Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Catatan Taklim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Taklim. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Mei 2023

Dengan Kematian Suamiku, Aku Tak Tahu Harus Gembira atau Bersedih?!

Saat saya mengikuti daurah Ilmu Waris di Masjid Jami' Syaikh Abdullah bin Aqil, sang Pemateri Syaikh Rasyid Khalifah al Kulaib -ahli ilmu waris yang merupakan murid dari beberapa ulama besar seperti Syaikh Al Fauzan dan Syaikh Ibnul 'Utsaimin- menceritakan satu kisah unik. Kisah ini beliau sampaikan di hari pertama dari empat hari pelaksanaan daurah.


Begini kisahnya..
Kisah ini Syaikh ceritakan saat beliau menjelaskan poin Asbaabul Irts (Sebab-sebab -terjadinya- Warisan). Salah satu dari tiga sebab terjadinya warisan adalah nikah. Dan yang dimaksud nikah adalah akad nikah. Jika telah selesai akad nikah, maka sudah terjadi sebab saling mewarisi antara suami dan istri, walaupun mereka bahkan sama sekali belum bersentuhan. 

Beliau menceritakan suatu kejadian..
Ada seorang laki-laki datang ke sebuah rumah. Ia mengetuk pintu. Saat pintu terbuka, seorang bapak menyambut beliau dan menanyakan apa keperluannya. Si lelaki ini pun menyampaikan niatnya untuk menikahi anak gadis si Bapak. Si anak gadis ini sebelumnya tidak mengenal lelaki yang datang ini. Ia belum pernah melihatnya apalagi berkomunikasi dengannya.

Singkat cerita, setelah si lelaki menyampaikan latar belakangnya dan akhirnya terjadi pembicaraan antara ia dan bapak si gadis, maka si bapak ini sepakat untuk menikahkan anaknya dengan si lelaki, namun ia ingin meminta persetujuan anak gadisnya terlebih dahulu. Si bapak minta izin ke dalam menemui anaknya untuk ditanyai. Setelah ditanyakan ke si anak, ia pun setuju untuk dinikahkan dengan si lelaki tadi.

Si bapak kembali ke ruang tamu, disitu juga ada orang lain yang bisa menjadi saksi dan jumlah mereka cukup sebagai syarat sahnya nikah.

Akhirnya dilangsungkanlah akad nikah di ruang tamu. Dengan kehadiran saksi, dan mahar yang telah disiapkan oleh si lelaki tadi. Si gadis tetap di kamarnya, belum melihat si lelaki. Ia benar-benar yakin dan mempercayakan kepada bapaknya masalah pernikahannya. Ia di kamar menunggu si lelaki yang nanti telah sah menjadi suaminya, untuk datang ke kamarnya dan ia lihat untuk pertama kali.

"Aku nikahkan kamu dengan anak perempuanku" kata si Bapak. "Saya terima nikahnya" kata si lelaki. Telah terjadi akad nikah, ada mahar dan ada saksi-saksi.

Syaikh Rasyid bertanya ke hadirin, "Nikahnya apakah sudah sah?".. "Sah" kata para hadirin. Syaikh pun kembali menegaskan, "Sah. Maka telah terjadi sebab waris antara mereka karena mereka berdua telah menjadi suami istri"

Lanjut kisahnya. Setelah akad nikah selesai. Diiringi rasa bahagia mereka yang hadir disitu, apalagi si lelaki tadi yang lamarannya diterima dan langsung dinikahkan saat itu juga. Takdir Allah terjadi, saat sedang bahagia setelah akad itu, sebelum sempat si lelaki itu mendatangi kamar untuk melihat dan menyentuh istrinya, ia meninggal dunia.

Singkat cerita, lelaki ini ternyata lelaki kaya. Dan ia meninggalkan warisan 4 juta riyal (sekitar 16 miliyar rupiah). Dan setelah dihitung-hitung, istrinya yang baru ia nikahi tadi berhak dengan seperempat warisannya yaitu 1 juta riyal (sekitar 4 miliar rupiah).

Maka si istri yang belum sempat disentuh, bahkan belum sempat melihat suaminya, dengan kejadian yang begitu singkat sejak datangnya si lelaki ke rumahnya sampai ia meninggal.. lalu ia mendapatkan 1 juta riyal.. ia pun berkata, "Saya tidak tahu bagaimana perasaan saya, apakah bersedih dengan meninggalnya suami saya (yang belum pernah saya lihat) ataukah bahagia dengan mendapatkan satu juta riyal?"

Maka Syaikh mengakhiri kisahnya dengan tersenyum diikuti tawa dan senyum hadirin. Semoga bermanfaat untuk pembaca sekalian.


Abu Ukkasyah
Sakan KSU, 25 Syawwal 1444/15 Mei 2023
13.16 WAS

Selasa, 02 Agustus 2016

Nama Tidaklah Mengubah Hakikat

Disebutkan sebuah kaidah dalam agama kita

الإسم لا يعير الحقيقة
Al-ismu la yughoyyirul haqiqah..
(Nama itu tidaklah mengubah hakikat)

Contoh:

.: pacar itu tetap pacar dan itu tidak dibolehkan, meskipun mereka saling panggil papa-mama (layaknya suami istri yang sah lewat jalur pernikahan)

.: bir itu tetap khamr yang diharapkan, meskipun namanya "bir" yang dalam bahasa arab berarti "kebaikan"

.: di zaman orde baru ada namanya SDSB (SUMBANGAN Dana Sosial Berhadiah), tapi hakikatnya adalah judi yang diharamkan. Tetap judi meskipun namanya sumbangan

#Faidah dari taklim "Syarah masa-ilul jahiliyah" bersama Ust. Arismunandar tadi malam di Masjid al-Ashri
#Rabu, 29 Syawwal 1437 @ 09.01
#Abu Safar
~diketik di atas kereta Logawa, dalam persinggahan, Jogja-Surabaya

Kamis, 28 Juli 2016

4 Nasihat Syaikh Buat Dai

Pada penutupan Daurah Pembekalan Dai ke-9 di Ponpes Riyadhusshalihin Pandeglang tadi pagi, syaikh Abdurrahman al Hazimi memberikan pesan:

1. Ini bukanlah akhir dari menuntut ilmu. Teruslah belajar..

2. Dakwahkan apa yang engkau ketahui. Siapa yang akan memperbaiki kondisi umat di daerahmu? Apakah syaikh dari negeri lain ataukah ulama dari daerah lain? Tidak. Bahkan kalianlah yang mendakwahi mereka. Dakwahkan apa yang engkau YAKINI bahwa itu datang dari Allah(kebenaran), agar engkau tidak mengada-ada atas nama Allah

3. Sebagai dai, maka hal yang sangat dibutuhkan yaitu persatuan. Jangan berpecah belah sesama ahlussunnah, sesama dai. Belajarlah untuk saling memahami perbedaan. Adalah hal yang mustahil, jika engkau berharap bahwa seluruh manusia berada dalam satu pikiran/pendapat.

Walaupun ada dai 1 juta dai maka itupun belum cukup untuk mendakwahi seluruh manusia. Maka bagaimana lagi kalau jumlahnya sedikit lalu mereka berpecah belah?

4. Waspadalah! Kalian adalah dai. Tugas kalian adalah ishlahunnaas (memperbaiki umat). Bukannya sibuk memvonis, mebid'ahkan bahkan mengkafirkan. Kalian dai, bukan hakim.

Jangan sibukkan diri kalian dengan tabdi' (membidahkan) atau tahkim (menghakimi orang). "Man 'amila solihan falinafsihi wa man 'asaa-a fa'alaihaa"
(Barangsiapa beramal sholih maka ia beramal untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat buruk maka ia akan mendapatkan balasannya)

Sibukkan diri kalian untuk mendakwahi manusia, bukannya menghakimi dan mencari-cari kesalahan mereka.

#Diringkas dan diterjemahkan bebas

Risaluddin Syam
Jumat, 24 Syawwal 1437 @ 12.33
~di atas bus menuju Jakarta

Rabu, 27 Juli 2016

Mengenal Mahrom

Mahromm itu ada 2 (التحريم)
1. Mahrom selamanya
2. Mahrom tdk selamanya

*1. Mahrom selamanya*

A. Mahram karena keturunan (Nasab)
- ummahat (Ibu, nenek dan seterusnya ke atas baik dari ayah atau ibu
- Anak perempuan(putri),cucu perempuan dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
- Saudara perempuan sekandung/seayah/seibu
- Saudari bapak (bibi), saudari kakek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
- Saudari perempuan ibu (bibi), saudari perempuan nenek (bibi orang tua) dan seterusnya ke atas baik sekandung, seayah atau seibu
- Putri Saudara(keponakan) sekandung/seayah/seibu, cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita
- Putri saudari sekandung(keponakan), seayah atau seibu (keponakan), cucu perempuannya dan seterusnya ke bawah baik dari jalur laki-laki maupun wanita

B. Mahrom karena pernikahan
- Ibu istri
- Anak istri (dari suami sebelumnya), *apabila ibu nya belum pernah digauli maka boleh anaknya dinikahi, namun jika ibunya sdh digauli maka putrinya haram selamanya
- Istri Ayah
- istri anak

C. Mahrom karena persusuan

*2 Mahrom tdk selamanya (terikat waktu)*

A. Krn Pernikahan
- kerabat (harom menikahi saudari istri, bibi istri baik dari sebelah Ayah atau ibu kecuali setelah mentalak istrinya, atau meninggal)
- Jumlah (apabila telah memiliki 4 istri maka harom baginya menikah lagi kecuali setelah mentalak salah satu istrinya, atau meninggal)
- Haram menikahi wanita yg sdh bersuami kecuali telah ditalak maka boleh dinikahi
- apabila telah ditalak 3 maka haram baginya utk rujuk pd istrinya lagi kecuali setelah menikah dan berhubungan dgn suami baru kemudian cerai.
- haram menikahi wanita kuffar (kecuali yahudi&nasrani) sampai masuk islam maka boleh dinikahi
- haram menikahi wanita yg sedang haji/umroh (arofah)
- haram menikahi wanita penzina sampai ia tobat maka bileh dinikahi
- haram utk menikahi wanita yg sdg dikhitbah oleh saudara muslim hingga apabila telah selesai dan ditolak maka boleh maju utk dinikahi

Wallahua'lam

Diantara Fawaid dars bersama Syaikh Abdurrohman Al Hazimi
✍Abu abdillah ad dani

Diringkas dan diterjemahkan oleh Ust. Abu Silmi Dani Sudiwan

#Di Masjid  Ponpes Riyadhusshalihiin Pandeglang
Malam Kamis, 23 Syawal 1437 @ 21.57 Wib

Minggu, 24 Juli 2016

Cara Menghadapi Pelaku Bid'ah

Ringkasan jawaban Syaikh ketika ditanya cara menghadapi pelaku bid'ah:

Menghadapi pelaku bid'ah tidak mesti hanya dengan satu cara. Tergantung keadaan dan bidahnya.

Ada yang bisa menerima kebenaran dengan debat, ada yang dengan akhlak yang baik, ada yang dengan lembut, ada yang tidak bermanfaat baginya kecuali dengan cara agak keras.

Intinya, setiap keadaan ada hal mencocokinya.
(لكل حال ما يناسبها)

Maka penting bagi dai untuk mengetahui keadaan orang yang didakwahinya.

#Liqo' Maftuh
Malam Senin, 20 Syawwal 1437
@20.39 Wib

Jumat, 08 Juli 2016

Utamakan Keselamatan Hati

"Yang paling penting adalah hatimu.."

Berita mungkin perlu antum tau, tapi kalau menyibukkan hatimu? tinggalkan!

Status2 teman di Facebook mungkin penting, tapi kalau melalaikan hatimu? Tutup!

Kiriman-kiriman di grup-grup Whatsapp mungkin ada baiknya, tapi kalau membuat hatimu galau? Jangan dibuka!

###

yauma la fanfa'u maalun wa laa banuun illaa man atallaaha biqolbin saliim..

"Pada hari yang tidak bermanfaat lagi Harta dan keturunan, kecuali yang menghadap Allah dengan HATI yang Saliim (selamat)"...

Perhatikan hatimu, jadikan ia tempat dzikir, setiap waktu mengingat Allah.. jangan biarkan apa pun mencurinya.

"Yang paling penting adalah hatimu..."

#Faidah dari Dars Fawaidul Fawaid beberapa hari lalu..

#Di atas rangka besi hitam dalam balutan busa, 4 Syawal 1437 @ 10.10_Sukamaju

Rs

Kamis, 09 Juni 2016

Manzumah Baiquniyah dan Imam Baiquniy

Pernah dengar Manzhumah Baiquniyyah?

Yah, itu Manzhumah tentang pelajaran Mushtolah Hadits yang dikarang Imam al-Baiquniy

Manzhumah ini sangat masyhur di kalangan penuntut ilmu. Dipelajari oleh para mubtadi' pemula dalam ilmu mushtolah.

Saya tercengang, waktu mendengar rekaman Syarah Manzhumah ini,  yang mensyarah Syaikh Abdul Karim al Khudhoir.
Syaikh menyebutkan bahwa tidak banyak hal diketahui dari Imam Al Baiquniy ini sebagaimana ulama-ulama yang lainnya yang biasanya biografi diketahui dengan detail.

Beliau menyampaikan bahwa manzhumah ini dipelajari banyak penuntut ilmu dari dulu sampai sekarang. Telah disyarah oleh banyak ulama.

Manzhumah ini sangat bermanfaat. Menunjukkan kedalaman ilmu pengarangnya, Imam Al Baiquniy. Tapi siapa Al Baiquniy?

Syaikh Abdul Karim menyampaikan, beginilah sosok ulama yang tidak mengharapkan popularitas, seperti Imam Al-baiquniy ini. Dan begitulah seharusnya seorang penuntut ilmu, bukan keterkenalan atau popularitas sanjungan manusia yang ia jadikan target, tapi bagaimana ilmu bisa tersebar di kalangan manusia, meskipun ia tak dikenal.

Wallahu a'lam

Semoga Allah merahmati Imam Al Baiquniy.

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 4 Ramadhan 1437/9-6-2016 @ 15.06

Senin, 06 Juni 2016

Note hari ini..

Imam Ghozali Rahimahullah:
Di antara ciri tidak dicintai Allah yaitu dijadikan sulit melakukan ibadah pada waktu-waktu dimana pahala amalan dilipatgandakan

(Disampaikan Ust.Rizqo dalam taklim sore ini)

"Antum di Indonesia pahalanya besar jika bisa bersabar, karena fitnah disini (fitnah wanita) tersebar dimana-mana (banyak wanita tak menutup aurat)"
- Syaikh Abu Utsman

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 1 Ramadhan 1437H/6-6-2016

Rabu, 27 April 2016

'Asyaratu Syuruur (10 Hal Buruk)

Berdasarkan Hadits Riwayat Imam Muslim dari Sahabat Zaid bin Arqom, ada 10 Hal yang kita diajarkan oleh Rasulullah untuk berlindung darinya:

1. Al-'Ajz العجز (Lemah)
2. Al-Kasl الكسل (Malas)
3. Al-Jubn الجبن (Pengecut)
4. Al-Bukhl البخل (Pelit)
5. Al-Haram الحرم (Pikun)
6. 'Adzabul Qobr عذاب القبر (Adzab Kubur)
7. Ilmun laa yanfa' علم لا ينفع (Ilmu yang tak bermanfaat)
8. Qolbun laa yakhsya' قلب لا يخشع (Hati yang tidak bisa khusyu')
9. Nafsun laa tasyba' نفس لا تشبع (Jiwa yang tak pernah puas)
10. Da'watun laa yustajaabu lahaa دعوة لا يستجاب لها (Doa yang tidak terkabul)

Diringkas dari Taklim Subuh Syaikh Abu Utsman Kamal an-najjar

Jonggol, 20 Rajab 1437/28 April 2016

.: Risaluddin Syam:.

Minggu, 03 April 2016

Faidah Ringkas Kajian Mencintai Wali-Wali Allah

�� Faidah Ringkas Kajian Mencintai Wali-wali Allah ��

�� Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr

⏰ Ahad, 25 Jumadal Akhir 1437 H / 3 April 2016

�� Masjid Istiqlal

1. Mencintai wali Allah dan kaum muslimin  adalah salah satu  simpul iman terkuat. Rasulullah bersabda
:
أوثقُ عُرَى الإيمانِ الحبُّ في اللهِ ، وَالبُغْضُ فيهِ

“Tali simpul iman terkuat adalah menyintai karena Allah dan membenci karena Allah.”

2.  Memusuhi wali Allah berarti menjadi �� musuh Allah.  Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

 مَن عَادَى لي وليّاً؛ فَقَدْ آذَنته بالحَرب

Siapa yang memusuhi wali-Ku maka sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya

3. Kita harus menjaga lisan dan hati kita bersih dari mencaci, menjelekkan, dan dengki kepada orang yang beriman.

Allah berfirman:
(وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ)

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"

[Surat Al-Hashr 10]

Rasulullah ditanya:

يا رسولَ اللهِ أيُّ النَّاسِ أفضلُ ؟ قال : كلُّ مَخمومِ القلبِ صَدوقُ اللِّسانِ

“Wahai Rasulullah siapakah Sebaik-baik manusia manusia? Rasulullah menjawab: yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.”

4. Siapakah wali Allah?

Wali artinya dekat. Wali Allah adalah orang yang dekat dengan Allah azza wa jalla. Kewalian seseorang bertingkat sesuai dengan amal shalihnya. Allah berfirman:

(أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” 

[Surat Yunus 62 - 63]

Oleh karena itu menurut ulama, wali itu adalah:

من كان مؤمنا تقيا كان لله وليا

Orang yang beriman dan bertaqwa maka dialah wali Allah

5. Kewalian itu bukanlah soal tampilan lahir yang berbeda dengan umumnya manusia. Hakikat kewalian adalah kedekatan, keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Firman Allah dalam hadits qudsi:
مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ»

"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya dari-Ku. Tidak ada yang paling Aku cintai dari seorang hamba kecuali beribadah kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya. Adapun jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya. Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, (Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, menjadi tangan yang dia memukul dengannya, menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi." 

6. Wali Allah memiliki 2 tingkatan:

1. Tingkat pertengahan

Orang yang menjalankan kewajiban agama dan meninggalkan yang haram.

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئاً، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ .

"bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah dengan berkata, “Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, lalu saya tidak menambah lagi sedikit pun, apakah saya akan masuk surga?” Beliau menjawab, Ya.” (HR. Muslim).

2. Tingkat Tinggi

Orang-orang yang senantiasa beriltizam mengerjakan amalan-amalan Sunnah setelah yang wajib

7. Para Ulama adalah para wali Allah.

Imam Syafi'i berkata:

إن لم يكن العلماء العاملون أولياء الله، فليس لله ولي!

Bila ulama yang mengamalkan ilmunya bukan wali Allah maka tidak ada wali Allah!

Jelas bahwa para ulama adalah para wali Allah. Rasulullah bersabda:

 وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sungguh, keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar.”

8. Tanda kewalian seseorang adalah melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan. Kewajiban terbesar adalah shalat 5 waktu. Maka wali Allah adalah yang menjaga shalat 5 waktu di masjid.

Bila ada yang mengaku wali namun tidak pernah shalat di masjid, maka jelas dia bukan wali!

Allah berfirman:

{وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ}

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)

[الحجر : 99]

Allah Juga berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ}

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

[آل عمران : 102]

Sehingga jelas keliru bila ada yang mengaku wali namun tidak shalat, tidak pergi haji ke Ka'bah karena katanya ka'bahnya yang mendatangi walinya. Ini adalah khurafat yang jelas penyimpangannya!

9. Wali Allah tidak akan menganggap dirinya suci sebesar apapun amal yang dikerjakan

Allah berfirman:

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ}

janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

[النجم : 32]

Maka tidak mungkin ada Wali Allah yang mengakui sendiri bahwa dirinya adalah wali

10. Wali Allah tidak harus bisa melakukan hal-hal luar biasa yang disebut karamah. Sebagian wali Allah dikaruniai karamah atas tujuan tertentu, bukan syarat mutlak disebut wali.  Karena karamah yang paling tinggi adalah keistiqamahan. Ahlussunnah mengimani kebenaran karamah hanya saja tidak menjadikan barometer utama syarat kewalian.

11. Tiga barometer untuk mengenali wali Allah menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah:

1. Shalatnya
2. Kecintaannya pada Sunnah dan ahlussunnah
3.  Berdakwah di Jalan Allah secara ikhlas bukan untuk mencari pengikut yang mengagungkan dirinya

12. Tidaklah disebut wali Allah sampai:

1. Berusaha ikhlas dalam ibadah
2. Mengikuti contoh dari Rasulullah

Allah berfirman:

{قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ}

   Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik"

[يوسف : 108]

13. Bersemangatlah untuk mengejar derajat yang tinggi di sisi Allah

Rasulullah bersabda:

 احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجَزْ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah"

Allah berfirman:

{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ}

   Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

[العنكبوت : 69]

14.  Mencintai wali Allah merupakan tanda kebaikan. Maka cintailah orang-orang yang shalih, berakhlak mulia dan wali Allah.   Karena Rasulullah bersabda:

 الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَوْمَ القِيَامَةِ

Seseorang itu bersama yang dicintainya di hari kiamat

15. Teruslah belajar ilmu syar'i karena ia adalah lentera yang menerangi jalan ke surga. Rasulullah bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ،

Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga. 

16. Bergaullah dengan teman yang baik. Karena Rasulullah bersabda:

المَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman

17. Hisablah diri kita sebelum hari perhitungan datang. Orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa mempersiapkan dirinya menghadapi kehidupan setelah kematian.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Selesai dengan memuji Allah yang maha sempurna

Akhukum fillah,

✒ Encang iRul Al Batawiy
www.bisa.id

Minggu, 15 November 2015

Semakin Dicukur, Semakin Kurang Akal

Dari Abu Hurairah radhialloohu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Cukurlah kumis kalian, peliharalah jenggot, dan selisihilah orang2 Majusi" (HR.Muslim)

Memelihara Jenggot merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Karena ini perintah Allah dan rasul-Nya, berarti memelihara jenggot adalah bagian dari agama.

Orang yang mencukur jenggot berarti berkurang agamanya. Berkurangnya agama menunjukkan berkurangnya Akal.

(Sebagian tanggapan Syaikh Abu Bakar al-Baidhoniy saath ditanya tentang pernyataan, "Semakin panjang(jenggot) semakin goblok")

Dibalik Dusta, Tersimpan Banyak Keburukan

"Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallohu 'anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jauhilah sifat Al-Kadzib(dusta), sesungguhnya Al-Kadzib itu mengarahkan pada Al-Fujur(keburukan), dan Al-Fujur itu mengarahkan ke neraka. Tidaklah seseorang senantiasa berdusta dan bersungguh-sungguh dalam berdusta, hingga akhirnya ia tercatat di sisi Allah sebagai seorang Kadzdzaab(Ahli Dusta)" (HR. Bukhari Muslim)

Tidak perlu sekolah tinggi-tinggi

Jumat, 04 September 2015

Gugurkan Dosamu dengan ini, Allah Maha Mengampuni



Syaikh Abu Utsman Kamal an-Najjar al-Yamani
Kamis, 19 Dzulqo’dah 1436/03.09.2015
Kitab -Bahjah Qulubil Abrar-
Hadits 24 –Amalan Yang Menggugurkan Dosa-

"Ibn Taimiyah menyebutkan pengertian dosa besar –dan ini pengertian yang paling baik-, yaitu setiap maksiat yang diancam dengan neraka, atau laknat, atau kemarahan, atau ancaman atau peniadaan iman, maka ini masuk dalam dosa besar"

Tragedi Terbunuhnya Cucu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, Husain bin Ali radhiallohu 'anhuma



Syaikh Abu Utsman Kamal an-Najjar al-Yamani
Sabtu, 19 Dzulqo’dah 1436/03.09.2015
Kitab –Shahih Asyratu As-Sa’ah-
“Peristiwa Terbunuhnya Husain bin Ali radhiallohu ‘anhuma”

"..Penyebab terbunuhnya Husain yang beredar di kalangan orang-orang agama Syiah berisi sangat banyak kebohongan dan kepalsuannya..."
 

Selasa, 01 September 2015

Ternyata, Kucing Tidak Najis



Syaikh Abu Utsman Kamal an-Najjar al-Yamani
Sabtu, 17 Dzulqo’dah 1436/01.09.2015
Kitab -Bahjah Qulubil Abrar-
Hadits 23 -Kucing Tidak Najis-

الحديث الثالث والعشرون

 عن أبي قتادة t قال: قال رسول الله r في الهرة: {إنها ليست بنجس، إنها من الطوافين عليكم والطوافات} ([1]) رواه مالك وأحمد وأهل السنن الأربع.
Dari Abu Qotadah #, beliau berkata bahwa Rasulullah @ bersabda tentang kucing: “Sesungguhnya kucing itu tidak najis, sesungguhnya kucing itu termasuk yang biasa berkeliling(hidup) di sekitar kalian”
(HR. Imam Malik, Ahmad dan Ahlus sunan yang empat)

Minggu, 30 Agustus 2015

Manusia, Beginilah Seharusnya (Bag. 1)



Hari/Tanggal Hijriah   : Sabtu, 14 Dzulqo’dah 1436
Tanggal Masehi            : 29/8/2015
Kitab                             : Bahjah Qulubil Abrar
Hadits ke-21                 : 10 Fitrah Manusia
Pemateri                       : Syaikh Abu Utsman Kamal an-Najjar al-Yamani


Pada hadits ini Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa ada 10 hal yang termasuk fitrah.  Makna fitrah adalah khilqah (ciptaan) yang manusia diciptakan di atasnya, dan manusia diberi bentuk dengan hal-hal itu.

Fitrah, sebagaimana yang dikatakan para ulama, terbagi menjadi dua yaitu:

Sabtu, 15 Maret 2014

Wahai yang pakaiannya Isbal, ini berita dari Rasulullaah..

MALAM AHAD, 14 RABI’UL AKHIR 1435H/15-03-2014
MASJID WIHDATUL UMMAH
UST. H. MUHAMMAD YUSRAN ANSHAR, LC.,MA.


BAB 119 : KITABUL LIBAS (KITAB PAKAIAN)



Tasyahud yang benar

CATATAN PENGAJIAN MALAM JUMAT
MALAM JUMAT, 12 JUMADAL ULA 1435H/13 MARET 2014
MASJID UMAR BIN KHATTAB DPP WI, ANTANG
UST. MUHAMMAD YUSRAN ANSHAR,LC.,MA.

BAB 13
HADITS ke-226 : TASYAHUD

حديث عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قُلْنَا السَّلاَمُ عَلَى اللهِ قَبْلَ عِبَادِهِ، السَّلاَمُ عَلَى جِبْرِيلَ، السَّلاَمُ عَلَى مِيكَائِيلَ، السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ؛ فَلَمَّا انْصَرَفَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ هَوَ السَّلاَمُ، فَإِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ للهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ؛ فَإِنَّهُ إِذَا قَالَ ذَلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ في السَّمَاءِ والأَرْضِ؛ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ بَعْدُ مِنَ الْكَلاَم مَا شَاءَ
أخرجه البخاري في: 79 كتاب الاستئذان: 3 باب السلام اسم من أسماء الله تعالى

Senin, 10 Maret 2014

Orang Munafik dan Takdir

MALAM SELASA, 8 JUMADAL ULA 1435H/10 MARET 2014
TAKLIM TAFSIR PERKATA
MASJID NURUL HIKMAH ADHYAKSA BARU
UST. SYAIBANI MUDJIONO

Pelajaran dari Surah Al-Baqoroh ayat 20-21

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ وَلَوْ شَاء اللّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّه عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ -٢٠- يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ -٢١- 

Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah Menghendaki, niscaya Dia Hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai manusia! Sembahlah Tuhan-mu yang telah Menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. 

Minggu, 09 Maret 2014

Pelajaran dari Tarbiyah Malam Senin

Setelah tahsinul qiro'ah, murabbi memberi penjelasan tentang ayat yang dibaca.  
Salah satu ayat yang dibaca adalah QS. An-Nur ayat 32 yang berbunyi:

وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ -٣٢- 

"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan Memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui"

Murobbi:
Surat An-nur ayat 32 merupakan ujian bagi orang-orang yang selama ini berupaya mempertebal imannya dengan sekian banyak variasi ibadah.