainya di tempat Imam Malik, ia pun meletakkan kurma tersebut di hadapannya sembari menceritakan kisah yang terjadi...

Mendengar kisah yang diceritakan, Imam Malik pun tersenyum sambil mengambil kurma dan mencicipinya lalu mengatakan kepada Syafi'i, engkau telah membawa kurma ini kepadaku tanpa usaha dariku...

Kedua Imam yang mulia ini mengambil dua hukum yang berbeda dari hadist yang sama, ini merupakan keluasan rahmat Allah...

Kisah ini bukan bermaksud utk meninggalkan usaha, oleh karena itu akan diceritakan kisah berikutnya...

Dalam sebuah perjalanan, Ibrahim bin Adham yg merupakan saudagar besar melihat seekor burung yg patah sayapnya, lalu ia dan kafilah yg bersamanya berhenti sejenak sambil memikirkan apakah ada yg memberi makanan utknya atau burung itu akan mati kelaparan, tdk lama kemudian tiba² dtg seekor burung lain menempelkan mulutnya lalu menyuapi burung yg sakit itu...

Semenjak itu, Ibrahim bin Adham memutuskan utk meninggalkan semua perniagaannya dan fokus utk ibadah, hingga akhirnya Asy-Syibli mendengar berita ini dan mengatakan : mengapa engkau tinggalkan perdagangan ini?
Ibrahim menjawab dgn menceritakan kisah burung tadi..

Asy-Syibli pun mengomentari dgn mengatakan : Wahai Ibrahim, mengapa engkau memilih posisi burung yg lemah?
Mengapa engkau tdk memilih posisi burung yg memberi makanan?

Sepertinya Asy-Syibli ingin mengingatkan hadits :

{المؤمنُ القويُّ خيرٌ وأحبُّ إلى اللَّهِ منَ المؤمن ِالضَّعيفِ ...}
"Orang beriman yg kuat lebih baik dan lebih Allah cintai dari org-org mukmin yg lemah...} HR. Muslim

Betapa hebat pemahaman ini dan kemampuan mencerna pendapat org lain, tentunya selama (pendapat) tersebut dibenarkan secara syar'i.

Tulisan ini membuatku kagum, mungkin kalian juga. Selesai...

*Kesimpulan*
Ada rezeki yg datang tanpa melalui sebab, dan ada jg rezeki datang harus melaui perantara.

*Tambahan penerjemah*
√ Kita bangga menjadi umat Islam karena kehebatan ulama-ulama kita dalam menggali hukum, di saat yg sama kita pun mudah berlapang dada ketika mendapatkan perbedaan di antara mereka, karena ulama Rabbani tidak pernah membuat hukum sesuai hawa nafsu mereka, sebaliknya mereka keluarkan semua potensi yg dimiliki utk Islam.

Sabtu, 25 November 2017

KENAPA MESTI HASAD

Oleh : Azwir B. Chaniago

Hasad atau dengki adalah merasa tidak suka atau benci bila melihat seseorang diberi nikmat oleh Allah. Allah berfirman : “Am yahsuduunan naasa ‘alaa maa aataahumullah minfadhlihi”. Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. (Q.S an Nisa’ 54).

Ini adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Penyakit ini bisa datang kapan saja dan mampu menyerang siapa saja, orang kaya atau miskin, berpangkat atau bukan, berpendidikan tinggi atau tidak.

Penyakit ini terutama sekali akan membuat diri seseorang tidak bisa memperoleh perasaan gembira dan berbahagia. Kenapa bisa begitu. Iya, karena hasad atau dengki adalah perasaan tidak suka atau perasaan benci yang selalu ada dalam diri seseorang  yang dengki bila melihat orang lain diberi nikmat oleh Allah. Seolah olah mereka memusuhi nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang.

Abdullah bin Mas’ud berkata : Janganlah kalian memusuhi nikmat-nikmat Allah. Lalu ada yang bertanya : Siapakah yang memusuhi nikmat nikmat Allah. Beliau menjawab : Yaitu orang orang yang dengki atas nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada sebagian manusia.

Ketahuilah bahwa penyakit hasad adalah termasuk dosa besar. Dan hasad tidak akan merubah takdir sedikitpun. Bahkan hasad hanya akan merugikan pelakunya dan menambah pahala dan mengangkat derajat orang dihasadi.

Diantara keburukan sifat hasad adalah :

Pertama : Hasad adalah akhlak atau perangai kaum Yahudi.

Hasad adalah perangai Yahudi dari dahulu sampai kapan pun. Allah berfirman : “Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa hasad dalam diri mereka” setelah kebenaran jelas bagi mereka.  (Q.S al Baqarah 109). 

Kedua : Hasad adalah bentuk pengingkaran terhadap ketetapan Allah.

Sifat hasad sangatlah tercela karena merupakan bagian dari pengingkaran terhadap apa yang telah Allah tetapkan. Orang yang hasad seolah olah tidak suka terhadap kelebihan ataupun kenikmatan yang diberikan Allah kepada seseseorang. Pada hal Allah Ta’ala memberikan karunia kepada yang Dia kehendaki. Allah berfirman : “Dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah. Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”.(Q.S al Hadiid 29).

Allah berfirman : “Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya. Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu”. (Q.S al Hijr 21).

Ketiga : Hasad adalah salah tanda lemahnya iman.

Seorang yang lemah imannya bisa jatuh kepada penyakit hasad. Jika seorang saudaranya mendapat karunia atau kenikmatan maka orang yang hasad tidak merasa senang. Pada hal Rasulullah telah mengingatkan dalam sabda beliau : “Laa yu’minu ahadukum hatta yuhibbu li akhiihi maa yuhibbu li nafsihi”. Tidaklah beriman seseorang dari kalian (tidak sempurna imannya) sampai dia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang dia cintai untuk dirinya. (H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim). 

Oleh karena itu seorang hamba akan berusaha menjauhkan diri dari sifat hasad yang memang tak memang tak memiliki kebaikan sedikitpun. Rasulullah telah mengingatkan bahwa tidak ada kebaikan dalam hasad. Beliau bersabda : “Laa yazalun naasu bikhairin maa lam yatahaasaduu” Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka tidak saling mendengki. (H.R Imam ath Thabrani, dihasankan oleh Syaikh al Albani) 

Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua. Wallahu A’lam. (1.171)

Blogger : Semua Ada Hikmah
Address : www.azwirbchaniago.blogspot.com

Selasa, 01 November 2016

Kisah Indah Sang Wanita Cacat

Ahmad Zainuddin:
2 KISAH SANGAT INDAH TERDENGAR SELAMA HIDUPKU (WANITA PENDAKWAH ISLAM)

https://youtu.be/egBtVhvoZiY

Yang bercerita di video ini adalah Dr. Fahd bin Abdul Aziz As Seneidy hafizhahullah, beliau adalah seorang pembawa acara pada radio "Idzaatul Quranil Karim", di Arab Saudi, beliau bercerita bahwa: "Pernah sampai kepada kami, surat pembaca dari seorang wanita di Maroko, wanita ini menceritakan kehidupannya yang penuh dengan kekufuran, berzina dan khamr serta maksiat buruk lainnya. Tetapi setelah mendengar sebuah ungkapan yang dibacakan di radio "Idzaatul Quranil Karim" pada program "Al Majallatul Islamiyyah", yaitu program yang dibacakan di dalamnya sebuah materi tulisan yang sudah disiapkan dengan rapi, yang mana materi tulisan ini disiapkan oleh SEORANG WANITA YANG TINGGAL DI KOTA MEKKAH, waktu itu wanita dari Maroko ini mendengarkan dari radio "idzaatul Quranil Karim" tentang tema "Wanita dan Pasar", maka setelah mendengar, wanita dari Maroko jni masuk Islam, walhamdulillah dan bertaubat, lalu ia mensurati radio "Idaatul Quranil Karim" berterima kasih dengan mendengar radio ia masuk Islam, lalu wanita dari Maroko ini meminta kepada pihak radio dua hal;
- doa agar istiqamah
- air zam-zam agar bisa menghilangkan rasa hausku yang selama ini aku rasakan disebabkan kekufuran dan segala maksiat yang telah ia kerjakan. MASYA ALLAH!

DAN LEBIH MENAKJUBKAN LAGI...
Dr. Fahd bin Abdul Aziz As Seneidy hafizhahullah baru mengetahui bahwa WANITA DI KOTA MEKKAH YANG MENYIAPKAN MATERI UNTUK ACARA RADIO "IDZAATUL QURANIL KARIM" PADA PROGRAM "AL MAJALLATUL ISLAMIYYAH", ternyata adalah seorang WANITA YANG CACAT SEURUH ANGGOTA TUBUHNYA TIDAK BERFUNGI KECUALI KEPALANYA! MASYA ALLAH...
Lalu Dr. Fahd melanjutkan ceritanya...DARI MANA TAHU BAHWA WANITA TERSEBUT CACAT?
Keponakan perempuan Dr. Fahd bercerita bahwa suatu ketika ia sedang bertelponan dengan perempuan di kota Mekkah ini, lalu gagang telponnya jatuh, dan wanita ini memanggil-manggil "Asma, Asma... tolong ambilkan telepon ini", karena gagang teleponnya jatuh dan wanita tersebut tidak dapat mengambilnya karena keadaan yang ia dapati, lalu wanita ini ditanya: "LALU SELAMA INI, BAGAIMANA" MENULIS MATERI-MATERI TERSEBUT?, maka wanita ini menceritakan kalau ia menulisnya dengan jari-jemari kaki kanan untuk menggerak-gerakkan mouse komputer, sehingga terciptalah tulisan-tulisan yang indah dan penuh manfaat tersebut, yang dengan tulisan tersebut, setelah petunjuk dari Allah Taala kemudian berkat tulisan tersebut banyak orang yang bertaubat dan masuk Islam serta mengambil manfaat darinya! MASYA ALLAH....!!!

PELAJARANNYA ADALAH:
1. APA YANG SUDAH ANDA LAKUKAN UNTUK AGAMA INI, BAIK ANDA SEBAGAI WANITA ATAU LAKI-LAKI?
2. JANGAN PERNAH PUTUS ASA! PASTI ADA JALAN UNTUK SEBUAH KEKURANGAN.
3. JANGAN PERNAH PUTUS ASA! KARENA ALLAH TAHU YANG LEBIH BAIK UNTUK KITA!
4. HIDAYAH DARI ALLAH, MAKA MINTALAH PETUNJUK SELALU KEPADANYA BAIK UNTUK DIRI SENDIRI ATAU KELUARGA.
5. PRESTASI AGAMA LAH YANG MENJADI UKURAN BUKAN DUNIA!
6. KALAU BUKAN DAKWAH, SEORANG TIDAK BERNILAI APA-APA!

Bandung, Ahad 29 Al Muharram 1438H
ditulis oleh Ahmad Zainuddin Al Banjary.

Rabu, 12 Oktober 2016

Musibah, antara Taubat dan Maksiat

Tidaklah musibah itu turun kecuali karena maksiat..

Dan tidak diangkat musibah tersebut kecuali dengan taubat..

Ayo tobat sebelum terlambat!
sebelum ghorghoroh dan sebelum matahari terbit dari barat..

#Lahabaru, 11 Muharram 1437/13102016 @ 07.05
#Abu Muhammad

Selasa, 11 Oktober 2016

Dan Akhirnya, Semua akan Meninggalkanmu

Oleh:  Abu Muhammad

Dua hari belakangan, 2 mobil ambulance pengantar jenazah melintas di depan rumahku.

Yang pertama mengantar jenazah balita 6 bulanan. Esoknya, jenazah kakek 60an yang diantar.

Kuberpikir..

Si balita, yang selalu dalam dekapan dan Kasih ibunya, yang selalu dijaga 24 jam non stop, toh wafat juga saat tiba ajalnya.

Si kakek, yang anak-anaknya sudah dewasa dan bisa melayani semua keinginannya, toh wafat juga.

Hari ini..

Si pejabat. Dikelilingi orang-orang yang siap melayaninya sepanjang waktu. Yang siap memenuhi segala kebutuhannya kapan pun. Yang orang-orang menyanjungnya di hadapannya.. akan tiba suatu saat, ketika masa jabatanmu berakhir, masih adakah yang sudi menemanimu?

Si calon pengantin. Orang-orang berletih membantu pesta perkawinanmu. Dari undangan sampai dekorasi semuanya ada dan siap membantumu. Bahkan kau akan disebut "Raja dan Ratu Sehari". Namun setelah itu, saat akad telah dilangsungkan. "Selamat tinggal, silakan jalankan kehidupan kalian berdua. Kami juga punya kehidupan dengan keluarga kami. Capek dan letih kami untuk kalian berdua cukup sampai disini"..

Si sakit. Teman-teman dan keluargamu berdatangan menunggumu. Setelah sembuh, mereka pun akan melepasmu sendiri menjalani hidupmu.

Tak selamanya, orang-orang itu akan terus di sisimu membantu dan melayanimu. Jangan kau anggap berkumpulnya manusia di sekitarmu sebagai kebahagiaan hakiki. Tidak, pada saatnya mereka akan pergi dengan kesibukannya masing-masing. Dan tinggallah kau menderita saat itu, jika sejak awal kau gantungkan kebahagiaanmu pada keberadaan mereka.

Namun, jika kita kaitkan hati dengan Allah, maka Allah Dzat yang selalu memperhatikan hamba-Nya. Tak usah khawatir bahwa Allah akan meninggalkanmu, Allah akan selalu menolongmu. Ingatlah Allah tatkala kau bahagia, maka Allah akan mengingatmu tatkala kamu susah. (Ihfazhillaha fir rokhoo'i ya'rifka fisy syiddah). Begitulah sabda Rasulullah.

Jika engkau memperbanyak teman di dunia, jangan lupa untuk menyiapkan teman di kuburmu, dialah amal shalih. Amal shalihmu lah yang tetap Setia mendampingi saat engkau akan masuk ke kuburmu.

Ketahuilah, ada 3 yang mengantarmu ke kuburmu; keluarga, Harta dan amalmu. Namun keluarga dan hartamu akan pulang. Dan tinggallah amalmu bersamamu menghadapi pekat dan sempitnya kuburan.

Jika saat ini kau sibuk dengan hapemu untuk berasyik ria chat dengan teman-teman duniamu.. jangan lupakan Al-quran untuk kau baca sebagai persiapan amal yang akan menemanimu di kubur. Ingat sholat, ingat shaum, ingat amal. Ikhlaslah dalam amal.., lalu ingatkan juga saudara-saudaramu yang lain.

Nasihat ini buat diriku sendiri dan buatmu yang ingin mendapat pelajaran.

#Lahabaru, 10 muharram 1438 / 12102016 @ 14.48
#Risaluddin Abu Muhammad al-faqir ila 'afwi Rabbih

Sabtu, 08 Oktober 2016

Hujan

Tanah yang mati nan tandus Allah hidupkan dengan turunnya hujan..

Belumkah hatimu yang kering menjadi hidup dengan Ayat-ayat Tuhan Mu?

#bacalah quran
#quran Sumber bahagia
#Lss, Ahad pagi dengan rintik hujan menghiasi, 8 Muharram 1438 @ 7.00

Selasa, 04 Oktober 2016

Derita dalam Perpisahan

Setiap yang berpisah dengan yang ia cintai akan menderita dalam perpisahannya itu. Dan penderitaannya sebanding dengan kadar kecintaannya.

Maka sepantasnya engkau mencintai yang tak akan mungkin berpisah denganmu, dialah Allah ta'ala. Dan janganlah kau cintai dunia yang pasti akan berpisah denganmu

(Minhajul Qoshidin, hal.297 cet. Darul Kitab 'Arabiy, Beirut)

Penerjemah: Abu Muhammad; Rabu, 4 Muharram 1437H @ 6.44

Kisah Buah Semangka

Suatu riwayat tentang Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkh yang wafat pada tahun 194 H./810 M
.
Al Kisah.., pada suatu hari Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi membeli Buah Semangka untuk istrinya. Saat disantapnya ternyata buah Semangka tersebut terasa hambar.
.
Dan sang isteri pun marah.
.
Syeikh al-Imam Syaqiq menanggapi dengan tenang amarah istrinya itu, setelah selesai di dengarkan amarahnya, beliau bertanya dengan halus:
.
"Kepada siapakah kau marah wahai istriku?
Kepada pedagang buahnya kah?
atau kepada pembelinya?
atau kepada petani yang menanamnya?
ataukah kepada yang Menciptakan Buah Semangka itu?"
Tanya Syeikh al-Imam Syaqiq
.
Istri beliau terdiam.
.
Sembari tersenyum., Syeikh Syaqiq melanjutkan perkataannya:
.
"Seorang pedagang tidak menjual sesuatu kecuali yang terbaik...
Seorang pembeli pun pasti membeli sesuatu yang terbaik pula..!
Begitu pula seorang petani, tentu saja ia akan merawat tanamannya agar bisa menghasilkan yang terbaik..!
Maka sasaran kemarahanmu berikutnya yang tersisa, tidak lain hanya kepada yang Menciptakan Semangka itu..!".
.
Pertanyaan Syeikh al-Imam Syaqiq menembus ke dalam hati sanubari istrinya. Terlihat butiran air mata menetes perlahan di kedua pelupuk matanya...
.
Syeikh al-Imam Syaqiq al-Balkhi pun melanjutkan ucapannya :
.
"Bertaqwalah wahai istriku...Terimalah apa yang sudah menjadi Ketetapan-Nya." Agar Alloh memberikan keberkahan pada kita”
"Mendengar nasehat suaminya itu... Sang istri pun sadar, menunduk dan menangis mengakui kesalahannya dan ridha' dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapkan."
.
pelajaran terpenting buat kita adalah bahwa setiap keluhan yg terucap sama saja kita tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT, sehingga barokah Alloh jauh dari kita.
.
Karena Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatan kita kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik yang kita sukai atau sebaliknya.
.
Barokah itu: "... bertambahnya ketaatanmu kepada Allah
Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan yang mampu membuat yang memakannya menjadi lebih taat setelah memakannya.
.
Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub, sakitnya menjadikannya bertambah taat kepada Allah
.
Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.
.
Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah...tiada banding....tiada tara.
Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah ilmu yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.
.
Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut. Dan di bersihkan dg zakat atas rizkinya itu
.
Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak mereka menjadi lebih shalih dari kita & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya Penyelamat di akhirat.

#dicopas oleh: Abu Muhammad
lahabaru, Malam 4 Muharram 1437

Jumat, 30 September 2016

Berimanlah pada Takdir, Engkau akan Bahagia (Sebuah Hikayat)

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah.. 

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya.. 

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya.. 

Maka teman-temannya berkata : "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.." 
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar... 

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya.. 
Lalu teman-temannya berkata : "Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.." 
Si petani tetap hanya diam saja.. 

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah.. 
Teman-temannya berkata : "Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.." 
Si petani tetap diam tanpa komentar.. 

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan.. 

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : "Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.." 

Si petani kemudian berkomentar : 
"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek.. 
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai... 
Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini.. 
Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok.. 
Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.. 
Tetapi yang pasti, ALLAH paling tahu yang terbaik buat kita... 
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini.. 

Jalan yang dibentangkan ALLAH belum tentu yang tercepat, bukan pula yang termudah.. tapi sudah pasti yang terbaik..." 

Semoga dapat memetik pelajarannya.

Senin, 19 September 2016

Satu lagi, Keteladanan dari Syaikh Ibnu Utsaimin! Tidak Gila Hormat

Beliau tidak mengatakan : " Saya Ibnu 'Utsaimin "
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Salah seorang yang mengenal beliau bercerita :
Dulu, kira-kira diantara tahun 96 - 98, saya menunggu shalat subuh di shaf pertama di Masjid Al-Haram, waktu itu ada seorang petugas keamanan disamping kanan saya yang menjaga agar tempat dibelakang Imam tidak terlalu sesak dan agar ada tempat yang lowong untuk para  Alim Ulama ..

Dan di depan Maqam, ada 4 petugas lagi yang menjaga agar orang-orang tidak menuju ke shaf pertama, dan tiba-tiba muncul seorang laki-laki tua, ia memiliki jenggot putih yang lebat, dan memakai pakaian yang tidak disetrika..

Lelaki tua ini ingin melewati para petugas yang berada didepan Maqam agar dia bisa sampai di shaf pertama namun petugas disana menghalanginya. Dia kemudian mencari jalan lain disekitar Ka'bah dan berusaha meloloskan dirinya dari halangan petugas namun lagi-lagi petugas menahannya. Dia terus mencari jalan agar dia bisa sampai ke shaf pertama ( dan saya terus memperhatikannya ) sampai akhirnya dia berhasil melewati petugas keamanan disamping saya yang waktu itu sedang berbicara dengan orang yang ada dibelakangnya.

Saat Dia sudah berhasil berdiri di shaf pertama, Dia langsung bertakbir shalat sunnah, Petugas kemanan itu lantas marah, dia berdiri tepat di depan lelaki tua ini, sampai ketika sang lelaki tua ini selesai dari shalatnya, petugas itu langsung mengangkat dan menarik bahunya seraya berkata :

" berdiri !! "

Lelaki tua itu menjawab ( dengan dialek Qasim ) :
" ada apa denganmu ? "

Petugas itu berkata :
" tempat ini dikhususkan untuk para Masyaekh dan Ulama... Mundurlah !!! "

Lelaki tua itu menjawab :
" apa yang saya lakukan kalau para Ulama dan Masyaekh telat datang ? "

Petugas itu pun marah dan saya terus memperhatikan kejadian itu sambil tersenyum, dan sebelum petugas tersebut melakukan tindakan yang berlebihan, saya lalu memegang tangannya, memberi isyarat agar ia mendekat dan ia pun mendekat, saya kemudian membisikkan di telinganya kalau lelaki tua itu adalah  Al-'Allamah Al-Faqih Muhammad bin Utsaimin, petugas itu bersegera mendatangi Beliau, mencium kepala Beliau dan meminta maaf.

Beliau memandangiku dengan pandangan mata protes karena telah mengabari petugas tadi siapa Beliau sebenarnya, saya hanya tersenyum dengan senyuman permintaan maaf, iqamat pun dikumandangkan, Syekh Sa'ud bin Ibrahim Asy-Syuraim datang untuk mengimami shalat dan disaat Ia melihat Beliau di shaf pertama, Ia meminta Beliau menjadi Imam tapi Beliau menolak, akhirnya Syekh Asy-Syuraim yang mengimami shalat kami.

Ketenaran adalah sebuah fitnah bagi orang Alim
Syetan membuat mereka gila dihormati
Banyak yang terjerat
Kecuali yang dirahmati Allah...

Rahimahullah As-Syekh
Beliau cermin keteledanan untuk kita semua..

-------------------------------------------------

Naskah Asli Ceritanya :

لم يقل " أنا ابن عثيمين"

يقول أحدهم:كنت مابين عام ١٩٩٦م١٩٩٨م تقريباً أنتظر لصلاة الفجر في الصف الأول في الحرم المكي ،وكان على يميني رجل شرطة يمنع ازدياد المصلين خلف الإمام ليكون هناك مكانٌ للعلماء والعدول من الناس وأمام المقام أربعة من الشرطة يأمرون الناس بعدم التوجه إلى الصف الأول وفجأةً جاء رجلٌ مسن له لحيةٌ بيضاء طويلة يرتدي ملابس غير مكوية  فأراد أن يجتاز العسكر عند المقام ليذهب إلى الصف الأول فمنعوه فأخذ شوطا ًحول الكعبة وعاد إليهم محاولا الإفلات منهم فمنعوه فأخذ شوطاً آخرحول الكعبة وأنا أراقب إصرار ذلك الرجل المسن وفي هذه اللحظة إستطاع أن يتجاوزهم على حين غفلة ووصل إلينا في الصف الأول والشرطي الذي بجانبي كان يجادل رجلاً خلفه فلم ينتبه لذلك المسن وما إن وصل إلى الصف الأول كبر يصلي سنة الفجر فاستشاط الشرطي غيظاً من المسن وظل واقفاً على رأسه حتى أتم ركعتيه فنغزه في كتفه أن قم فقال الرجل المسن وراك(باللهجة القصيمية أي مابك) فقال الشرطي؛هذاالمكان مخصص للعلماء والمشائخ إرجع إلى الخلف فقال الرجل المسن:ومالي وللعلماء والمشائخ إن لم يأتوا مبكرين! وأنا أراقب وأتبسم بهدوء فغضب الشرطي وقبل أن يتصرف تصرفاً غليظاً تدخلت وأمسكت بيد الشرطي ،وأشرت إليه أن أدنُ مني ،فدنا مني، فهمست في أذنه إن ذلك الرجل المسن هو العلامة الفقيه محمد بن عثيمين ،فما كان من الشرطي إلاأن انكب على رأس الشيخ يقبله ويعتذر منه، فرمقني الشيخ بنظرة لم أخبرته

Yang Paling Nikmat bagi Si Pendosa

"Saat paling nikmat bagi seorang pendosa adalah saat ia beristighfar memohon ampun pada Rabbnya"

ان الله يحب التوابين..
Innallaaha yuhibbut tawwaabiin

(Sesungguhnya Allah menyukai tawwabin..)

Taa-ib (التائب) artinya orang yang bertaubat.
Adapun at-tawwaab (النواب) artinya orang yang banyak bertaubat.

Orang yang banyak bertaubat menunjukkan banyaknya ia berbuat salah.

Maka jika engkau berbuat dosa dan kesalahan teruslah bertaubat, perbanyaklah bertaubat. Karena Allah menyukai orang yang banyak bertaubat...

#faidah dari Syaikh Mukhtar Syinqithi
"Dicatat di lasusua, malam selasa, 18 Dzulhijjah 1437/19-9-2016 @ 20.19
#risaluddin syam

Sabtu, 17 September 2016

HEMBUSAN NAFAS

��  HEMBUSAN NAFAS ��

�� Muhammad As-Safariniy - Rahimahullah- berkata, "Manfaatkanlah -Semoga Allah merahmatimu- kehidupanmu yang mulia ini dan jagalah waktumu yang sangat berharga ini.
Ketahuilah bahwasanya waktu hidupmu terbatas dan hembusan nafasmu terhitung. Maka setiap nafas yang engkau hembuskan bermakna sebagian dari waktumu telah pergi.

Umur sangat pendek dan yang tersisa darinya sekarang sangat lah sedikit, maka setiap bagian dari nafas tersebut adalah permata yang sangat berharga yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun dan tidak bisa digantikan dengan sesuatu apapun.

Sungguh kehidupan ini akan menjadi sebab keabadian di dalam kenikmatan (surga) atau keabadian di dalam siksaan (neraka).

Jika engkau membandingkan kehidupan ini dengan keabadian tersebut maka engkau akan mengetahui bahwasanya setiap nafas yang engkau hembuskan setara dengan waktu ribuan tahun dalam kenikmatan atau dalam siksaan tersebut.
Oleh karenanya, janganlah engkau menyia-nyiakan permata tersebut pergi tanpa amalan baik apapun dan jangan pula engkau membiarkannya pergi tanpa ganjaran sedikit pun.
Berusahalah untuk tidak mengosongkan setiap hembusan nafasmu dengan ketaatan dan taqarrub kepada-Nya.

Ketahuilah jika kita memiliki permata dunia maka kita tentu akan menyesal jika kehilangannya, maka bagaimana bisa engkau rela menyia-nyiakan waktu dan umurmu begitu saja tanpa mendapatkan apapun.

�� Ghiza Al-Albab Syarh Mandzumah Al-Adab (2/351).

Kamis, 15 September 2016

Mengapa Sering Capek di Dunia ini? (Copas dari Wa)

_MENGAPA KITA SERING *"CAPEK"* DI DUNIA INI...?_

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya......

_(1). URUSAN Berdzikir (Sholat),_ perintahnya adalah *_“Berlarilah !”_*

_“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka *BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah* dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)_

_(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”_

_“Maka *BERLOMBA-LOMBALAH* dalam berbuat *KEBAIKAN*.” (QS. Al-Baqarah : 148)_

_(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah *“Bersegeralah!”*_

_“Dan *BERSEGERALAH* kamu menuju *AMPUNAN* dari Tuhanmu dan menuju *SURGA*…” (QS. Ali Imron : 133)_

_(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah *"BERLARILAH* dengan cepat!”_

_“Maka *BERLARILAH* kembali ta’at kepada *ALLAH*” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)_

_(5). TAPI... *URUSAN* Menjemput *RIZKI* (Duniawi), perintahnya *HANYALAH* “ Berjalanlah!”_

_“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka *BERJALANLAH* di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari *RIZKI-Nya*.” (QS. Al-Mulk : 15)_

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu *_BERSEGERA / BERLARI_*, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan *_CUKUP BERJALAN_* saja.

Jangan-jangan, selama ini kita *_MERASA LELAH_*, karena *_MALAH_* berlari mengejar dunia yang seharusnya *_CUKUP DENGAN BERJALAN_*..

Minggu, 04 September 2016

Husnuzhon Billah (Berbaik sangka pada Allah)

Langkah awal untuk bertobat dari dosa-dosa kita yakni Husnu Dzhon Billah (Berbaik sangka kepada Allah).

Berbaik sangka pada Allah, bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosa kita. Bahwa Allah Maha Pengampun dan Penerima Tobat.

Orang yang putus asa dari rahmat Allah pada dasarnya mereka Su'u zhon (berburuk sangka pada Allah). Mereka mengira Allah tidak lagi membukakan bagi mereka pintu rahmat dan pintu tobat.

Berbaik sangkalah pada Allah karena Allah sesuai persangkaan hamba-Nya.

اني على ظن عبدي
(Sesungguhnya Aku sesuai persangkaan hambaKu)
Hadits Qudsi

Mari, kita semua berbaik sangka pada Allah azza wajalla.

#lahabaru, Malam 3 Dzulhijjah 1437 @ 20.37wita
#faidah dari ceramah Syaikh, terus saya tambah sedikit

Jumat, 26 Agustus 2016

Jangan Pikirkan yang Sudah Dikeluarkan

Dalam Perbincangan panjang semalam, sebuah faidah berharga lagi-lagi saya dapatkan dari Ayahanda tercinta hafizhahullah.

Pembicaraan seputar kurban.
Sebenarnya banyak orang yang mampu untuk berkurban, namun merasa sayang dengan hartanya. Dia berpikir hartanya akan berkurang jika dia keluarkan untuk berkurban.
Misalnya dia punya uang 10juta. Lalu dia keluarkan 1 juta buat kurban. Kan masih sisa 9 juta.
Namun ia habiskan waktunya untuk memikirkan yang 1 juta itu. Ada rasa bahwa hartanya sudah berkurang. Padahal seharusnya ia memikirkan 9 juta yang masih ada bersamanya, untuk apalagi 9 juta itu ia manfaatkan. Yang sudah kita keluarkan di jalan Allah itulah sebenarnya milik kita yang hakiki. Adapun yang ada di tangan kita yang belum kita manfaatkan belum tentu menjadi milik kita. Jika kita mati, maka harta tersebut akan berpindah ke tangan ahli waris.

~lss, sabtu, 25 Dzulqo'dah 1437/27-8-2016@11.55
~d pojok sepi

Sabtu, 20 Agustus 2016

Saat Musibah Melanda, Kembalilah pada Allah

Tatkala Anda terkena musibah,
Laptop anda dicuri,
Rumah anda terbakar,
anda kecelakaan,
Orang yang Anda cintai meninggal,
Lamaran anda ditolak,...

Jangan bersedih.
Yakinilah bahwa itu takdir dari Allah. Tidak akan terjadi kecuali setelah Allah izinkan. Allah yang memilihkan takdir itu buatmu. Allah yang Mahatahu. Pilihan Allah adalah yang terbaik. Meskipun dalam pandangan zhohir kita lihat itu sebuah kesedihan. Yakinilah itu takdir dari Allah dan ucapkanlah doa..

إنا لله و إنا إليه راجعون..
اللهم ائجرني في مصيبتي و اخلف لي خيرا منها..
~innaalillaahi wa inna ilaihi raji'un, allahumma' jurnii fi mushibatiy wakhluf liy khoiron minha~
"Kita adalah milik Allah dan kita akan kembali pada Allah. Yaa Allah, berikanlah aku pahala atas musibah yang menimpaku ini dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya"

Bacalah, dan niscaya hatimu akan tenang. Karena Allah Mahakaya, Mahamampu, Mahatahu..

Bacalah doa itu dan tunggulah ganti dari Allah. Dan ingat, ganti itu tak mesti di dunia, mungkin saja disimpankan untukmu dalam bentuk pahala yang sangat besar di akhirat kelak.

Dan semoga musibah ini jadi bahan muhasabah bagimu dan bagiku juga.

#lss, 18 Dulqo'dah 1437/21-8-2016 @ 14.39wita
#risaluddinsyam

Jumat, 19 Agustus 2016

Jangan Sampai Jadi 'Generasi Terlambat'

Perhatikan, orang yang usianya di atas 20 tahun. Itu usia yang sudah hampir matang untuk menuju kedewasaan.

Saya perhatikan, antara satu orang dengan orang lain punya sisi perbedaan sangat jauh. Kita tidak melihat dari sisi dunia, bahwa misalnya, di usia 22 si A sudah punya kendaraan dan rumah pribadi dan si B belum punya kendaraan. Tidak! Dunia kita bahasa nanti saja.

Si Fulan, usianya 25, ternyata sudah mutqin hapalan qurannya, suah jago bahasa arab, sudah belajar berbagai cabang ilmu dien, dan sudah mendakwahkannya. Si Fulan yang lain, usia sudah hampir 30, baru mulai mencoba menghafal juz 30. Bahkan yang lain, rambutnya sudah putih tapi baru belajar tajwid. Tidaklah kita remehkan orang-orang yang 'terlambat karena semua di atas kebaikan.

Tapi, jaga umur kita. Pacu diri untuk terus belajar. Tidaklah terlambat, selama belum mati. Arahkan anak-anak dan generasi untuk tidak menjadi generasi 'terlambat.

#risaluddinsyam
#catatan ini dibuat 23 Ramadhan 1437 pukul 8.43am wib, cuma baru diketik dan diposting hari ini, Sabtu 18 Dzulqo'dah 1437 pukul 10.59 wita. Alhamdulillah

Sisi Menakutkan dalam Hidup

Mati mendadak, adalah sisi paling menakutkan dalam kehidupan ini.

Anda tentu yakin, tidak ada yg menjamin kehidupan kita.. ada yg sehat, tiba-tiba mati.. ada yg masih kecil, sudah mati duluan.. ada yg baru kaya, mendadak tutup umur.. ada yg lagi bugar-bugarnya, tiba-tiba meregang..

Tentunya hal itu bisa juga terjadi pada diri Anda.. padahal Anda masih malas-malasan ibadah.. bekal utk kehidupan kekal Anda masih sangat sedikit.. atau bahkan bisa jadi dosa Anda lbh banyak.

Bayangkan jika nafas Anda mendadak berhenti.. padahal yg Anda pikirkan; dunia dan dunia.. akherat hanya terpikir, ketika tersandung masalah.

Bayangkan ketika Anda masih semangat-semangatnya mengejar dunia.. tiba-tiba blaaaas, dunia itu menjadi sama sekali tdk berharga.. tidak bisa menyelamatkan Anda.. bahkan lepas dari tangan Anda ke tangan ahli waris!!

Saudaraku, jangan pelit kepada dirimu sendiri.. bekalmu di akherat adalah amalmu.. dan akheratmu jauh lebih lama.. tentu membutuhkan bekal yg jauh lebih banyak..

Duniamu ini, hanyalah sementara.. sadarlah dan sadarlah.. selamatkan dirimu sekarang juga, sebelum semuanya menjadi sia-sia !!

(Ustadz Musyafa Ad Dariny)

Oleh: Tsani Buku Sunnah

#dikopi dari grup wa
risaluddinsyam, 17 Dzulqo'dah1437/19-8-2016

Selasa, 02 Agustus 2016

Ucapkan "Allahu Rabbii Laa Syariika Lahu", Maka Engkau akan Bahagaia

Bagaimana mungkin kebahagiaan tak bersemayam di hatimu, lalu lenyap segala kesedihan dan kegalauan? Padahal engkau berkata "Allahu rabbii laa syariika lahu" (Allah rabbku tiada sekutu bagiNya)..

Apakah begitu susahnya kalimat ini dihapalkan -sehingga tak kau ucapkan-? "Allahu rabbii laa syariika lahu" (Allah rabbku tiada sekutu bagiNya)..

Sungguh Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang ditimpa kesusahan, dukacita, rasa sakit, atau penderitaan apapun, lalu ia berkata 'Allahu rabbii laa syariika lahu' maka penderitaannya akan dihilangkan darinya (kusyifa dzalika 'anhu)"
(HR. Thabrani dan Baihaqi, dihasankan Syaikh Al-Albani)

Betapa agungnya sebab kebagiaan ini, tetapi kita lalai dan melupakannya..

#Dari Kitab Kecil Berjudul Sa'aadatul Usrah (Kebahagiaan Rumah Tangga) hal. 24, Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili
#Diterjemahkan Abu Muhammad
~di atas kereta Logawa, singgah di Kedung Banteng menunggu persilangan kereta lain; Rabu, 29 Syawwal 1437 @ 11.23