Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Catatan Safar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Safar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2022

KSU: Hampir Tiga Bulan Baru Tau


Sejak saya datang sampai hari ini, sudah sekitar 2 bulan 2 setengah pekan.. baru hari ini saya ke tempat ikonik ini. Ini tampak depan Bahwu alias gedung rektorat King Saud University. Biasanya di flyer atau gambar-gambar terkait KSU, foto ini yang selalu ditampilkan. Ternyata disini.

Selama ini saya hanya berputar-putar di sebagian kecil titik di kampus. Masih banyak area KSU yang belum saya jelajahi.

Hari ini juga saya pertama kali Naik Saptco, bis angkutan umum di Riyadh, semacam busway kalau di Indonesia. Naik saptco ke daerah Batha' sekitar 40 menit. Di Batha, mungkin salah satu kecamatan di Kota Riyadh, merupakan daerah yang dihuni mayoritas pendatang atau pekerja dari luar Saudi. Kebanyakannya dari India, Pakistan dan Bangladesh. Yang kami kunjungi adalah pasarnya. Lumayan luas dan terdiri atas banyak blok blok, ada blok pakaian, elektronik, daging, dan lain-lain. Harga di Batha relatif lebih murah dibanding harga di tempat lain di Riyadh. Jadi tempat yang cocok buat cari oleh-oleh bagi siapa yang datang ke Riyadh.

00.09 WAS di Asrama.. 5 Rabi' II 1444/30 Ok 2022

Sabtu, 06 Agustus 2016

2 Hari Bersama Saudara-saudara- Silsilah Safar (3)

Di antara hal paling teringat adalah selama dua hari di kapal saya bersama rombongan saudara yang sedang khuruj (mereka dikenal dengan Jamaah Tabligh).

Mereka begitu semangat dalam menyampaikan dakwah. tiap habis solat pasti mereka ada yang ceramah singkat. Belum lagi mereka selalu berkeliling mengajak orang lain untuk solat di masjid. Seakan tak kenal sungkan. Mereka mendatangi orang-orang sembari senyum dan mengingatkan mereka tentang rububiyah Allah.
Ini poin yang saya catat betul, bahwa dalam ceramah-ceramahnya, mereka selalu mengingatkan tentang rububiyah Allah. Allah yang menciptakan, Allah yang memberi rezeki.

Tidak dipungkiri, cukup banyak juga hadits lemah yang mereka bawakan. Dan ini sebenarnya harus diluruskan. Karena nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda

من كذب علي متعمدا فليتبوء مقعده من النار
(Barangsiapa berdusta atas namaku hendaknya ia menyiapkan tempat duduknya di neraka)

Semoga Allah mengampuni saudara-saudara kita ini atas setiap kekeliruan mereka -dan siapakah manusia yang ma'shum- dan memberi mereka petunjuk. Dan begitu pula kita semua.

Namun, saya kagum pada mereka atas semangat mereka dalam dakwah.  Inilah yang ingin saya pelajari. Bukankah ini akhlak islam? Senyum pada saudara, menginginkan kebaikan untuk mereka.

Saya bukanlah yang bergabung dalam jamaah tabligh. Tapi, saya juga ingin bisa supel kepada orang lain, agar dakwah sunnah dakwah salaf ini tersebar dengan hikmah.

Perlu kita catat juga, bahwa tujuan kita mengingatkan rububiyah Allah agar mereka menyadari uluhiyah Allah sehingga mereka bisa terbebas dari syirik. Tauhid rububiyah saja belum cukup untuk bisa selamat dari neraka...

O iya, sebelum berpisah dari kapal, kita saling bersalam-salaman dan cipika cipiki. Semoga Allah menjaga mereka, saudara-saudaraku yang punya semangat berkorban untuk dakwah. Dan tetap berharap semoga nanti ada yang bisa meluruskan berbagai pemahaman yang keliru pada mereka. Amin.

#Ahad, 4 Dzulqo'dah 1437 @ 11.15 wita
#Makassar; di mush'ab masjid kenangan...

Menunggu Pemberangkatan-Silsilah Safar (2)

Di tiket, tertera jam 8. Agar tidak telat, habis subuh saya langsung start. Tiba sebelum jam 6 di pelabuhan.

Ternyata orang-orang sudah pada mengantri di depan gerbang terminal tunggu.
Tanpa tunggu lama, saya langsung ikut mengantri, dengan sebuah koper, kardus dan kantong plastik di tangan.
Pas sudah giliran saya untuk pemeriksaan tiket, ternyata ini antrian buat yang mau ke papua, bukan Makassar. Qodarullah, akhirnya saya pun keluar dari antrian.

Waktu terus berlalu,  ratusan penumpang kapal lain hilir mudik masuk keluar pelabuhan namun panggilan untuk penumpang kapal yang akan kutumpangi belum juga ada.
Tak ada yang bisa kami lakukan kecuali terus menunggu.

Zhuhur pun masuk. Belum juga ada kejelasan kapan kami akan diberangkatkan. Sampai ada penumpang yang batal berangkat dan menuju bandara untuk naik pesawat karena sudah tak sabaran dengan kondisi yang ada.
Dalam kondisi seperti ini, saya selalu ingat pelajaran syaikh Kamal tentang takdir, bahwa orang yang beriman pada takdir Allah maka ia akan lapang hatinya karena ia yakin semua ini terjadi karena takdir dari Allah subhanahu wata'ala. Hafidzahullohu.

Akhirnya ada kejelasan. Penumpang dipersilakan naik ke kapal pukul 5.30 sore. Namun kapalnya baru berangkat pukul 7.30 malam. Jadi, lebih dari 12 jam saya menunggu di pelabuhan.

Pelajaran yang bisa saya ambil:
1. Dalam segala kondisi yang terjadi di luar harapan kita, yakinlah bahwa itu takdir Allah. Dan takdir Allah itulah yang terbaik buat seorang muslim. Orang yang beriman dengan takdir, di antara hikmahnya adalah dia akan memiliki "roohatul qolbi" (hati yang selalu lapang dan bahagia).

2. Selalu berbaik sangka pada Allah, maka pasti kita akan bahagia. Dalam hadits qudsi:
إني على ظن عبدي
(Sesungguhnya Saya berdasarkan prasangka hamba-Ku)
Jika kau berprasangka baik pada Allah, Allah akan memberimu kebaikan.

3. Sambil menunggu, sebenarnya banyak kebaikan lain yang bisa kita lakukan, seperti berdzikir, membaca buku, sholat sunnah atau ibadah lainnya. Syukurilah.

4. Menunggu pemberangkatan kapal. Refleksikan bahwa kita sekarang juga sedang menunggu pemberangkatan kematian. Isi waktu ini dengan hal-hal yang bisa membantu kita saat nanti tiba waktu "berangkat".

Barokallohu fikum

#Ahad, 4 Dzulqo'dah 1437 @ 09.52 wita
#di mush'ab masjid kenangan...

Ingin Dapat Pengalaman-Silsilah Safar Surabaya-Makassar(1)

Setelah beristikhoroh kepada Allah, kuputuskan untuk menggunakan transportasi kapal laut dari Surabaya ke Makassar. Tujuan utamanya agar saya bisa mendapatkan pengalaman lain dalam lembaran kehidupan.

"Tak akan kecewa orang yang beristikhoroh pada Allah"

Betul juga, banyak pengalaman baru yang kudapatkan.. akan diperinci insya Allah dalam tulisan selanjutnya.. insya Allah

#Ahad, 4 Dzulqo'dah 1437 @ 09.52 wita
#di mush'ab masjid kenangan...

Rabu, 03 Agustus 2016

Lelahlah untuk Akhirat

Suatu pagi di Tanjung Perak..
Cerah, angin sepoi-sepoi membelai wajah-wajah letih ratusan penumpang yang lagi menunggu panggilan masuk ke terminal pemberangkatan..

Jadwalnya jam 8 pagi, tapi banyak penumpang yang menginap di wisma sekitar pelabuhan bahkan lebih banyak lagi yang tidur di pelabuhan, ada yang di parkiran, di emperan ruang tunggu beralaskan koran atau tak beralas sama sekali.
Tujuannya satu: agar tidak ketinggalan kapal. Wajar saja, kebanyak penumpang datang ari daerah yang jauh.

Mereka punya urusan masing-masing di daerah tujuannya.
Letih, lelah, capek, berhina-hina dan bersabar demi bisa sampai di tujuan. Karena mereka yakin ada kemaslahatan yang akan mereka dapat disana.
Ya, kebanyakannya kemaslahatan dunia.

Untuk kemaslahatan akhirat, apakah kita telah berletih lelah, bersabar dan berhina-hina di hadapan Allah? Padahal akhirat lebih pantas kita perjuangkan daripada dunia?
Lihatlah Nabi dan Para sahabat. Pengorbanan maksimal telah mereka berikan untuk islam; waktu,tenaga, Harta bahkan nyawanya. Tiada lain karena mereka mengharapkan kemaslahatan akhirat yang Allah janjikan.

إن وعد الله حق
(Sesungguhnya janji Allah itu pasti)

Mari, bercapek-capek dalam ketaatan!

#Kamis, 1 Dzulqo'dah 1437 @ 7.27Wib

Jangan Lupa Syukur

Syukuri setiap nikmat yang Allah berikan pada kita.
Sadarkah kita bahwa begitu banyak nikmat yang kita tidak sadari bahwa itu nikmat? Akibatnya, syukur kita kurang.

Bersyukurlah, niscaya ditambahkan nikmat untukmu dari Allah As-syakuur..

Termasuk nikmat yang mungkin kita anggap kecil dan terkadang lupa kita syukuri,
yaitu Allah mudahkan kita dalam perjalanan hingga sampai di tempat tujuan. Karena begitu bahagianya bisa bertemu kerabat dalam keadaan selamat, sampai menutup akal untuk sekedar mengucap "Alhamdulillah.."

Abu Muhammad
Wonokromo-surabaya, 29 Syawwal 1437 @ 15.31

Selasa, 02 Agustus 2016

Ucapkan "Allahu Rabbii Laa Syariika Lahu", Maka Engkau akan Bahagaia

Bagaimana mungkin kebahagiaan tak bersemayam di hatimu, lalu lenyap segala kesedihan dan kegalauan? Padahal engkau berkata "Allahu rabbii laa syariika lahu" (Allah rabbku tiada sekutu bagiNya)..

Apakah begitu susahnya kalimat ini dihapalkan -sehingga tak kau ucapkan-? "Allahu rabbii laa syariika lahu" (Allah rabbku tiada sekutu bagiNya)..

Sungguh Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang ditimpa kesusahan, dukacita, rasa sakit, atau penderitaan apapun, lalu ia berkata 'Allahu rabbii laa syariika lahu' maka penderitaannya akan dihilangkan darinya (kusyifa dzalika 'anhu)"
(HR. Thabrani dan Baihaqi, dihasankan Syaikh Al-Albani)

Betapa agungnya sebab kebagiaan ini, tetapi kita lalai dan melupakannya..

#Dari Kitab Kecil Berjudul Sa'aadatul Usrah (Kebahagiaan Rumah Tangga) hal. 24, Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili
#Diterjemahkan Abu Muhammad
~di atas kereta Logawa, singgah di Kedung Banteng menunggu persilangan kereta lain; Rabu, 29 Syawwal 1437 @ 11.23

Nama Tidaklah Mengubah Hakikat

Disebutkan sebuah kaidah dalam agama kita

الإسم لا يعير الحقيقة
Al-ismu la yughoyyirul haqiqah..
(Nama itu tidaklah mengubah hakikat)

Contoh:

.: pacar itu tetap pacar dan itu tidak dibolehkan, meskipun mereka saling panggil papa-mama (layaknya suami istri yang sah lewat jalur pernikahan)

.: bir itu tetap khamr yang diharapkan, meskipun namanya "bir" yang dalam bahasa arab berarti "kebaikan"

.: di zaman orde baru ada namanya SDSB (SUMBANGAN Dana Sosial Berhadiah), tapi hakikatnya adalah judi yang diharamkan. Tetap judi meskipun namanya sumbangan

#Faidah dari taklim "Syarah masa-ilul jahiliyah" bersama Ust. Arismunandar tadi malam di Masjid al-Ashri
#Rabu, 29 Syawwal 1437 @ 09.01
#Abu Safar
~diketik di atas kereta Logawa, dalam persinggahan, Jogja-Surabaya

Minggu, 31 Juli 2016

Tetaplah Menjadi Hamba

Sunnatullah
Ada pertemuan ada perpisahan..
Ada awal ada akhir..

2 tahun lalu kudatangi tanah Jawa untuk menuntut ilmu

Kini, 2 tahun itu telah berlalu. Saatnya pulang.
Untuk tujuan yang lain.

Beginilah dunia yang fana ini..
hanya perpindahan dari satu keadaan ke keadaan lain. Dan yang diharapkan adalah berpindah dari satu ketaatan pada ketaatan yang lain, bukan sebaliknya.

اللهم يا مصرف الفلوب
صرف قلوبنا على طاعتك

Perjalanan yang akhirnya pasti; mati!

Gunakan waktu yang singkat untuk perjalanan selanjutnya sangat sangat panjang; akhirat.

Di dunia, tak ada kebahagiaan maupun kesengsaraan yang terus menerus. Selalu bergilir.
Teruslah taat hingga penghujung.

واعبد ربك حتى يأتيك اليقين...
"Dan sembahlah tuhanmu sampai Al-Yaqin(maut) mendatangimu"

Tetaplah menjadi hamba Allah dimanapun kamu berada.

#Keep istiqomah
#di atas kereta dalam perjalanan Jakarta-Jogja, entah kapan ku kembali lagi ke sana
#27 Syawwal 1436 @ 12.56 Wib, si faqir di hadapan Rabb-nya

Kamis, 21 Juli 2016

Hati-hati terhadap ini di Terminal

Jika Anda berada di terminal dan anda akan menggunakan jasa angkutan umum, maka pastikan barang-barang Anda tetap dalam genggaman. Jangan biarkan ada orang lain yang membawanya meskipun ia tersenyum manis dan menawarkan bantuan.

Ketahuilah, kemungkinan besar itu kuli angkat. Jika memang Anda butuh kuli, buat akad di awal berapa yang harus Anda bayar, agar tidak terjadi hal-hal yang Anda tidak inginkan.

Jika tidak butuh kuli, katakan bahwa Anda bisa mengangkatnya sendiri.

Selalulah berdzikir kepada Allah, jika berada di suatu tempat atau persinggahan bacalah doa

أعوذ بكلمات الله التامت من شر ما خلق
A'udzu bi kalimat illahi taammati min syarri ma kholaq

"Aku berlindah dengan kalimat Allah yang sempurna dari gangguan apa yang Dia ciptakan"

Semoga perjalanan Anda senantiasa diberkahi. Amin yaa Rabb.

#terminal kampung rambutan, 17 Syawal 1437H / 22 - 6 - 2016 @ 09.36