Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Bersama Syaikh Kamal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bersama Syaikh Kamal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

رسالة مهمة من شيخنا المحبوب

السلام عليكم ورحمة الله  وبركاته
بارك الله لك وبارك عليكما وجمع بينكما بخير
كيف حال اخي العزيز
نتمنى أن تكون  باتم الصحه والعافيه والسعاده
وقدبلغنا من اخباركم الطيبه
ماجعلنا نفرح ونسعد
ونسأل من الله ان يوفقكم وان ييسر لك امرك
وان يرزقكما الله الذريه الصالحه وان يجعلهم من علماء الاسلام
ونتمنى لك بهذه،النعمه العظيمه وهي الزواج ان تواصل من طلب العلم وان تكون كما كنت في معهد مدينة القرءان. من الجد والاجتهاد والنشاط
واشكرك على خدمتك لنا ونسأل،من الله ان يكتب،اجرك
اخوك ومحبك
ابوعثمان النجار

#أُرسل يوم عاشوراء مساء
عام ١٤٣٧ه

Kamis, 29 September 2016

Cinta yang Tak Terdefinisi

::.. ditulis oleh Abu Muhammad ..::

Entah pada pelajaran apa, kalau tidak salah pada pelajaran aqidah..
Saat pembahasan tentang Hubb/Mahabbah (Cinta)..

Syaikh mengutip perkataan Seorang Ulama.. entah siapa, aku lupa..

Ta'rif Mahabbah (definisi Cinta)..
.. syaikh melanjutkan..
Cinta, sudah dipahami maknanya (oleh setiap orang).. memberikan definisi bagi kata "Cinta" justru akan semakin mengaburkan maknanya...

#lss, Jumat, 28 Dzulhijjah 1437/28092016
#sow, hamin19
#membuka lembaran memori masa2 Indah di pesantren

Selasa, 27 September 2016

Nikahkan karena Agamanya

Malam ini kusempatkan mendengar rekaman nasihat pernikahan dari Syaikh Kamal pada walimahan Abu Ibrohim di libuk linggau beberapa Bulan lalu..

Datang seorang pada Ibrahim bin Adham untuk bertanya..
'Dengan siapa hendaknya kunikahkan anakku?'

Maka Ibrahim bin Adham menjawab:
'Adapun orang Yahudi menikahkan anak2 mereka atas dasar Harta.. orang nasrani menikahkan anak2 mereka atas dasar kecantikan dan kegantengan. Maka hendaknya seorang mukmin menikahkan anak mereka atas dasar agama karena Allah berfirman:
Inna akramakum 'indallohi atqokum..

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa..

Dan takwa ini kaitannya dengan agama..."

#Lasusua, Rabu, 26 Dzulhijjah 1437/28 Sep 2016 @ 02.00wita
#nostalgia
#pengingat

Minggu, 11 September 2016

Kerinduan yang Mendalam

Rindu rasanya, bisa bermajelis lagi meneguk tetesan-tetesan ilmu yang bersumber dari kitabullah wa sunnah rasulullah. Semoga ada waktu lagi, Allah membukakan jalan untuk "melanjutkan pengembaraan".

Teringat pesan syaikhuna, beliau pernah berpesan:

"Saat engkau kembali ke kampungmu, dan disana tidak ada yang kamu bisa beristifadhah darinya.. maka teruslah belajar dengan banyak membaca. Teruskan hafalan sebagaimana disini engkau menghafal; matan ilmiyah dan hadits. Dan semoga Allah memberi taufik padamu untuk bisa melanjutkan tholabul ilm pada para ulama, baik di Saudi ataupun negeri-negeri lain.."

وفقني الله و إياكم لطلب العلم...

لاسوسوا ١٠ ذواالحجة ١٤٣٧ في 00.07
الطويلب

Kamis, 08 September 2016

Keutamaan 10 Awal Dzulhijjah yang Terlupakan

Pembaca rahimakumulloh,tahukah Anda bahwa kita sedang berada di waktu yang sangat mulia? Kita sedang berada di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Perlu rasanya kita saling mengingatkan, karena seorang mukmin akan mendapatkan manfaatdari nasihat, dan bertambah semangatnya dalam beribadah.

.: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah:.

10 hari pertama di bulan Dzulhijjah memiliki sangat banyak keutamaan, sebagaimana dalam Al-Quran dan hadits-hadits shohih, di antaranya:

1. Allah bersumpah dengan 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah

“Demi Fajar dan malam-malam yang sepuluh” (Surat Al-Fajr ayat 1-2)“

"Malam-malam yang sepuluh," dalam ayat tersebut menurut jumhur(mayoritas) ulama yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
Perhatikan, Allah bersumpah dengan 10 hari pertama Dzulhijjah. Dalam kaidah tafsir disebutkan, jika Allah bersumpah dengan sesuatu, maka menunjukkan keagungan dan keutamaan sesuatu tersebut. Ini berarti, 10 hari pertama di awal Dzulhijjah memiliki keagungan dan keutamaan yang sangat besar di sisiAllah.

2. Allah menyebutkan secara khusus 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah sebagai “Ayyamin ma’lumaat” (hari-hari yang sudah diketahui), sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 28

3. Amalan yang paling afdhol(utama) adalah amal yang dilaksanakan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sebagaimana juga amalan yang dilaksanakan di bulan Ramadhan. Dalam hadits shohih riwayat Imam Bukhori dari sahabat Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Tidak ada hari-hari yang amalan sholih yang dikerjakan pada waktu itu, lebih dicintai Allah dibanding hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Dzulhijjah” Para Sahabat bertanya, “Apakah lebih Allah cintai juga amalan di 10 awal Dzulhijjah dibanding Jihad wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab “Iya. Kecuali seseorang yang berangkat berjihad dengan harta dan jiwanya lantas ia tidak kembali lagi baik dengan hartamaupun jiwanya (mati syahid)”

Perhatikan, kita tahu bahwa jihad lebih afdhol dibanding amal sholih yang lain. Karena jihad dampaknya meluas, sedangkan amal sholih kebanyakan dampaknya hanya untuk diri sendiri. Namun, Allah lebih mengutamakan amal sholih yang dilakukan di 10 awal Dzulhijjah dibanding jihad, kecuali yang berangkat berjihad kemudian tak kembali lagi (mati syahid). Ini semua tentu karena 10 awal Dzulhijjah memiliki keagungan dan kemuliaan di sisi Allah.

4. 10 hari pertama Dzulhijjah merupakan hari-hari dunia yang paling utama. Dalam hadits Riwayat Ibnu HIbban yang dishohihkan Syaikh Al-Albani dari sahabat Jabir,bahwasanya Rasulullah bersabda, “Seutama-utama hari di dunia ini adalah hari-hari 10 awal Dzulhijjah”

5. Pada 10 awal Dzulhijjah terdapat hari yang sangat agung, yakni hari Arofah (9 Dzulhijjah) dan hari nahr/penyembelihan kurban (10 Dzulhijjah). Dalam hadits Riwayat Imam Abu Dawud yang dishohihkan Syaikh Al-Albani, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Hari yang paling agung di sisi Allah yaitu hari Nahr kemudian hari Qarr”

Hari nahr yaitu tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Qarr maksudnya hari-hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

.: Hikmah Keutamaan 10 Awal Dzulhijjah :.

Lantas, apa hikmahnya, mengapa 10 awal Dzulhijjah memiliki keutamaan khusus?

Sebagian ulama mencoba menggali hikmahnya, dan sangat banyak hikmahnya yang tidak ada yang tahu kecuali Allah. Dan kita sebagai seorang mukmin jika telah sampai kepada kita kabar yang shohih, maka kita katakan Sami’naa wa atho’naa wa shoddaqnaa (Kami dengar dan kami taati dan kami benarkan).

Di antara hikmahnya, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar, bahwa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, berkumpul semua induk-induk ibadah, atau bisa kita katakan, berkumpul semua rukun islam yang lima; tauhid, sholat, zakat, puasa dan begitu pula haji. Dan haji itu sendiri, didalamnya berkumpul kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia, dari bangsa dan warna kulit yang berbeda-beda. Semuanya berkumpul di satu tempat, dan ini hanya terjadi pada 10 awal dzulhijjah, tepatnya di hari arofah(9 Dzulhijjah). Tentu hari-hari ini merupakan hari-hari yang agung. Ini di antara hikmahnya. Dan banyak hikmah lain yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.

.: Di Antara Amalan-amalan Di 10 Awal Dzulhijjah :.

1. Puasa

Dalam hadits Riwayat Abu Dawud, Hafshoh berkata, “Rasulullah biasa berpuasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah”.

Begitu juga keterangan yang datang dari istri-istri nabi yanglain. Tentunya beliau tidak berpuasa tanggal 10 Dzulhijjah, karena merupakan hari raya ‘Iedul Adha. Penyebutan 10 awal Dzulhijjah hanya untuk memutlakkan penyebutan.Dan keutamaan puasa sangat besar di sisi Allah, sebagaimana dalam hadits Qudsi, “Semua amalan anak Adam diperuntukkan baginya, kecuali puasa. Karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” Karena puasa termasuk amalan rahasia, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, beda dengan sholat atau qiyamullail atau zikir. Bisa jadi anak istri melihat kita melakukannya.

Rasulullah bersabda, “Puasa itu perisai”. Perisai dari syubhat dan syahwat. Karena dengan puasa mempersempit jalan setan dan setan itu mengalir melalui jalan peredaran darah.

Jika sulit berpuasa setiap hari, maka upayakan puasa senin kamis. Karena nabi Muhammad mengabarkan bahwa pada hari itu amalan diangkat ke langit. Nabi ketika ditanya mengapa puasa senin kamis, beliau menjawab, “Amalan diangkat kepada Allah pada kedua hari dan aku suka jika amalanku diangkat sedang saya dalam keadaan berpuasa”

Atau jika tidak bisa puasa setiap hari bisa juga dengan puasa selang-seling, sehari puasa sehari tidak sebagaimana puasa nabi Dawud. Nabi bersabda, “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasanya Nabi Dawud, sehari berpuasa dan sehari berbuka”

2. Berdzikir kepada Allah

Allah berfirman dalam Surah al-Hajj ayat 28, “…dan agar mereka berdzikir kepada Allah pada hari-hari ma’lumat”.

Hari-hari ma’lumat maksudnya adalah 10 hari di awal Dzulhijjah. Dalam Hadits Ibnu Umar,Rasulullah bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai Allah amalan yang dilakukan di dalamnya, lebih daripada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah ini. Maka perbanyaklah pada hari-hari itu: tahlil (laa ilaaha illallah) dan takbir (Allahu akbar) dan tahmid (Alhamdulillah)” (HR. Ahmad)

Begitulah ulama-ulama kita dahulu, mereka memperbanyak dzikir pada hari-hari ini, khususnya takbir. Karena takbir pada hari-hari ini termasuk dzikir yang paling agung (lihat Surat al-Hajj ayat 37).

Dalam hadits shohih riwayat Bukhori disebutkan, “Abu Hurairah dan Ibnu Umar keluar menuju pasar pada 10 awal Dzulhijjah lalu mereka bertakbir hingga orang-orang di pasar juga ikut bertakbir bersama mereka”

Takbir pada 10 awal Dzulhijjah dan hari tasyrik(11,12,13) terbagi menjadi dua, muthlaq dan muqoyyad. Takbir muthlaq dilakukan dimana saja, di jalan, di kamar, di atas pembaringan, dan ini sejak tanggal 1 hingga 13 Dzulhijjah. Adapun takbir muqoyyaddilaksanakan setiap selesai sholat sejak hari Arofah (9 Dzulhijjah) hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah).Terkait Dzikir di 10 awal Dzulhijjah, para ulama berkata bahwa ini termasuk di antara sunnah-sunnah yang banyak ditinggalkan. Padahal Dzikir ini memiliki sangat banyak keutamaan, baik dilakukan di awal Dzulhijjah maupun di waktu yang lain. Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Wabilus Shoyyib menyebutkan lebih dari 100 keutamaan dzikir. Maka mari perbanyak dzikir kepada Allah, khususnya pada waktu-waktu utama seperti ini (10 awal Dzulhijjah). Jika diwaktu mulia seperti ini saja kita malas, maka kemungkinan sepanjang tahun kita akan menjadi malas.

Semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah untuk bisa memperbanyak amalan di waktu mulia seperti ini, sebagai bekal kita menghadapi kematian.

.: Puasa Arofah, dosa 2 tahun diampuni :.

Dalam hadits shohih Nabi bersabda,“Puasa hari arofah (9 Dzulhijjah), maka saya berharap kepada Allah agar mengampuni dosa setahun laludan setahun akan datang”

Mari kita ingatkan semua orang-orang yang kita cintai untuk jangan sampai melewatkan kesempatan emas ini; puasa arofah. Puasa sehari, namun dijanjikan pengampunan dosa setahun lalu dan setahun mendatang. Tentu yang diampuni dosa-dosa kecil, adapun dosa-dosa besar maka ini butuh tobat secara khusus kepada Allah (tobat nashuha).Berdasarkan hasil sidang Itsbat pemerintah RI, diputuskan Idul Adha (10 Dzulhijjah) tahun ini jatuh Senin,tanggal 12 September 2016. Itu berarti, kita melaksanakan puasa Arofah hari Ahad 11 September 2016. Semoga bermanfaat.

Sumber: Kajian Ilmiah berbahasa Arab yang disampaikan Syaikh Abu Utsman An-Najjar tanggal 15-16/9/2015

Transkrip dan alih bahasa oleh Abu Muhammad

#Lasusua, Jumat, 7 Dzulhijjah 1437@8.46
#materi di atas adalah materi buletin jumat edisi hari ini
#sebenarnya sudah diketik 2 malam lalu, tp baru sempat diposting pagi ini..
#on waiting

Jumat, 08 Juli 2016

Utamakan Keselamatan Hati

"Yang paling penting adalah hatimu.."

Berita mungkin perlu antum tau, tapi kalau menyibukkan hatimu? tinggalkan!

Status2 teman di Facebook mungkin penting, tapi kalau melalaikan hatimu? Tutup!

Kiriman-kiriman di grup-grup Whatsapp mungkin ada baiknya, tapi kalau membuat hatimu galau? Jangan dibuka!

###

yauma la fanfa'u maalun wa laa banuun illaa man atallaaha biqolbin saliim..

"Pada hari yang tidak bermanfaat lagi Harta dan keturunan, kecuali yang menghadap Allah dengan HATI yang Saliim (selamat)"...

Perhatikan hatimu, jadikan ia tempat dzikir, setiap waktu mengingat Allah.. jangan biarkan apa pun mencurinya.

"Yang paling penting adalah hatimu..."

#Faidah dari Dars Fawaidul Fawaid beberapa hari lalu..

#Di atas rangka besi hitam dalam balutan busa, 4 Syawal 1437 @ 10.10_Sukamaju

Rs

Kamis, 07 Juli 2016

Pelajaran dari Bocah

Safar bersama bocah-bocah ini menyadarkanku betapa susahnya dulu orang tua mengurusiku..

Berantem dengan adik, menangis, minta macam-macam, pengen beli ini itu, berlarian di tengah keramaian.. ternyata semua ini merepotkan..

Saya bisa merasakannya sekarang, saya tidak kesal pada bocah-bocah ini, justru saya jadikan pelajaran.

Merepotkan orang tua,  bukan sekali dua kali, tapi setiap hari. Dan orang tua bersabar mengurusiku dan adik-adikku.

Benarlah Allah dan RasulNya yang memerintahkan berbakti kepada orang tua dan mengancam orang yang durhaka pada orang tua.

Begitu banyak pengorbanan orang tua buat anak-anaknya. Tak terhitung bentuk pengorbanan itu.

Semoga Allah menjadikan kita anak yang berbakti.

#Sudah Sampai, Malam 3 Syawal 1437 @ 21.19

Bunyi jangkrik habis hujan..

Doa Pasti Dikabulkan

Allah berfirman

"Ud'uuniy astajib lakum"
"Berdoalah kepada Ku niscaya akan kukabulkan"

Allah berjanji mengabulkan setiap doa kita.

Dan Allah..

"Innallaaha laa yukhliful mii'aad"
"Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji"

Jika kita punya hajat kepada Allah, berdoalah dengan sebenar-benar doa. Fokuslah kepada doa kepada Allah. Bukan fokus kepada pengabulan doa. Karena sudah pasti, doa yang dipanjatkan dengan syarat-syarat terpenuhi dan tidak ada penghalangnya pasti terkabulkan.

Fokus dengan bagaimana kita berdoa, cara kita berdoa. Apakah sudah khusyu? Apa kita sudah meninggalkan penghalang penghalangnya seperti maksiat dan bidah serta kesyirikan?

Bukannya fokus dengan apa yag kita minta. Karena banyak yang hanya fokus dengan pengabulan doanya tanpa dia perbaiki kualitas doanya, tidak khusyu', maksiat juga terus dilakukan. Doa yang benar pasti Allah kabulkan. Karena Allah tidak mungkin mengingkari janji Nya.

Jadi, tugas kita memperbaiki hubungan dengan Allah. Dengan itu maka Allah akan memenuhi janji Nya mengabulkan doa kita.

(Faidah dari Fawaidul Fawaid)

#Di atas gunung anonim, di perjalanan pulang dari TBN menuju ma'had, sembari duduk melihat pemandangan dengan hawa sejuk

Kamis, 2 Syawal 1437 @ 14.58

Rabu, 06 Juli 2016

Tujuan Perjalanan Ini

Melelahkan perjalanan ini.
Macet. Hanya bisa berjalan sedikit demi sedikit. Kaki pegal menginjak rem dan gas. Jalan yang terjal menambah beban buat sopir dan kendaraan. Namun itu semua tak jadi masalah karena ada sesuatu yang diharapkan di akhir perjalanan.

Perjalanan kehidupan memang berat. Namun harus dijalani karena ada tujuan yang harus dicapai. Itulah tujuan yang banyak dilalaikan manusia.

"Dan tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Ku" (terjemah Qs. Adz Dzariyat 56)

Allah menciptakan kita untuk menjadi hamba Nya. Bukan untuk menjadi hamba yang lain. Apalagi menjadi budak dunia. Ingat, dunia hanyalah tempat persinggahan.

Nabi shallallahu alahi wasallam bernasihat kepada Ibnu Umar, kun fid dun-ya kaannaka ghoribun aw 'aabiru sabiil, jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau penyeberang jalan.

Jadikan hidup ini berarti dengan memperbanyak amal shalih karena itulah yang akan membantu memudahkan kita dalam perjalanan selanjutnya; akhirat.

#Masjid Al Barokah Cisarua Bogor
Rabu, 1 Syawal 1437H @ 15.17

Selasa, 05 Juli 2016

Untukmu Dai...

Beberapa poin nasihat berharga malam ini:

1. Dalam dakwah, jangan pikir langsung isi pengajian dan orang-orang sudah siap mendengarkan. Tapi bersiaplah untuk membangun dakwah dari awal. Agar bisa merasakan bagaimana dakwah para nabi. Para nabi memulai dakwah dari awal dengan semua dukanya.

Dengan membangun dari awal, metode-metode nabi bisa dipraktikkan.

2. Manusia butuh akhlak para dai. Jadikan diri sebagai teladan di masyarakat.

3. Ejekan, cemoohan adalah hal yang wajar ditemui oleh dai

4. Pemahaman yang salah, kalau berpikir ilmu harus sempurna baru bisa berdakwah. Tapi yang benar ilmu dai itu sudah kuat, maksudnya, ia sudah memiliki apa yang penuntut ilmu butuhkan.

5. Jangan cuma berpikir bahwa masyarakat terpengaruh dengan dakwahmu, tapi niatkan bahwa akan ada ulama-ulama terlahir dari situ yang akan menyebarkan ilmu ke berbagai penjuru dunia..

Sekian dulu coretan malam ini.

#Si Fakir
Malam Rabu, 1 Syawal 1437 @ 22.37 wib

Rabu, 22 Juni 2016

يسرني الله و إياكم

الحمدلله رب العالمين
إنتهينا اليوم من كتاب عمدة الأحكام
آخر الباب درسنا يعني كتاب الحج
درسناه مع الشيخ إبي عثمان كمال النجار حفظه الله

.: ابو محمد رسال الدين بن شمس الدين :.
يوم الخميس - ١٨رمضان ١٤٣٧

هذه الكتابة ستكون تذكرة في المستقبل انشاء الله

Selasa, 21 Juni 2016

الحمد لله بنعمته تتم الصالحات

الحمدلله
إنتهينا اليوم درس العقيدة الطحاوية
درسناه مع الشيخ إبي عثمان كمال النجار حفظه الله

.: ابو محمد رسال الدين بن شمس الدين :.
يوم الأربعاء - ١٧رمضان ١٤٣٧

هذه الكتابة ستكون تذكرة في المستقبل انشاء الله

بنعمة الله

الحمدلله
انتهينا اليوم من منظومة جوهر المكنون في البلااغة
درسناه مع الشيخ ابي عثمان النجار حفظه الله

.: ابو محمد رسال الدين بن شمس الدين :.
يوم الثلثاء - ١٦ رمضان ١٤٣٧

هذه الكتابة ستكون تذكرة في المستقبل انشاء الله

Minggu, 22 Mei 2016

Keluh Jelang Ramadhan

Seorang santri mengeluh pada gurunya:

Ramadhan tahun ini, sepertinya pondok akan sepi. Pada pulang kampung santrinya.. gak ada kegiatan. Yang tinggal paling beberapa orang..

Sang guru menjawab:
"(Kalian di pondok) Jauh dari fitnah, (manfaatkan) dengan membaca quran"

###

Yah, Ramadhan bulan Al Quran.. mari manfaatkan waktu, sibukkan diri dengan Al Quran..

Jadilah manusia optimistis.. lihat segala sesuatu dengan pandangan optimistis. Berprasangka baiklah, bahwa Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan di tengah kehimpitan yang kita alami..

.: Abu Muhammad :.
Disini, 15 Sya'ban 1436/22 Mei 2016 @ 17.25

Rabu, 11 Mei 2016

Adab dari Guru

Benarlah..

Tuntutlah ilmu dari guru, bukan cuma sekadar dari buku.. karen pada guru itulah kita mencontoh adab..

Terkesan dengan sikap beliau.

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 4 Sya'ban 1437/11-5-2016

Rabu, 27 April 2016

'Asyaratu Syuruur (10 Hal Buruk)

Berdasarkan Hadits Riwayat Imam Muslim dari Sahabat Zaid bin Arqom, ada 10 Hal yang kita diajarkan oleh Rasulullah untuk berlindung darinya:

1. Al-'Ajz العجز (Lemah)
2. Al-Kasl الكسل (Malas)
3. Al-Jubn الجبن (Pengecut)
4. Al-Bukhl البخل (Pelit)
5. Al-Haram الحرم (Pikun)
6. 'Adzabul Qobr عذاب القبر (Adzab Kubur)
7. Ilmun laa yanfa' علم لا ينفع (Ilmu yang tak bermanfaat)
8. Qolbun laa yakhsya' قلب لا يخشع (Hati yang tidak bisa khusyu')
9. Nafsun laa tasyba' نفس لا تشبع (Jiwa yang tak pernah puas)
10. Da'watun laa yustajaabu lahaa دعوة لا يستجاب لها (Doa yang tidak terkabul)

Diringkas dari Taklim Subuh Syaikh Abu Utsman Kamal an-najjar

Jonggol, 20 Rajab 1437/28 April 2016

.: Risaluddin Syam:.

Senin, 25 April 2016

Membaca dan Syaikh Utsaimin

Malam ini ana dengar rekaman pelajaran ushul fiqh yang pekan lalu tidak sempat ana ikuti..

Nih ada faidah berkesan..

Kata syaikh..

Kalau kalian belum terlalu paham, silakan murajaah dengan membaca kitab2 syarah..  Allah itu Kariim (Maha Dermawan..), "Iqra bismiraabikalladzii kholaq. Kholaqol insana min 'alaq. Iqra' wa rabbukal akram..."
Maka membacalah, maka Allah akan berbuat ikram pada kalian. Allah akan membukakan kepada kalian pintu-pintu faidah.

Kalian bisa membaca Ushul min ilmil ushul karangan syaikh Ibn Utsaimin. Kitab-kitab syaikh Utsaimin terkenal sebagai kitab-kitab yang paling mudah dipelajari.

Ulama berkata, dulu ilmu ushul itu susah, sampai ibnu utsaimin datang..

Beliau menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. Rahimahullah..

Jonggol,
Malam Senin, 19 Rajab 1437/25-4-2016
@22.30
.: Risaluddin Syam :.

Senin, 11 April 2016

Sebagian Bid'ah di Bulan Rajab

Sebagian Bid’ah yang Biasa Dilakukan pada Bulan Rajab

▶Imam Al-‘Allamah Al-Faqih Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:

▶ Seluruh hadits-hadits yang berkenaan tentang keutamaan sholat atau keutamaan puasa di bulan rajab adalah hadits-hadits yang sangat lemah sekali

▶ Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut adalah hadits palsu dan dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

▶ Tidak dibenarkan bagi siapa pun untuk berdalil dengan hadits-hadits tersebut untuk mengkhususkan bulan rojab untuk puasa atau sholat.  Karena hal tersebut adalah bid’ah.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 
(كل بدعةٍ ضلا‌لة وكل ضلا‌لةٍ في النار)
“Setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka"

▶ Hadits bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam jika masuk bulan rajab berkata:
(اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنارمضان)
“Yaa Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”

Akan tetapi hadits ini wahai saudaraku, dengarkanlah apa yang aku katakan: hadits ini adalah hadits lemah yang munkar, tidak shahih diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, tidaklah pantas berdoa dengan doa ini karena tidak shohih datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

▶ Sesungguhnya aku mengatakan kepada kalian hal ini untuk menjelaskan kebenaran.  Sesungguhnya tidak ada sholat yang dikhususkan pada bulan rajab, termasuk pada awal malam jumatnya.  Juga tidak ada puasa yang dikhususkan pada hari pertama bulan rajab ataupun pada hari-hari setelahnya

▶ Tidak boleh bagi siapapun untuk mengkhususkan waktu atau tempat tertentu untuk melakukan ibadah yang Allah dan Rasul-Nya tidak mengkhususkannya, sebab kita beragama dengan syariat Allah, bukan berdasarkan kehendak hawa nafsu dan perasaan kita.

▶ Sesungguhnya wajib atas kita untuk mengucapkan "sami'naa wa atho'naa" (kami mendegarkan dan kami mentaati) apa saja yang diperintahkan oleh Allah.  Dan kita tinggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah. Dan kita tidak membuat-buat suatu syariat yang tidak disyariatkan oleh Allah dan rasul-Nya.

▶ Wahai kaum muslimin...
Sesungguhnya pada apa yang ada pada kitabullah dan pada apa yang shahih dari rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang perkara amal shalih, itu sudah cukup. Dan tidak perlu lagi hadits-hadits lemah atau palsu lagi dusta atas nama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dan sesungguhnya manusia jika ia menyembah kepada Allah hanya dengan apa-apa Allah syariatkan, maka ia telah menyembah Allah di atas bashirah(ilmu). Ia mengharapkan pahala dari Allah dan ia takut akan hukuman dari Allah azza wajalla

▶ Yaa Allah, kami meminta padamu agar merizkikan kepada kami ilmu yang bermanfaat, amalan yang shalih, rizki yang baik lagi luas, dan keturunan yang baik, wahai rabbul 'alamin.

Yaa Allah ajarkanlah kepada kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami dan jadikanlah apa-apa yang kami pelajari itu bermanfaat. Dan tambahkanlah kami ilmu wahai rabbul 'alamiin.

Sumber:
http://www.ibnothaimeen.com/all/khotab/article_468.shtml

Penerjemah: Abu Muhammad Risaluddin Syam

Selesai Diterjemahkan di:
Ma'had Madinatul Quran Jonggol, Bogor, Malam Selasa, 4 Rajab 1437H/12 April 2016 pukul 01.00 WIB

Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin... Amin

Kamis, 10 Maret 2016

Sebuah Syair Tentang WA

وهذا نظم جيد في آداب المشاركة في الواتساب ، لأحد الإخوة الشناقطة :

[المقدمة]

للهِ حَمدِي، وصلاتُه عَلى
محمدٍ وآلِه ذَوِي العُلا

وبعدُ: فاللهُ حَبَاكَ نِعَمَهْ 
فلا تَكُنْ عنْ شُكْرِهنَّ ذا عَمَهْ

مِنْها – أخِي- بَرنامَجُ (الوَتْسابِ) 
وهْو إلى الحدَّيْن ذُو انتِسابِ

لا يَنْبَغِي في عَصْـرِنا إهمالُهُ
لا سِيَّما إنْ أُحْسِنَ استِعمالُهُ

[من فوائد الوَتْساب]

قدْ هامَ أهلُ العَصْـرِ بِـ(الوَتْسابِ) 
فهْوَ لِأَلْبابِ الجَمِيعِ سابِ

وَهْوَ –وَلا رَيْبَ- عَظِيمُ الفائِدَهْ
لِمَنْ يَكُونُ الخَيْرُ فيهِ رائدَهْ

فلا يَفُتْكَ، بلْ فِناءَهُ اقْتَحِمْ 
فهْوَ وسيلةٌ إلى وَصْلِ الرَّحِمْ

«يُقرِّبُ الأقصَـى»، ويُدْنِي الأبْعَدا 
فَكَمْ بِوصْلٍ قدْ حَبا، وأسْعَدا

وكمْ يَبُثُّ فِيهِ كلُّ ماهِرِ 
مِنْ فِقْهِه نَفائسَ الجَواهِرِ!

تَلْتَقِحُ الأَفْهامُ والعُقولُ 
فيهِ، كما تُنْتَخَبُ النُّقولُ

تُسمَع أوْ تُقْرَأُ فيهِ الدُّرَرُ 
لا يُختشَـى مِنْهُ أذًى أوْ ضَرَرُ

ومعَ ذاكَ صَفْوُه قد يَكْدُرُ 
بما مِنَ الأخْطاءِ فيه تَصدُرُ

[وصايا وضوابط عامة]

وهَذِه – يا إخْوَتِي- وَصِيَّهْ
ليْسَتْ على الْمَعْنِيِّ بالعَصِيَّهْ

فِيها ضَوابِطُ ذَوَاتُ نَفْعِ 
مَنْ يَتَّبِعْها حازَ حُكْمَ الرَّفْعِ:

اِسْتَصْحِبَنْ في النِّيةِ الإخْلاصا
واللهَ سَلْ مِنَ الرِّيَا خَلاصا

لا تَعْدُ فيهِ الحدَّ، لا تُعَدَّا 
مِن مُّدمنِيه، شَأْنَ مَنْ تَعَدَّى

اِحْرِصْ على النَّفْعِ والِاسْتِفادَهْ 
وأحْسِنِ التَّوْدِيعَ والوِفادهْ

واشْكُرْ لِكُلِّ مَن يُفِيدُ فائدهْ 
فالشُّكْرُ لِلْمُفِيدِ نِعْمَ العائدهْ

وجُدْ بِما اللهُ عليكَ مَنَّا 
عِلْمًا وحكمةً، يَزِدْك مَنَّا

اِعْتَنِ باللُّبابِ في المنشُورِ 
لا تَكْتَرِثْ – أُخَيَّ- بالقُشُورِ

لَا تَكُ فِي نَقْلِكَ كَالْحَطَّابِ 
فَذَاكَ مِنْكَ غَيْرُ مُسْتَطَابِ

اِنْتَقِ ما يُفِيدُ مِن مَّنقُولِكا
وضَمِّنِ الحِكْمةَ في مَقُولِكا

وكُنْ لِّما تَنقُلُه محقِّقا 
مُراجِعًا ألفاظَه، مُدقِّقا

اُعْزُ النُّقُولَ، خَرِّجِ الآثارا 
لا تَتْرُكَن لِّنَقْدِها مُثارا

إيَّاكَ والمشتهِرَ الضَّعِيفا 
مِنْها، وما لِعِلَّةٍ قدْ عِيفا

لا تَحْكِ صَوتًا، أوْ تُسَوِّدْ دَفْتَرا
بالخبَرِ الضَّعِيفِ، بَلْهَ المفتَرَى

وجاءَ في البابِ حَدِيثُ: «مَنْ كَذَبْ» 
وَهْوَ وَعِيدٌ عَنْ حِمَى السُّنَّةِ ذَبّْ

والنَّقْلُ إنْ كانَ وَفَى بما فَرَطْ
وطالَ، فالإِيجازُ فيه يُشْتَرَطْ

وغُصْ أخي لِلبحثِ في الحقائقِ
واكْشِفْ حِجابَ خُرَّدِ الدَّقائقِ

وابْعَدْ عَنِ المسائلِ العِواصِ في طَرحِكَ، إذْ تُضِيعُ وَقْتَ الواصِفِ

لا يَبْدُ منكَ الساقِطُ المستَفْحَشُ
مِنَ اللُّغا، والغامِضُ المستَوْحَشُ

إيَّاكَ والمآثِمَ الذَّمِيمهْ 
كالزُّورِ والغِيبَةِ والنَّمِيمهْ

وإنْ تُجادِلْ فَلْيَكنْ بِالحُسْنَى 
وَلَا تَقُلْ للناسِ إلَّا حُسْنَا

لا تَكُ في النِّقاشِ ذا اجْتِراءِ
وابْعَدْ عَنِ العِنادِ والمِراءِ

لا تأتِيَنْ فيهِ بِما قَدْ يُكْرَهُ 
وَمَا انْقَضَى فَلَا تُجدِّدْ ذِكْرَهُ

لا تُكْثِرِ الإِلْحاحَ، والتَّسَخُّطا
  وحُثَّ في المعروفِ والبِرِّ الخُطا

لَا تَجعَلِ الصُّحبةَ كالنُّخَالهْ
فخاسِرٌ مَّنْ عاشَ لَا أَخَا لَهْ

لا تَنْسَ ما في (العَصْـرِ) مِنْ تَواصِ 
واتَّقِيَنَّ مالِكَ النَّواصِي

لا تُثْقِلِ الهواتِفَ الذَّكِيَّهْ
بِنَشْـرِكَ المقاطِعَ المَحْكِيَّهْ

وَاعْزِفْ عَنِ القِيَانِ والمعازِفِ
تَوَرُّعًا، لِلهِ دَرُّ العازِفِ

واعْلَمْ بِأنَّ أيَّما مجمُوعَهْ 
ذاتُ قَوانِينَ تُرَى مسمُوعَهْ

قانُونُها لا بُدَّ أنْ يُراعَى 
ومَنْ يُراعِهِ فلَنْ يُراعا

لَكِنْ يُرَاعَى فِي حُدُودِ الشَّرْعِ
  ومَا سِوى ذَلِكَ غَيْرُ مَرْعِيْ

وتَمَّ ما رُمْتُ بِحَمْدِ الهادِي
  مُصَلِّيًا عَلى الرَّسُولِ الهادِي
.........