Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2015

Menjadi "Penyelamat Bumi"

ditulis oleh: Abu Muhammad Risaluddin
 
Sudah masyhur di kalangan anak-anak, ratusan tontonan di TV yang ber-genre action.  Di antara tokoh-tokoh dalam fim tersebut ada yang menyebut diri mereka sebagai “Penyelamat Bumi”.  Tersebutlah, Power Ranger misalnya, dengan segala variasinya, Power Ranger beranggotakan lima pahlawan (anka warna) ini bertugas menjaga bumi dari monster-monster jahat yang datang dari luar angkasa.  Begitu pula tokoh-tokoh lain semisal Superman, Batman, Satria Baja Hitam, Avatar dan lain-lain.  Pertanyaannya, pantaskan mereka dijuluki “Sang Penyelamat Bumi”?  jangankan menjaga bumi, bahkan mereka semua hanyalah tokoh fiktif hasil khayalan orang-orang yang menghayalkannya.

Masalahnya bukan hanya sekadar itu, tapi kini anak-anak kita banyak yang bermimpi bahkan bercita-cita suatu saat kelak akan bisa seperti tokoh-tokoh “Penyelamat Bumi” itu.  Bahkan ada yang sampai terbawa dalam mimpi saat ia tidur –sebagaimana yang pernah dialami penulis semasa kanak-kanak dulu-Wallahul musta’an.

Minggu, 23 Februari 2014

Di Makassar, Ribuan Orang Menghadiri Bedah Buku Nasional LIDMI “Panduan MUI, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia”

Sebagai salah satu lembaga dakwah mahasiswa di Indonesia, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) yang berpusat di Makassar mengadakan Bedah Buku Nasional “Panduan MUI, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” pada hari Sabtu, 21 Rabi’ul Akhir 1435H/ 22 Februari 2014.

Acara ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa terhadap para pengikut syiah yang terus mendakwahkan agama sesat mereka.  LDK-LDK yang tergabung dalam LIDMI bermusyawarah menentukan kegiatan yang tepat untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya syiah ini.  Setelah mendengarkan berbagai pertimbangan yang ada, ditetapkanlah Bedah Buku Nasional “Panduan MUI, Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” sebagai kegiatan yang akan diusung.

Selasa, 24 Desember 2013

“Selamat Natal”; Bukan Sekadar Kata-Kata

Pembaca yang budiman, beberapa hari lagi kalender akan menunjukkan tanggal 25 Desember 2012.  Dalam kalender, angka ini ditandai dengan warna merah.  Orang-orang mengistilahkannya ‘tanggal merah’.  Sekedar tanggal merah bukan masalah, namun jika ‘merah’nya menodai akidah, itu yang berbahaya.
25 Desember diperingati sebagai hari natal oleh orang-orang nasrani(kristen).  Orang-orang nasrani menganggap tanggal ini sebagai hari kelahiran Isa (Yesus).  Mereka menjadikan hari ini sebagai hari raya yang mereka bergembira dan mengajak orang-orang untuk ikut bergembira bersama mereka di hari itu, termasuk kaum muslimin.  Sebagian kaum muslimin -yang jahil tentang agamanya- pun latah dan turut serta merayakan hari tersebut dan meluapkan kegembiraannya.  “Demi menjunjung toleransi”, kata mereka.

“Selamat Natal”; Bukan Sekadar Kata-Kata

Pembaca yang budiman, beberapa hari lagi kalender akan menunjukkan tanggal 25 Desember 2012.  Dalam kalender, angka ini ditandai dengan warna merah.  Orang-orang mengistilahkannya ‘tanggal merah’.  Sekedar tanggal merah bukan masalah, namun jika ‘merah’nya menodai akidah, itu yang berbahaya.
25 Desember diperingati sebagai hari natal oleh orang-orang nasrani(kristen).  Orang-orang nasrani menganggap tanggal ini sebagai hari kelahiran Isa (Yesus).  Mereka menjadikan hari ini sebagai hari raya yang mereka bergembira dan mengajak orang-orang untuk ikut bergembira bersama mereka di hari itu, termasuk kaum muslimin.  Sebagian kaum muslimin -yang jahil tentang agamanya- pun latah dan turut serta merayakan hari tersebut dan meluapkan kegembiraannya.  “Demi menjunjung toleransi”, kata mereka.

Selasa, 01 Januari 2013

Catatan Ta'lim Kitab Tauhid


CATATAN TA’LIM SENIN SORE
Ahad, 18 Safar 1434H/31 Desember 2012 pukul 16.45 WITA
Penceramah: Ustadz Muhammad Anwar Paeno Hafizhohullah
Moderator: Abu Muhammad al Qolakawy
noter : Risaluddin

Minggu, 24 Juni 2012

Seorang mukmin adalah ia yang menggabungkan Quwwatu'l 'Ilmiyyah wa Quwwatu' 'Amaliyah; Kekuatan Ilmu dan Kekuatan Amal. 

Lihatlah kaum Yahudi, mereka diberi kekuatan ilmu namun tidak pada pada kekuatan amalan, jadilah mereka Ummatul Ghodob (Umat yang dimurkai)  

Coba arahkan lagi pandanganmu kepada kaum Nasrani, mereka diberi kekuatan amal namun tidak diberi kekuatan ilmu, maka jadilah mereka umat yang tersesat (dholaal).

"Ghoiril maghduubi 'alaihim wa ladh'dhoolliin"
Kita berlindung kepada Allah 'azza wa jalla minimal 17 kali dalam sehari agar kita tidak termasuk orang yang menyerupai Yahudi dan Nasrani.

(ibn_syamsuddin)

Jumat, 15 Juni 2012

Hidup Hina dengan Kesyirikan

Sebagian saudara kita umat islam terlalu berlebihan memuji negeri-negeri kaum kafir. Sebutlah Jepang dengan kedisiplinannya, negara-negara Eropa dengan kebersihan dan keindahannya. Selanjutnya, mereka membandingkan kondisi negeri kafir tersebut dengan kondisi negeri kaum muslimin semisal Indonesia yang tidak disiplin, jorok, kotor, ketinggalan dan sebagainya. Hinaan mereka terhadap negeri kaum muslimin jauh lebih besar ketimbang pujian mereka terhadap negeri kaum kafirin. KETAHUILAH, KOTORAN TERKOTOR adalah KOTORAN KESYIRIKAN yang bersarang dalam hati mereka para orang-orang kafir. KOTORAN ini jauh lebih kotor dibanding kotoran yang tampak dalam pandangan. KESYIRIKAN, INILAH KEHINAAN yang PALING HINA... CAMKAN ini wahai Saudaraku... agar engkau tidak terlalu berlebihan menyanjung negeri orang-orang kafir. (catatan status FB-ku tanggal 15/6/2012)
Komentar Abu Muhammad (saya sendiri) : 
STOP SYIRIK di BUMI ALLAH. Jika ingin berlaku syirik, SILAKAN cari bumi lain yang bukan bumi-nya Allah 'azza wa jalla.. (dan pasti tidak akan engkau temukan). Maka jalan satu-satunya adalah: berhenti dari kesyirikan dan kembali kepada Tauhid.
PANCANGKAN TAUHID DI BUMI ALLAH... LAA ILAAHA ILLALLAAH!