Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Sedikit tentang Cinta

Ditulis oleh: Ust. Abu Ja'far Cecep Rahmat

Di antara fitrah dan tabiat manusia adalah mencintai seseorang karena dua hal:

1. Keindahannya
2. Jasa dan perannya

Jika engkau tidak memiliki keindahan berupa wajah yang rupawan atau fisik yang menawan maka jadilah pribadi yang baik yang memberikan jasa dan memiliki banyak peran. Jadikan dirimu lebih berharga dari pada harta, jabatan dan popularitas serta perhiasan dunia lainnya.

Menjadi manusia apa adanya lebih baik dari pada hidup penuh kepalsuan dan serba dipaksakan.
Allah tidak akan melihat kepada fisik, rupa dan harta, Allah hanya akan melihat kepada hati dan amalan kita.

Selamat memulai aktivitas di pagi hari dengan penuh semangat dan tawakkal kepada Allah

Saudaramu yang membutuhkan ampunan Rabbnya

Kranggan, Muharram 1438 H

Abu Jafar Cecep Rahmat

~Republished by:
Abu Muhammad Risaluddin

Selasa, 11 Oktober 2016

Dan Akhirnya, Semua akan Meninggalkanmu

Oleh:  Abu Muhammad

Dua hari belakangan, 2 mobil ambulance pengantar jenazah melintas di depan rumahku.

Yang pertama mengantar jenazah balita 6 bulanan. Esoknya, jenazah kakek 60an yang diantar.

Kuberpikir..

Si balita, yang selalu dalam dekapan dan Kasih ibunya, yang selalu dijaga 24 jam non stop, toh wafat juga saat tiba ajalnya.

Si kakek, yang anak-anaknya sudah dewasa dan bisa melayani semua keinginannya, toh wafat juga.

Hari ini..

Si pejabat. Dikelilingi orang-orang yang siap melayaninya sepanjang waktu. Yang siap memenuhi segala kebutuhannya kapan pun. Yang orang-orang menyanjungnya di hadapannya.. akan tiba suatu saat, ketika masa jabatanmu berakhir, masih adakah yang sudi menemanimu?

Si calon pengantin. Orang-orang berletih membantu pesta perkawinanmu. Dari undangan sampai dekorasi semuanya ada dan siap membantumu. Bahkan kau akan disebut "Raja dan Ratu Sehari". Namun setelah itu, saat akad telah dilangsungkan. "Selamat tinggal, silakan jalankan kehidupan kalian berdua. Kami juga punya kehidupan dengan keluarga kami. Capek dan letih kami untuk kalian berdua cukup sampai disini"..

Si sakit. Teman-teman dan keluargamu berdatangan menunggumu. Setelah sembuh, mereka pun akan melepasmu sendiri menjalani hidupmu.

Tak selamanya, orang-orang itu akan terus di sisimu membantu dan melayanimu. Jangan kau anggap berkumpulnya manusia di sekitarmu sebagai kebahagiaan hakiki. Tidak, pada saatnya mereka akan pergi dengan kesibukannya masing-masing. Dan tinggallah kau menderita saat itu, jika sejak awal kau gantungkan kebahagiaanmu pada keberadaan mereka.

Namun, jika kita kaitkan hati dengan Allah, maka Allah Dzat yang selalu memperhatikan hamba-Nya. Tak usah khawatir bahwa Allah akan meninggalkanmu, Allah akan selalu menolongmu. Ingatlah Allah tatkala kau bahagia, maka Allah akan mengingatmu tatkala kamu susah. (Ihfazhillaha fir rokhoo'i ya'rifka fisy syiddah). Begitulah sabda Rasulullah.

Jika engkau memperbanyak teman di dunia, jangan lupa untuk menyiapkan teman di kuburmu, dialah amal shalih. Amal shalihmu lah yang tetap Setia mendampingi saat engkau akan masuk ke kuburmu.

Ketahuilah, ada 3 yang mengantarmu ke kuburmu; keluarga, Harta dan amalmu. Namun keluarga dan hartamu akan pulang. Dan tinggallah amalmu bersamamu menghadapi pekat dan sempitnya kuburan.

Jika saat ini kau sibuk dengan hapemu untuk berasyik ria chat dengan teman-teman duniamu.. jangan lupakan Al-quran untuk kau baca sebagai persiapan amal yang akan menemanimu di kubur. Ingat sholat, ingat shaum, ingat amal. Ikhlaslah dalam amal.., lalu ingatkan juga saudara-saudaramu yang lain.

Nasihat ini buat diriku sendiri dan buatmu yang ingin mendapat pelajaran.

#Lahabaru, 10 muharram 1438 / 12102016 @ 14.48
#Risaluddin Abu Muhammad al-faqir ila 'afwi Rabbih

Selasa, 27 September 2016

Masalah itu Ada Supaya Kita Bersyukur

::.. ditulis oleh Abu Muhammad ..::

Dalam sebuah urusan, seringkali kita menghadapi masalah yang tidak kita perkirakan sebelumnya. Akhirnya kita berpikir bahwa urusan kita akan sedikit terhambat penyelesaiannya.

Namun begitu, masalah tadi seringkali Allah bukakan jalan keluar di luar perkiraan kita. Jadinya, urusan utama kita tidak terhambat penyelesaiannya. Sebab, masalah "tiba-tiba" tadi Allah berikan pula jalan keluar "tiba-tiba". Bahkan betapa seringnya, masalah itu justru jadi sebab urusan kita lebih cepat terselesaikan..

Ternyata, masalah yang ada justru agar Allah memberikan kita jalan keluar sehingga kita pun bersyukur. Dan alangkah hebatnya orang yang tahu bersyukur, sekecil apa pun nikmat yang Allah berikan padanya.

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang bersyukur.

#lasusua, 25 Dzulhijjah 1437H/27-10-2016 @ 17.20 wita
#pengalaman pribadi saat perbaikan saklar otomatis pompa air masjid
#sow..h-23

Rabu, 14 September 2016

Apa yang Bisa Dilakukan dalam 2 Bulan?

Jika punya agenda dalam 2 Bulan ke depan.. Jangan habiskan waktu buat bengong dan menunggu..

Dalam 2 Bulan.. minimal bisa beramal..

Bisa khotam quran 2 kali..
Bisa puasa senin kamis 16 kali..
Bisa sholat witir 60 rakaat..
Bisa tamatkan baca 8 buku..
Bisa birrul walidain 60 hari..
Bisa hadiri majelis taklim pekanan 8 kali..
Bisa ngirim pesan dakwah via medsos 30 kali..
Bisa nulis 60 artikel sederhana..

Dan banyak lagi.

Manfaatkan 2 bulanmu untuk hal-hal bermanfaat.. jangan terbawa khayalan, jangan banyak berangan-angan..

Kata Syaikh As-Sa'di rahimahullah..

أنت ابن وقتك
Engkau adalah anak dari waktumu

Sekarang kita hidup, sekarang kita berusaha dan beramal. Adapun esok, masih merupakan hal gaib. Yang kita rencanakan esok bisa saja batal terjadi. Segera bangkit, tinggalkan dunia khayalan menuju dunia nyata.

Manfaatkan waktu di dunia untuk kebahagiaan abadi di akhirat.

#Lasusua, Malam Kamis, 13 Dzulhijjah 1437/14-9-2016
#abu Muhammad al faqir ilalloh..
#on waiting
#lagi main sama bocah

Minggu, 11 September 2016

Sepandai-pandai Kau Rangkai Kata...

Sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah.

Nasihat paling menyentuh adalah nasihat dari perkataan Allah.

Maka perbanyaklah perkataan Allah (ayat-ayat Al-quran) dalam nasihatmu, agar bisa menhujam masuk ke dalam sanubari orang yang kau dakwahi.

Sepandai apapun kau racik nasihatmu, maka tak akan mungkin lebih Bagus dari sepenggal ayat Allah.

Jika kau lihat orang-orang tersentuh dengan kepandaianmu merangkai kata, maka yakinlah bahwa pengaruhnya tidak akan bisa menyamai lamanya pengaruh nasihat yang menggunakan ayat Allah.

Selamat mencoba..

#lss, Malam ~Idul adha @ 23.53wita
#habis nyiapin mtr, belum bisa tidur
#al-faqir

Rabu, 07 September 2016

Mahalnya Hidayah

Meneruskan saja..

[Pelajaran dari Kyai Aswaja Indonesia yang mendapat hidayah sunnah]

"Mahalnya Hidayah"
Oleh: Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA hafidzahullah
(Radio Hang FM Batam)

Lelaki itu yang menjadi pengantarku dari TV Rodja menuju hotel tempatku menginap. Untuk mengisi waktu dan memecah kesunyian antara kami, aku sempatkan diri bertanya padanya awal mula dia mendapatkan hidayah.

Ia bertutur: ”Dahulu saya adalah seorang guru agama yang ditokohkan di lingkunganku. Dengan bekal ilmu-ilmu yang kudapat ketika nyantri di salah satu pesantren tradisionil di Jombang, aku dapat membuka halaqah-halaqah kajian yang ketika itu lumayan ramai dihadiri orang-orang kampungku.

Berbekal bisa baca kitab kuning dan sedikit retorika, aku berhasil menarik hati masyarakat desa dan jadi vigur bagi mereka.
Ringkasnya aku lumayan terpandang dan dimuliakan dengan profesiku ini sehingga segala bentuk khidmat, hadiah, pemberian mengalir deras kepadaku. Apalai usaha sampinganku sebagai supir, Alhamdulillah membuatku dapat membeli rumah dan ruko sebagai aset untuk anak dan istriku.

Sekitar tahun 2006 aku mulai mengenal 2 lelaki yang sangat berbeda penampilan dan tata cara ibadahnya dengan kami. Sebagai seorang Kyai, aku berusaha mempengaruhi keduanya agar tidak menyelisihi masyarakat setempat. Dan aku berusaha meyakinkan keduanya dengan berbagai argumen yang kutahu. Tetapi anehnya mereka selalu membawakan padaku dalil atas apa yang mereka lakukan dalam ibadah mereka.

Hal yang paling membuatku geram adalah, tatkala keduanya menyatakan padaku tentang kitab monumental “Ihya Ulumuddin” karya Imam Ghazali- rahimahullah- yang kukenal sebagai “hujjatul Islam” karena keilmuannya -menurut mereka- banyak mengandung hadits-hadits yang palsu dan banyak memuat tata cara ibadah dan zikir yang tidak ada panduannya dari Nabi....
Sontak membuatku marah dan berkata pada keduanya: ”Apa seluruh ulama dari zaman ke zaman bodoh semuanya dan tidak mengetahui apa yang kalian ketahui?”.

Tetapi anehnya mereka mendatangkan juga kritik para ulama semisal Hafiz Al-Iraqi di zamannya, yang menyatakan bahwa Ghazali telah memuat bukunya dengan hadits-hadits yang palsu dan membinasakan.... membuat aku semangkin bingung dan penasaran.

Lalu contoh-contoh hadits yang dianggap palsu itu kucatat dan kubawakan kepada para kyai yang kuanggap lebih alim dariku. Dari satu kyai ke kyai yang lain kudatangi untuk meminta jawaban dan tanggapan mereka tentang tuduhan ini...namun anehnya setelah menunggu berhari, bahkan berbulan dan bertahun...mereka bungkam seribu bahasa tidak bisa mengomentari hadits-hadits tersebut. Cuma satu hal yang kuingat bahwa mereka memperingatkanku agar tidak menyelisihi orang banyak dan tidak terinveksi virus Wahabi yang membahayakan.

Aku semangkin penasaran, dan mulai kulahap satu demi satu buku-buku maupun majalah-majalah sunnah yang akhirnya membuatku yakin dan memutuskan untuk keluar dari cara beragama masyarakatku yang tidak sesuai dengan sunnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- .
Persis sebagimana Imam Besar Abu Hasan Al-Asyari yang keluar dari Paham Muktazilah dengan mengumpulkan orang banyak dihadapannya dan berpidato di atas mimbar dengan melepas bajunya dan berkata: ”Aku telah melepaskan semua akidah dan paham Muktazilah yang kupelajari dan kuyakini bertahun-tahun sebagaimana aku melepaskan bajuku ini”...maka seperti itu pulalah yang kulakukan.

Kukumpulkan para jamaahku dan kuberitahukan bahwa sejak saat itu aku tidak lagi dapat beramal seperti amalanku yang dulu, dan sejak itulah penderitaan demi penderitaan datang setia menghampiriku.
Mulanya aku bingung untuk membuat keputusan...antara mengikuti kebiasaan dan keyakinan orang banyak yang telah menokohkan diriku dengan segala bentuk kenikmatan dunia yang kudapat tetapi beresiko menuai murka Allah, karena menolak kebenaran yang datang...atau memilih istiqomah di atas sunnah Nabi dengan resiko ditinggalkan manusia, dikucilkan bahkan mungkin diusir mereka dari kampung halamanku.

Dengan taufiq dan bantuan Allah jualah akhirnya kupilih jalan Allah untuk tetap meniti sunnah Nabi, sekalipun ditinggalkan dan dimusuhi manusia. Sejak saat itu, seluruh jadwal kajianku dihapus dan aku tidak boleh lagi menjadi imam. Aku benar-benar dimusuhi orang sekampungku, bahkan keluarga dan istriku.

Suatu ketika terjadi pertengkaran hebat antara aku dan istriku disebabkan diriku yang telah berubah menurutnya. Dengan didukung seluruh keluarganya bahkan keluargaku sendiri...aku terusir dan diusir dari rumahku sendiri, persis bagaikan seekor anjing diusir oleh tuannya. Bedanya bahwa hakikatnya rumah itu adalah milikku dan hasil dari usahaku...dengan terpaksa atas desakan mereka kutinggalkan. Tidak sampai di situ, bahkan ruko milikku juga diambil alih, dan aku ingat sekali bahwa hari itu aku pergi hanya membawa baju yang melekat di badan. Allahul musta’an.

Pernah juga sekali waktu disidang oleh semua ketua RT dan RW karena dianggap membawa paham sesat. Bukan saja mereka bahkan perangkat masyarakat dari para tokoh-tokohnya juga hadir mengerumuni aku sendiri. Subhanallah, meskipun sendiri... tapi tidak seorang dari mereka yang dapat membantah hujjah-hujjahku yang ketika itu kubawakan pada mereka dalil-dalil atas apa yang aku yakini dan ku amalkan.

Mulailah kujalani hari-hari yang pahit, hidup terlunta-lunta tak bertempat tinggal, berpindah-pindah dari satu tempat kajian ke tempat kajian lainnya. Alhamdulillah kawan-kawan sepengajianku begitu sayang dan kasih kepadaku dan berupaya memberikan bantuan-bantuan mereka padaku yang membuat aku tegar dan tidak merasa sendiri lagi di atas jalan dakwah ini.

Kini aku telah berpindah ke Jakarta dan puji bagi Allah, kini aku telah menikah dan istriku telah mengaji sunnah, berhijab dengan sempurna bahkan jauh lebih muda 10 tahun dariku. Meskipun masih hidup dengan mengontrak, tapi sungguh kurasakan kebahagian dapat mengamalkan sunnah dan mengaji sunnah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- .

Semua kenangan masa laluku yang pahit telah kukubur hidup-hidup, seiring dengan hijrahku ke Ibu Kota ini tempat aku mencari penghidupan dan mendatangi kajian-kajian.
Semoga hidayah ini dapat abadi hingga aku menutup mata dan kembali ke hadirat Ilahi Rabbi. Amin”.

Iapun menutup kisahnya yang penuh pelajaran.
Kisahnya mengajarkan kita bahwa untuk dapat tegak di atas jalan kebenaran ini, membutuhkan pengorbanan dan perjuangan, penuh dengan resiko dan tantangan, mengajarkan kepada kita untuk lebih mengutamakan apa yang diinginkan Allah daripada meng-aminkan apa yang diinginkan manusia.

Semoga Allah menjaga beliau dan kita semua dalam Islam dan mewafatkan kita di atas Sunnah. Amin.

Batam, 29 Dzulhijjah 1435 / 24 Oktober 2014
Kenangan manis kajian di Jakarta
”sejenak bersama pak supir”.

Abu Fairuz
# [truncated by WhatsApp]

Rabu, 31 Agustus 2016

Kematian, Sholat Jenazah dan Ilmu

Kematian adalah misteri. Ia perkara ghaib. Tak satupun yang tahu selain Allah azza wajalla.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kita untuk memperbanyak mengingat Sang pemutus kelezatan alias kematian.

اكثرو نن ذكر هازم الذات
(Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan)

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tidak memberi batasan, sekali atau dua kali sehari. Namun perintahnya bersifat umum. Perbanyak!
KEMATIAN tidak menunggu kita taubat lebih dahulu. Juga tidak menunggu sakita atau tua. Kapan pun dan dimanapun kita bisa saja mati. Jika waktu yang Allah tetapkan sudah tiba, maka mati tak bisa dielakkan.

Beberapa hari lalu, sesosok jenazah laki-laki diantarkan ke masjid untuk disholati. Salah seorang tetua disitu menyuruhku mengimami sholat jenazah. Namun saya tunjukkan bahwa kebetulan ada ustadz yang datang dari kota M. Maka dipersilahkanlah ustadz tersebut memimpin sholat jenazah.

Ketika posisi sudah siap. Sebelum memulai sholat, sang ustadz berbalik ke arah jamaah lalu bertanya, "Jenazahnya laki-laki atau perempuan?" Lalu serentak jamaah itu menjawab, "laki-laki". Sang ustadzpun lalu bergeser sedikit ke arah kepala si mayit lalu memulai sholat.

Usai sholat, tatkala keranda sudah mulai diangkat, bapak yang tadi memintaku menjadi Imam menarikku ke pojok masjid dan dengan nada berbisik ia bertanya, "mengapa tadi imamnya menanyakan jenazahnya apa perempuan atau laki-laki?"  Lalu kujawab, "O itu, supaya dia bisa berdiri pada posisi yang tepat. Kalau jenazah laki-laki posisi Imam sejajar kepala, kalau jenazah perempuan posisi Imam sejajar dada"
Bapak itu pun menimpali, "O begitu ya.. Padahal banyak yang biasa jadi Imam solat jenazah yang tidak tahu hal ini"

Para pembaca, pentingnya kita untuk terus dan tidak berhenti belajar. Karena kita diperintahkan untuk beramal di atas landasan ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan.

Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk terus belajar. Sehingga dengannya, persiapan kita untuk menghadapi kematian benar-benar matang.

#lahabaru, 29 Dzulqo'dah 1437/31-8-2016@09.46wita
#abumuhammad

Senin, 29 Agustus 2016

Kumpulan Mahfuzhot (Peribahasa) Bahasa Arab (copas)

1. ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

2. ﻣَﻦْ ﺟَﺪَّ ﻭَﺟَﺪَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.

3. ﻣَﻦْ ﺻَﺒَﺮَ ﻇَﻔِﺮَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.

4. ﻣَﻦْ ﻗَﻞَّ ﺻِﺪْﻗُﻪُ ﻗَﻞَّ ﺻَﺪِﻳْﻘُﻪُ
Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit
pulalah temannya.

5. ﺟَﺎﻟِﺲْ ﺃَﻫْﻞَ ﺍﻟﺼِّﺪْﻕِ ﻭَﺍﻟﻮَﻓَﺎﺀِ
Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.

6. ﻣَﻮَﺩَّﺓُ ﺍﻟﺼَّﺪِﻳْﻖِ ﺗَﻈْﻬَﺮُ ﻭَﻗْﺖَ ﺍﻟﻀِّﻴْﻖِ
Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu
kesempitan.

7. ﻭَﻣَﺎﺍﻟﻠَّﺬَّﺓُ ﺇِﻻَّ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺘَّﻌَﺐِ
Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.

8. ﺍﻟﺼَّﺒْﺮُ ﻳُﻌِﻴْﻦُ ﻋَﻠﻰَ ﻛُﻞِّ ﻋَﻤَﻞٍ
Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.

9. ﺟَﺮِّﺏْ ﻭَﻻَﺣِﻆْ ﺗَﻜُﻦْ ﻋَﺎﺭِﻓًﺎ
Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang
tahu.

10. ﺍُﻃْﻠُﺐِ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤَﻬْﺪِ ﺇِﻟﻰَ ﺍﻟﻠَّﺤْﺪِ
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

11. ﺑَﻴْﻀَﺔُ ﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺩَﺟَﺎﺟَﺔِ ﺍﻟﻐَﺪِ
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.

12. ﺍﻟﻮَﻗْﺖُ ﺃَﺛْﻤَﻦُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ
Waktu itu lebih mahal daripada emas.

13. ﺍﻟﻌَﻘْﻞُ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺠِﺴِْﻢ ﺍﻟﺴَّﻠِﻴْﻢِ
. Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.

14. ﺧَﻴْﺮُ ﺟَﻠِﻴْﺲٍ ﻓﻲِ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ ﻛِﺘَﺎﺏٌ
Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.

15. ﻣَﻦْ ﻳَﺰْﺭَﻉْ ﻳَﺤْﺼُﺪْ
Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).

16. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻷَﺻْﺤَﺎﺏِ ﻣَﻦْ ﻳَﺪُﻟُّﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺨَﻴْﺮِ
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu
kepada kebaikan.

17. ﻟَﻮْﻻَ ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻛَﺎﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ
Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti
binatang.

18. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﻓﻲِ ﺍﻟﺼِّﻐَﺮِ ﻛَﺎﻟﻨَّﻘْﺶِ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺤَﺠَﺮِ
Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di
atas batu.

19. ﻟَﻦْ ﺗَﺮْﺟِﻊَ ﺍﻷَﻳﺎَّﻡُ ﺍﻟَّﺘﻲِ ﻣَﻀَﺖْ
Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

20. ﺗَﻌَﻠَّﻤَﻦْ ﺻَﻐِﻴْﺮًﺍ ﻭَﺍﻋْﻤَﻞْ ﺑِﻪِ ﻛَﺒِﻴْﺮًﺍ
Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.

21. ﺍﻟﻌِﻠْﻢُ ﺑِﻼَ ﻋَﻤَﻞٍ ﻛَﺎﻟﺸَّﺠَﺮِ ﺑِﻼَ ﺛَﻤَﺮ
Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.

22. ﺍﻻﺗِّﺤَﺎﺩُ ﺃَﺳَﺎﺱُ ﺍﻟﻨَّﺠَﺎﺡِ
Bersatu adalah pangkal keberhasilan.

23. ﻻَ ﺗَﺤْﺘَﻘِﺮْ ﻣِﺴْﻜِﻴْﻨًﺎ ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻪُ ﻣُﻌِﻴْﻨﺎً
. Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah
penolong baginya.

24. ﺍﻟﺸَّﺮَﻑُ ﺑِﺎﻷَﺩَﺏِ ﻻَ ﺑِﺎﻟﻨَّﺴَﺐِ
Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti)
bukan dengan keturunan.

25. ﺳَﻼَﻣَﺔُ ﺍﻹِﻧْﺴَﺎﻥِ ﻓﻲِ ﺣِﻔْﻆِ ﺍﻟﻠِّﺴَﺎﻥِ
. Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya
(perkataannya).

Selasa, 23 Agustus 2016

Saat Mencuci Piring Terasa Begitu Indah

Apa yang kau pikirkan tentang cuci piring? Apa itu pekerjaan khusus perempuan? Ataukah cuci piring menunjukkan kelemahan? Terserahlah.

Dalam suatu kondisi, cuci piringmu bisa menjadi ladang pahala besar, bahkan melebihi pahala dari amalan-amalan yang kau anggap besar.

Yah, kau cuci piring di rumah orang tuamu. Kau ringankan beban ibumu. Kau munculkan senyummu di bibirnya melihatmu menjadi anak berbakti. Kau bahagiakan hatinya..
Tidakkah kau tahu bahwa itu adalah bentuk baktimu pada orang tuamu?
Tidakkah kau tahu bahwa dalam banyak Ayat Al-quran Allah menyandingkan hak-Nya dengan hak kedua orang tua?
Birrul walidain, termasuk amalan yang utama.

Dalam hadits shohih, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang amalan yang paling utama. Beliaupun menjawab "berbakti pada orang tua".

Sobat, jika orang tuamu masih hidup, itu adalah peluangmu mendapatkan surga dengan mudah. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Celaka seorang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup namun ia tidak masuk surga"

Berbaktilah pada orang tuamu. Dengan segala cara, yang membuat orang tuamu senang dan ridho padamu.

رضى الله في رض الوالدين
(Ridho Allah ada pada Ridho orang tua)

Jangan kau gores hati mereka, dengan ucapanmu, atau dengan kelakuanmu. Jangan sampai kau celaka.

Baktimu pada orangtuamu adalah sebab keberkahan dalam hidupmu. Juga sebab terkabulnya doa-doamu. Ingatkah kau akan Uwais al Qorny, si pemilik doa mustajab? Karena apa? Karena baktinya pada ibunya.

Jika dengan cuci piring, dengan menyapu, mengepel, atau apapun itu selama tidak melanggar batasan Allah- orang tuamu bisa bahagia, janganlah segan untuk melakukannya.  Jangan malu untuk menjadi PRT di rumah orang tuamu.

Jangan jadikan alasan apapun sehingga kau tinggalkan berbakti pada orang tuamu.

Ibnu Abbas berkata, "Saya tidak melihat amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah selain berbakti pada orang tua".

Semoga Allah memberi taufik pada kita untuk meraih kebaktian yang sempurna pada orang tua kita.

#lahabaru,rabu,22/11/1436H-24/8/2016 @7.50 wita
#H+13

Selasa, 02 Agustus 2016

Ucapkan "Allahu Rabbii Laa Syariika Lahu", Maka Engkau akan Bahagaia

Bagaimana mungkin kebahagiaan tak bersemayam di hatimu, lalu lenyap segala kesedihan dan kegalauan? Padahal engkau berkata "Allahu rabbii laa syariika lahu" (Allah rabbku tiada sekutu bagiNya)..

Apakah begitu susahnya kalimat ini dihapalkan -sehingga tak kau ucapkan-? "Allahu rabbii laa syariika lahu" (Allah rabbku tiada sekutu bagiNya)..

Sungguh Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa yang ditimpa kesusahan, dukacita, rasa sakit, atau penderitaan apapun, lalu ia berkata 'Allahu rabbii laa syariika lahu' maka penderitaannya akan dihilangkan darinya (kusyifa dzalika 'anhu)"
(HR. Thabrani dan Baihaqi, dihasankan Syaikh Al-Albani)

Betapa agungnya sebab kebagiaan ini, tetapi kita lalai dan melupakannya..

#Dari Kitab Kecil Berjudul Sa'aadatul Usrah (Kebahagiaan Rumah Tangga) hal. 24, Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili
#Diterjemahkan Abu Muhammad
~di atas kereta Logawa, singgah di Kedung Banteng menunggu persilangan kereta lain; Rabu, 29 Syawwal 1437 @ 11.23

Rabu, 27 Juli 2016

Mengenal Mahrom

Mahromm itu ada 2 (التحريم)
1. Mahrom selamanya
2. Mahrom tdk selamanya

*1. Mahrom selamanya*

A. Mahram karena keturunan (Nasab)
- ummahat (Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari ayah atau ibu
- Anak perempuan(putri),cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
- Saudara perempuan sekandung/seayah/seibu
- Saudari bapak (bibi), saudari kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
- Saudari perempuan ibu (bibi), saudari perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
- Putri Saudara(keponakan) sekandung/seayah/seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
- Putri saudari sekandung(keponakan), seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita

B. Mahrom karena pernikahan
- Ibu istri
- Anak istri (dari suami sebelumnya), *apabila ibu nya belum pernah digauli maka boleh anaknya dinikahi, namun jika ibunya sdh digauli maka putrinya haram selamanya
- Istri Ayah
- istri anak

C. Mahrom karena persusuan

*2 Mahrom tdk selamanya (terikat waktu)*

A. Krn Pernikahan
- kerabat (harom menikahi saudari istri, bibi istri baik dari sebelah Ayah atau ibu kecuali setelah mentalak istrinya, atau meninggal)
- Jumlah (apabila telah memiliki 4 istri maka harom baginya menikah lagi kecuali setelah mentalak salah satu istrinya, atau meninggal)
- Haram menikahi wanita yg sdh bersuami kecuali telah ditalak maka boleh dinikahi
- apabila telah ditalak 3 maka haram baginya utk rujuk pd istrinya lagi kecuali setelah menikah dan berhubungan dgn suami baru kemudian cerai.
- haram menikahi wanita kuffar (kecuali yahudi&nasrani) sampai masuk islam maka boleh dinikahi
- haram menikahi wanita yg sedang haji/umroh (arofah)
- haram menikahi wanita penzina sampai ia tobat maka bileh dinikahi
- haram utk menikahi wanita yg sdg dikhitbah oleh saudara muslim hingga apabila telah selesai dan ditolak maka boleh maju utk dinikahi

Wallahua'lam

Diantara Fawaid dars bersama Syaikh Abdurrohman Al Hazimi
✍Abu abdillah ad dani

Diringkas dan diterjemahkan oleh Ust. Abu Silmi Dani Sudiwan

#Di Masjid  Ponpes Riyadhusshalihiin Pandeglang
Malam Kamis, 23 Syawal 1437 @ 21.57 Wib

Minggu, 17 Juli 2016

Ibrah Pertemuan dengan Kawan Lama

Bertemu dengan kawan-kawan lama memberikan pelajaran berharga. Semuanya dengan perubahannya. Ada yang sudah memiliki beberapa orang anak. Begitu juga dengan tampilan yang semakin menua.

Bahwa masa kita di dunia terus berkurang, sadar atau tidak. Fase-fase kehidupan terus kita lalui. Hingga pada saat yang Allah tentukan datanglah ajal.

لكل أمة أجل...
Setiap umat memiliki ajal..

Jangan pernah berpikir untuk hidup abadi. Terus siapkan semaksimal mungkin untuk bekal hidup usai mati.

وتزودو فإن خير الزاد التقوى
"Dan berbekallah karena sebaik-baik bekal adalah ketakwaan"

Sungguh, kehidupan akhirat sungguh berat bagi yang menyiakan masanya di dunia. Dan sebaliknya, masa itu akan Indah bagi yang di dunia bersusah payah menyiapkan bekal berupa amalan shalih.

الجزاء من جنس العمل
"Balasan itu sesuai dengan amal perbuatan.."

Semoga kita menjadi manusia-manusia yang selalu bisa mengambil ibrah dari setiap kejadian yang kita alami. Allahul muwafiq.

#Risaluddin Syam
Jakarta, Ahad, 12 Syawwal 1437 @ 18.39

Sabtu, 16 Juli 2016

Sudahkah Hati Kita Bergetar karena Al-Quran?

Apakah dengan lagu, nasyid atau syair hatimu tergerak, tersentuh? Lalu dengan al-Quran engkau biasa saja?

Periksa hatimu, ada sesuatu yang menghalanginya dari Al-quran..

Pernahkah dalam bacaan qunut sang Imam tatkala witir, engkau menangis tersedu-sedu lalu dengan bacaan quran hampir satu juz.. tak ada satupun ayat yang bahkan membuatmu merinding?

Periksa hatimu..
Dan aku pun akan memeriksa hatiku..

Yakinilah, ahsanul kalaam kalaamullooh.. Al-quran adalah perkataan terbaik..

Allah berfirman tentang Alquran ini

تقشعر منه جلود الذين يخشو ربهم..
"Bergetar dengan Al-quran itu kulit orang-orang yang takut pada Rabb-nya"...

Jika belum terasa hati ini tergetar dengan ayat Allah, maka mungkin saja kita termasuk orang yang belum takut kepada Rabb-nya?

Belajarlah. Karena dengan belajar engkau akan mengenal keagungan Rabb-mu. Dengan itu akan muncul rasa takutmu pada-Nya. Karena yang takut kepada Allah hanya orang yang memiliki ilmu.

Allah subhanahu wata'ala berfirman

انما يخش اللهَ من عباده العلاماءُ
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu"

#Risaluddin Syam
Ahad, 12 Syawal 1437 @ 07.48

Selasa, 12 Juli 2016

Tips "Aman" Safar Naik Bus

TIPS "Aman" dalam safar naik bus (buat laki-laki, buat perempuan silakan ):

1. Carilah tempat duduk yang tidak bersebelahan dengan wanita non-mahram. Usahakan juga orang yang duduk di depan kamu bukan wanita ajnabiyah apalagi tidak berjilbab, karena kepalanya masih bisa terlihat. Ingat jaga mata-jaga hati. Jangan sampai turun dari bus justru membawa panenan dosa

2. Bawa headset dan mp3 atau hape yang bisa mp3. Jika busnya nyetel musik apalagi keras-keras, minta tolong supir agar dimatikan atau paling tidak dikecilkan. Kalau masih terganggu, setel mp3 murottal atau kajian terus dengarkan pakai headset. Ingat, musik itu haram.

3. Selalu sediakan mushaf quran di tas atau buku bacaan islami agar bisa dibaca sewaktu-waktu saat memungkinkan. Misalnya bus singgah saat isi bahan bakar, atau macet, atau terjadi hal buruk semisal ban bus pecah. Ingat, jaga waktumu, karena hidup di dunia cuma sebentar, hidup di dunia untuk ngumpulin bekal akhirat

4. Bisa juga bawa kertas dan pena atau sekarang pake hp, jika terlintas faidah di kepala atau ada hal penting bisa dicatat. Lebih Bagus lagi kalau di share di blog pribadi. Silakan juga di pos di medsos asal bisa jaga hati. Jangan sampai muncul riya' dan penyakit hati lain. Ingat, medsos itu bagai pisau bermata banyak.. bisa untuk kebaikan atau keburukan yang dibungkus kebaikan atau yang lain..

5. Selalu siapkan kalau bisa: sarung, peci sama parfum, jika tiba waktu sholat kita bisa tampil maksimal di hadapan Allah rabb kita

6. Siapkan cemilan kecil dan air putih untuk mengganjal perut kalau lapar dan bisnya belum mampir di warung. Ingat, baca bismillah sebelum makan. Makan secukupnya. Karena kita hidup bukan buat makan.

7. Daripada berpikir tidak jelas, kalau memungkinkan, sebaiknya tidur agar badan fit setelah turun dari bus sehingga tidak perlu lagi banyak tidur dengan alasan "capek di bus". Ingat, waktu adalah hal paling berharga, hidup kita bukan buat tidur dan santai santai

8. Banyak berdzikir kepada Allah dengan dzikir-dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

9. Jika terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan atau terjadi musibah, yakinilah bahwa itu takdir Allah dan itulah yang terbaik bagimu. Dan yakinilah bahwa itu adalah penggugur dosa-dosamu. Sebagaimana yang yang diterangkan dalam hadits-hadits shohih

10. Silakan tambahkan sendiri (kalau mau)

#masih dalam perjalanan Cileungsi-bandung, Rabu 8 Syawwal 1437 @ 13.21.. di luar sudah cerah matahari menyengat#

Merasakan Sepotong Adzab

Nabi Muhammad shollallahu alaih wa sallam bersabda

السفر قطعة من العذاب..
Safar itu adalah sepotong adzab

Dalam safar (perjalanan) terdapat penderitaan. Dalam lanjutan hadits tersebut disebutkan bahwa musafir (orang yang safar) meninggalkan makan dan minumnya.

Benarlah (shodaqo) Rasulullah..
Zaman dimana Rasulullah bersabda demikian, belum ada transportasi modern seperti saat ini. Yang ada saat itu hanya unta atau kuda. Tentu saja untuk melintasi jarak yang jauh sangat melelahkan.

Itu zaman Nabi shallallahu alahi wasallam. Nah, zaman kita sudah tersedia berbagai sarana transportasi modern dari darat, laut maupun udara. Sarana transportasi juga berlomba-lomba menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk kenyamanan penumpangnya. Dari ac, makanan sampai waktu tempuh yang semakin diperhatikan. Semuanya demi kenyamanan penumpang.

Tetap saja nilai "adzab" dalam safar itu akan selalu ada. Dalam safar, akan kita tunda makan minum, akan menimpa kita lelah dan letih, akan himpit dada karena merindukan orang yang kita tinggalkan, atau paling tidak ancaman resiko celaka selama safar. Dan lain sebagainya.

Itulah bentuk-bentuk adzab (penderitaan) dalam safar.

Subhanallah, demikianlah Rasulullah shallallahu alahi wasallam ash-shodiqul mashduuq diberikan oleh Allah al-jawami'ul kalim, perkataan yang singkat namun maknanya luas.

Semoga Allah mengumpulkan kita dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di surga kelak. Amiin yaa Rabbal alamiin.

#Ditulis di jalan tol di atas Bis dalam perjalanan Cileungsi-Bandung, Rabu, 8 Syawal 1437 @ 12.50.. di luar sedang hujan#

Suatu Hari di Istiqlal

Megah, luas, besar..
Itulah mungkin yang akan muncul dalam benak saat pertama kali melihat masjid Istiqlal Jakarta.
Konon masjid ini adalah yang terbesar di Indonesia bahkan di Asia tenggara. Wallahu a'lam...

Masjid ini sama saja dengan masjid yang lain. Tidak ada keutamaan khususnya. Jadi, tidak boleh melakukan safar khusus hanya untuk mendatangi masjid ini.

لاتشد الرحال الا الى تثالة مساجد..
ًTidak boleh melakukan perjalanan kecuali ke 3 masjid..

Demikian sabda Nabi shallahu alaihi wasallam. 3 masjid dimaksud yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-aqsha.

Hari ini, kami singgah melaksanakan solat zhuhur di masjid Istiqlal.

Istiqlal, artinya kemerdekaan.. mungkin masjid ini dibangun atas dasar semangat kemerdekaan.. wallahu a'lam.

Yang jelas Indonesia kini telah meredeka dari penjajahan bangsa Asing. Kita bersyukur kepada Allah kemudian kita patut berterima Kasih pada pahlawan bangsa yang telah berkorban agar kita bisa terbebas dari penjajahan bangsa bangsa lain yang notabene mereka itu orang-orang kafir.

Kini, di masa kemerdekaan ini kita harus berpikir untuk memerdekakan diri dari kesyirikan,  kebid'ahan dan kemaksiatan. Jika hal-hal ini masih saja bercokol dalam diri, berarti kita belumlah menjadi orang yang merdeka seutuhnya karena kemerdekaan sesungguhnya adalah..

الإستقلال من عبادة العباد الى عبادة رب العباد..
Kemerdekaan dari penyembahan kepada sesama hamba menuju penyembahan hanya kepada rabbnya hamba (Allah subhanahu wa ta'ala)

Selasa, 7 Syawal 1437 @ 14.35
Di Masjid Istiqlal... ini kunjungan ke sekian.

Kamis, 07 Juli 2016

Doa Pasti Dikabulkan

Allah berfirman

"Ud'uuniy astajib lakum"
"Berdoalah kepada Ku niscaya akan kukabulkan"

Allah berjanji mengabulkan setiap doa kita.

Dan Allah..

"Innallaaha laa yukhliful mii'aad"
"Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji"

Jika kita punya hajat kepada Allah, berdoalah dengan sebenar-benar doa. Fokuslah kepada doa kepada Allah. Bukan fokus kepada pengabulan doa. Karena sudah pasti, doa yang dipanjatkan dengan syarat-syarat terpenuhi dan tidak ada penghalangnya pasti terkabulkan.

Fokus dengan bagaimana kita berdoa, cara kita berdoa. Apakah sudah khusyu? Apa kita sudah meninggalkan penghalang penghalangnya seperti maksiat dan bidah serta kesyirikan?

Bukannya fokus dengan apa yag kita minta. Karena banyak yang hanya fokus dengan pengabulan doanya tanpa dia perbaiki kualitas doanya, tidak khusyu', maksiat juga terus dilakukan. Doa yang benar pasti Allah kabulkan. Karena Allah tidak mungkin mengingkari janji Nya.

Jadi, tugas kita memperbaiki hubungan dengan Allah. Dengan itu maka Allah akan memenuhi janji Nya mengabulkan doa kita.

(Faidah dari Fawaidul Fawaid)

#Di atas gunung anonim, di perjalanan pulang dari TBN menuju ma'had, sembari duduk melihat pemandangan dengan hawa sejuk

Kamis, 2 Syawal 1437 @ 14.58

Selasa, 05 Juli 2016

4 Manfaat Poligami

Poligami mengandung banyak hikmah dan maslahat baik bagi lelaki, wanita maupun masyarakat:

1. Banyaknya jumlah wanita dibanding lelaki. Sementara lelaki rentan terkena resiko kematian akibat perang atau perjalanan. Dengan ini semakin sedikit jumlah laki-laki. Jika hanya membatasi satu istri, maka banyak wanita akan terlantar.

2. Wanita mengalami haid. Kalau lelaki dilarang menikah dengan yang lain, maka akan banyak masa berlalu dia tidak bisa 'mendekati' istrinya

3. Wanita mencapai menopause di usia sekitar 50an. Sementara laki-laki non-produktif di usia renta. Jika membatasi hanya dengan satu, maka potensi memperbanyak keturunan akan terhalangi dengan menopausenya si istri

4. Dengan banyaknya wanita yang tidak bisa menikah, akan tersebar kerusakan akhlak, banyaknya wanita yang tersiakan, atau si wanita akan kehilangan kesempatan merasakan kenikmatan dan perhiasan kehidupan (menikah)

Dan hikmah dalam kebolehan poligami ini sangat banyak. Celaka siapa saja yang mencoba menghalang-halangi jalan ini dan menolak maslahat-maslahatnya.

~Terjemah bebas dari kitab Mulakhos Fiqhy, pembahasan Nikah.

#Jonggol, 30 Ramadhan 1437 @ 14.18
rs

7 Manfaat Menikah

Menikah mengandung banyak manfaat di antaranya:

1. Untuk melestarikan keturunan manusia, memperbanyak jumlah kaum muslimin, membuat jengkel orang kafir karena banyaknya mujahidin

2. Memelihara kemaluan dari hal hal yang bisa berakibat rusaknya masyarakat

3. Menegakkan fungsi suami sebagai pemimpin wanita dan penanggung nafkahnya (lihat Surah An-nisa ayat 34)

5. Untuk mencapai ketenangan dan ketentraman

5. Sebagai pertahanan masyarakat agar tidak tersebarnya zina dan kerusakan moral

6. Memelihara nasab, menyambung silaturahmi, dan menciptakan keluarga yang saling berkasih sayang dan tolong menolong dalam kebaikan

7. Mengangkat derajat manusia dari kehidupan hewani menuju kehidupan yang mulia

~diterjemahkan bebas dari Mulakhos Fikhiy karya Syaikh Fauzan al Fauzan

#Jonggol, 30 Ramadhan 1437 @ 14.15 wib
rs

Minggu, 03 Juli 2016

Bentuk Meninggalkan Al-quran

Dalam kitab Al-Fawaid karya Imam Ibnu Qoyyim al Jauziyah (tahqiq Syaikh Ali Hasan)...

Bentuk-bentuk menghajr(meninggalkan) Al Quran:

1. Tidak mendengarkannya, tidak mengimaninya..
2. Tidak mengamalkannya, tidak memperhatikan halal haramnya, meskipun ia membaca dan mengimaninya
3. Tidak berhakim dan tidak memutuskan sesuatu dengan Al Quran dalam hal-hal ushul dan furu'...
4. Tidak mentadaburi dan memahami apa yang diinginkan dari Al-quran itu
5. Tidak berobat dengan Alquran pada segala macam penyakit hati dan badan..

(Terjemahan bebas.. ada yang kurang)

Di pojok masjid, 29 Ramadhan 1437 @ 13.15