Pages

Labels

Sabtu, 25 Maret 2017

Doa Nabi pada Dzikir Pagi

Oleh : Azwir B. Chaniago

Diantara kebiasaan baik dari Rasulullah dan perlu kita ikuti adalah membaca dzikir pagi yang berupa pujian kepada Allah dan juga doa.   Salah satu doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah sebagai rangkaian dari dzikir pagi beliau yaitu dzikir setelah shalat shubuh adalah : “Allahhumma innias’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqanthaiyiban wa ‘amalan mutaqabbalan” Yang Allah, aku bermohon kepada Engkauilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. (H.R Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah, dari Ummu Salamah). 

Urutan doa ini sangatlah indah karena dimulai dengan minta ilmu yang bermanfaat karena tanpa ilmu kita tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Kemudian setelah mendapat ilmu yang bermanfaat baru meminta rizki yang baik dan untuk mengetahui dan mendapatkan rizki yang baik yaitu setelah berilmu. Selanjutnya meminta amal yang diterima. Sungguh amal bisa diterima yaitu dengan ilmu dan makan dari rizki yang baik.             

Selain itu, dari hadits yang mulia ini sangatlah banyak kita bisa mengambil pelajaran, diantaranya adalah  :

Pertama : Rasulullah mengajarkan supaya memohon ilmu yang bermanfaat.

Tentang ilmu yang bermanfaat, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid dalam Kitab Adab dan Manfaat Menuntut Ilmu yang disyarah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin memberikan beberapa indikasi, diantaranya :

(1) Ilmu yang diamalkan. Setelah mempelajari ilmu dan membenarkan yang dipelajari berdasarkan nash yang shahih maka wajiblah mengamalkannya. Jika tidak diamalkan maka bukanlah namanya ilmu yang bermanfaat. Sungguh buah ilmu adalah amal yang shalih.

(2) Tidak suka dipuji dan tidak sombong.Memang ada sebagian orang yang berilmu, apalagi kalau ilmunya pas-pasan, sering bertanya tentang pandangan orang terhadap ilmu yang dimilikinya. Apa sudah hebat atau belum. Jika orang menjawab dengan pujian maka timbul sikap ujub dan sombong. Ini membahayakan bagi diri dan ilmunya.

(3) Semakin tawadhu’ setiap kali ilmunya bertambah.  Ini juga merupakan salah satu tanda ilmu bermanfaat. Tawadhu’ adalah kelaziman orang-orang shalih danorang orang  memiliki ilmu yang mumpuni. Dia tidak serta-merta menunjukkan bahwa dialah orang yang paling ‘alim meskipun dia tidak akanmenyembunyikan ilmunya pada saat dibutuhkan orang lain.

(4) Tidak mencintai kedudukan, popularitas dan keduniaan. Janganlah dengan ilmu yang dimiliki membuat seseorang sangat berambisi untuk jadi pemimpin. Jangan pula ilmu dijadikan sarana untuk mendapatkan popularitas dan untuk mengejar keuntungan dunia yang hanya sementara.

(5) Buruk sangka kepada diri dan tidak mencela. Jiwa seseorang bisa menipunya atau memerintahkan berbuat buruk. Orang yang ilmunya bermanfaat akan berprasangka buruk kepada dirinya karena selalu merasa ilmunya masih sangat sedikit, belum seberapa dibanding orang lain. Masih sangat banyak yang belum dia ketahui. Jika kesadaran ini ada maka terhindarlah dia dari meremehkanapalagi mencela orang lain yang mungkin kurang ilmunya.

Kedua : Rasulullah mengajarkan supaya memohon   rizki yang baik.

Untuk mendapatkan rizki yang baik maka wajib bagi seorang hamba  melakukan pekerjaan ataupun melakukan usaha usaha yang halal sebagaimana dituntunkan syariat. Tidak mengambil rizki yang syubhat apalagi yang haram. Sungguh Allah telah memperingatkan agar seseorang makan dari yang halal. 

Allah Ta’ala  berfirman : “Yaa aiyuhal ladziina aamanuu kuluu min thaiyibaati maa razaqnaakum, wasykuruu lillahi in kuntum iyyaahu ta’buduun”. Wahai orang-orang yang beriman ! Makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (Q.S. al Baqarah  172)

Jadi, seorang hamba tidak boleh bekerja dalam bidang-bidang yang dianggap oleh Islam sebagai kemaksiatan dan akan menimbulkan kerusakan. Diantara bentuk pekerjaan yang diharamkan oleh Islam adalah membuat patung, membuat dan mengedarkan khamr, berjudi atau bekerja dalam pekerjaan yang mengandung unsur judi, riba, suap-menyuap, sihir, perdukunan, mencuri, merampok, menipu dan yang lainnya.

Ketiga : Rasulullah mengajarkan supaya bermohon agar  amalan diterima.

Ketahuilah bahwa amalan yang diterima adalah amalan yang baik sedangkan amal yang tidak baik akan tertolak bahkan bisa mendatangkan mudharat.  

Allah berfirman : “Alladzi khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum aiyukum ahsanu ‘amala, wa huwal ‘aziizul ghafuur”  (Dialah) Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa yang paling baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Mahapengampun.  (Q.S al Mulk 2).  

     

Al Imam Fudhail bin Iyadh menjelaskan bahwa :  Ahsanu amala, paling baik amalnya  dalam ayat ini maksudnyaadalah paling ikhlas dan paling sesuaidengan syariat. Kemudian ada yang bertanya : Apakah maksud yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan syariat ? Lalu beliau menjawab : Sesungguhnya amalan apabila ikhlas tetapi tidak sesuai dengan syariat maka tidak diterima. Demikian pula apabila sesuai dengan syariat tetapi tidak ikhlas maka amalan itu tidak diterima, hingga amalan tersebut ikhlas dan sesuai dengan syariat. (Hilyah al Auliya’).

Doa ini adalah sangat baik untuk kita lazimkan dalam dzikir pagi sebagaimana diajarkan Rasulullah dan diamalkan oleh beliau serta para sahabat. Insya Allah ada manfaatnya bagi kita semua.

Wallahu A’lam (685)

Kamis, 24 November 2016

Rahasia Besar Ayah yang Tidak Diketahui Seorang Anak

Oleh:
Ust. Zainal Abidin Syamsuddin, Lc.

Mungkin ibuku lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibuku lah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!”

Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis di depan ibu.

Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh!”

Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, karena beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku ?

Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang aku melanggar kepercayaannya.Ayah lah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, ”Dimana, dan sedang apa aku diluar sana ?”

Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayah lah yang berkata: “Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama.”

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, ‘kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam.’

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayah lah yang mengabari sanak saudara, ”Anakku sekarang sukses. Alhamdulillah”

Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan doanya ibu, cuma bedanya ayah simpan doa itu dalam hatinya.

Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihat ku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia.

Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis?

Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdoa, “Ya Allah Rabbi, tugasku telah selesai dengan baik dengan pertolongan-Mu. Kami mohon kepada-Mu, bahagiakan lah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya.”

Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah :
* Anakku..Memang ayah tidak mengandungmu,tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat di namamu..

* Memang ayah tak melahirkanmu…Memang ayah tak menyusuimu,..tapi dari keringatnya lah setiap tetesan yang menjadi air susumu…

* Nak….Ayah memang tak menjagai-mu setiap saat,…tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya…

* Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman…

* Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda,…karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu…

* Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

* Bunda hanya ingin kau tahu Nak..bahwa…Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..

* Anakku…Ketahui lah bahwa pada diri ayahmu lah juga terdapat surga bagimu… Maka hormati dan sayangi ayahmu.

Rabu, 16 November 2016

هل تعرف من هم ؟

هل تعرف من هم ؟

خيرُ الناس

من صور الخيرية في السنة النبوية الثابتة عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم:

١-  "خيركم من تعلم القرآن وعلمه".
 
٢-  "خياركم أحاسنكم أخلاقا".

٣-  "خيركم أحسنكم قضاء" عند رد القرض .
رواه البخاري

٤- "خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره".

٥-  "خيركم خيركم لأهله".

٦-  "خياركم في الجاهلية خياركم في الإسلام إذا فقهوا".

٧-  "خيركم من أطعم الطعام، وردَّ السلام".

٨- "خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة". 
أي: يفسح لمن يدخل في الصف.

٩- " خياركم الذين إذا رُؤوا ذُكِرَ اللهُ ".

١٠- "خير الناس من طال عمره وحسن عمله".

١١-  "خير الناس أنفعهم للناس".

١٢-  "خير الناس في الفتن رجل أخذ بعنان فرسه خلف أعداء الله ، يخيفهم ويخيفونه ، أو رجل معتزل في بادية يؤدي حق الله الذي عليه".

١٣-  "خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه ، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره ".

١٤- "خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم، واللِّسان الصَّادق.
قيل: ما القلب المَخْمُوم؟
قال: هو التَّقي النَّقي، الذي لا إثم فيه ولا بَغْي ولا حسد،
قيل: فمٓن على أَثَرِه؟
قال: الذي يَشْنَأُ الدُّنيا، ويحبُّ الآخرة.
قيل: فمن على أَثَرِه؟ قال: مؤمنٌ في خُلِقٍ حسن

⭕هل انت من ضمن أحد هؤلاء أو كلهم  ؟

جعلنا الله واياكم منهم ..

Selasa, 08 November 2016

Penuntut Ilmu Tidak Boleh Futur

✍��Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas*

Bismillah...
Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu.

Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit.

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah.

1). Hilangnya keikhlasan.
2). Lemahnya ilmu syar’i.
3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11). Lemahnya pendidikan.

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya.

Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Di antara obat penyakit futur adalah.

1). Memperbaharui keimanan.

Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir.

Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.

2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.
3). Ikhlas dan takwa.
4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).
5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.
6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.
7). Mencari teman yang baik (shalih).
8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).
9). Sabar dan belajar untuk sabar.
10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah.

Demikianlah nasehat ustadz yazid bin abdul qodir jawas..bagi penuntut ilmu..agar ttp semangat & terhindar dr penyakit futur...jgn lembek selepas Ramadhan dlm menuntut ilmu yg syar'i yaa..

Semoga kita tetap semangat & senantiasa istiqomah d jalanNya yg lurus,yg di Ridhoi..bukan jalanNya org2 yg dimurkaiNya & SESAT..

والله أعلمُ بالـصـواب..smg manfaat...

[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa]
__________
Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.
                                                
                                       ___������___

Selasa, 01 November 2016

Kisah Indah Sang Wanita Cacat

Ahmad Zainuddin:
2 KISAH SANGAT INDAH TERDENGAR SELAMA HIDUPKU (WANITA PENDAKWAH ISLAM)

https://youtu.be/egBtVhvoZiY

Yang bercerita di video ini adalah Dr. Fahd bin Abdul Aziz As Seneidy hafizhahullah, beliau adalah seorang pembawa acara pada radio "Idzaatul Quranil Karim", di Arab Saudi, beliau bercerita bahwa: "Pernah sampai kepada kami, surat pembaca dari seorang wanita di Maroko, wanita ini menceritakan kehidupannya yang penuh dengan kekufuran, berzina dan khamr serta maksiat buruk lainnya. Tetapi setelah mendengar sebuah ungkapan yang dibacakan di radio "Idzaatul Quranil Karim" pada program "Al Majallatul Islamiyyah", yaitu program yang dibacakan di dalamnya sebuah materi tulisan yang sudah disiapkan dengan rapi, yang mana materi tulisan ini disiapkan oleh SEORANG WANITA YANG TINGGAL DI KOTA MEKKAH, waktu itu wanita dari Maroko ini mendengarkan dari radio "idzaatul Quranil Karim" tentang tema "Wanita dan Pasar", maka setelah mendengar, wanita dari Maroko jni masuk Islam, walhamdulillah dan bertaubat, lalu ia mensurati radio "Idaatul Quranil Karim" berterima kasih dengan mendengar radio ia masuk Islam, lalu wanita dari Maroko ini meminta kepada pihak radio dua hal;
- doa agar istiqamah
- air zam-zam agar bisa menghilangkan rasa hausku yang selama ini aku rasakan disebabkan kekufuran dan segala maksiat yang telah ia kerjakan. MASYA ALLAH!

DAN LEBIH MENAKJUBKAN LAGI...
Dr. Fahd bin Abdul Aziz As Seneidy hafizhahullah baru mengetahui bahwa WANITA DI KOTA MEKKAH YANG MENYIAPKAN MATERI UNTUK ACARA RADIO "IDZAATUL QURANIL KARIM" PADA PROGRAM "AL MAJALLATUL ISLAMIYYAH", ternyata adalah seorang WANITA YANG CACAT SEURUH ANGGOTA TUBUHNYA TIDAK BERFUNGI KECUALI KEPALANYA! MASYA ALLAH...
Lalu Dr. Fahd melanjutkan ceritanya...DARI MANA TAHU BAHWA WANITA TERSEBUT CACAT?
Keponakan perempuan Dr. Fahd bercerita bahwa suatu ketika ia sedang bertelponan dengan perempuan di kota Mekkah ini, lalu gagang telponnya jatuh, dan wanita ini memanggil-manggil "Asma, Asma... tolong ambilkan telepon ini", karena gagang teleponnya jatuh dan wanita tersebut tidak dapat mengambilnya karena keadaan yang ia dapati, lalu wanita ini ditanya: "LALU SELAMA INI, BAGAIMANA" MENULIS MATERI-MATERI TERSEBUT?, maka wanita ini menceritakan kalau ia menulisnya dengan jari-jemari kaki kanan untuk menggerak-gerakkan mouse komputer, sehingga terciptalah tulisan-tulisan yang indah dan penuh manfaat tersebut, yang dengan tulisan tersebut, setelah petunjuk dari Allah Taala kemudian berkat tulisan tersebut banyak orang yang bertaubat dan masuk Islam serta mengambil manfaat darinya! MASYA ALLAH....!!!

PELAJARANNYA ADALAH:
1. APA YANG SUDAH ANDA LAKUKAN UNTUK AGAMA INI, BAIK ANDA SEBAGAI WANITA ATAU LAKI-LAKI?
2. JANGAN PERNAH PUTUS ASA! PASTI ADA JALAN UNTUK SEBUAH KEKURANGAN.
3. JANGAN PERNAH PUTUS ASA! KARENA ALLAH TAHU YANG LEBIH BAIK UNTUK KITA!
4. HIDAYAH DARI ALLAH, MAKA MINTALAH PETUNJUK SELALU KEPADANYA BAIK UNTUK DIRI SENDIRI ATAU KELUARGA.
5. PRESTASI AGAMA LAH YANG MENJADI UKURAN BUKAN DUNIA!
6. KALAU BUKAN DAKWAH, SEORANG TIDAK BERNILAI APA-APA!

Bandung, Ahad 29 Al Muharram 1438H
ditulis oleh Ahmad Zainuddin Al Banjary.

Senin, 31 Oktober 2016

DELAPAN BELAS KAIDAH DALAM MENGHADAPI FITNAH

بسم الله الرحمن الرحيم.

Oleh Syaikh PROF. Dr. Sulaiman ar-Ruhaili حفظه الله

١) لا تتبع العاطفة وقيدها بالشرع
1) Jangan mengikuti perasaan akan tetapi ikatlah perasaanmu dengan Syariat

٢) إياك والعجلة والزم الأناة
2) Jangan tergesa, akan tetapi harus hati2 dan pelan

٣) إياك والجهل واحرص على العلم الشرعي
3) Tinggalkan kebodohan dan semangatlah dalam belajar Ilmu syar'i

٤) عند الاختلاف : إياك والصغار والزم الكبار
4) Ketika terjadi perselisihan, hati-hati dari sikap anak muda, bersamalah orang tua (yang berilmu)

٥) إياك والأمور الحادثة والزم السنة
5) Jauhilah perkara baru dalam agama, dan konsistenlah dengan Sunnah (ajaran Rasulullah)

٦) إياك أن تقترب من الفتنة وابتعد عنها
6) Jangan mendekati fitnah, tapi menjauhlah darinya

٧) منع الفتنة أسهل من رفعها
7) Mencegah fitnah sebelum terjadi lebih mudah dari pada menghilangkannya (artinya cegahlah fitnah sebelum terjadinya)

٨) احذر الهوى عندما تأخذ بالفتوى وخذ بما أضاءه الدليل
8) Jauhilah hawa nafsu dalam mengambil fatwa, peganglah yang sesuai dengan dalil

٩) إن كنت عاميا : فلا تأخذ بالتشهي وقلد الأعلم
9) "lJika anda orang awam jangan mengambil fatwa sesuai selera, ikutilah orang yang paling berilmu

١٠) إياك والتقلب واثبت على الدين بنور القرآن والسنة
10) Jauhilah siap berubah-berubah, tetaplah di atas agama berdasarkan cahaya Al-Quran dan as-Sunnah

١١) لا تنازع النصوص بما تريد واجعل ما تريد على وفق النصوص
11) Jangan melawan nash (dalil) dengan seleramu, akan tetapi jadikan seleramu sesuai (mengikutinya nash/dalil)

١٢) احذر الفرقة والزم الجماعة
12) Jauhilah perpecahan dan jalinlah persatuan

١٣) إياك والظلم والشر والعذاب والزم العدل والخير والرحمة
13) Jauhilah tindak kedzaliman, kejelekan dan adzab. Peganglah sikap adil, kebaikan dan kasih sayang

١٤) لا تتطلب الفتن واستعذ بالله من شرها
14) Jangan mencari fitnah, akan tetapi Mintalah perlindungan kepada Allah dari kejahatannya

١٥) لا تغتر بزخرفة الفتن وانظر إلى حقيقتها ببصيرة المؤمن
15) Jangan tertipu dengan fitnah (walaupun tampak indah), tapi lihat lah hakikatnya dengan pandangan keimanan

١٦) احذر الغلو والزم الاعتدال
16) Jangan ghuluw (ekstrim / berlebih-lebihan), namun peganglah jalan pertengahan atau adil

١٧) احذر العقوق وأد الحقوق
17) Jauhilah dari siap menelantarkan, tunaikanlah Hak-hak (dalam Islam)

١٨) احذر قصر النظر واعرف الحق بأصله وأثره
18) Janganlah berpandangan pendek, kenalilah kebenaran pada dzatnya dan pikirkanlah dampaknya.

✏ Ustadz Abdul Rahman Hadi, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى

Kamis, 27 Oktober 2016

الفرق بين ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ

ﮬﻞ ﺗﻌﺮﻑ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ
( ﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ) ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ؟

ﺳﻮﺭﺓ "ﺍﻟﻔﻠﻖ" ﺇﺳﺘﻌﺎﺫﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ :
ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺇﺫﺍ ﺃﻇﻠﻢ ، ﺍﻟﻘﻤﺮ ﺇﺫﺍ ﻏﺎﺏ ،
ﻭﻫﺬﺍﻥ ﺍﻟﻮﻗﺘﺎﻥ ﻣﻈﻨﺔ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﻭﺍﻟﺴﺎﺣﺮﺍﺕ ﺍﻟﻼ‌ﺗﻲ ﻳﻨﻔﺨﻦ ﻓﻲ ﻋﻘﺪ ﺍﻟﺴﺤﺮ ﻭﺍﻟﺤﺴﺪ .

ﺳﻮﺭﺓ "ﺍﻟﻨﺎﺱ" ، ﺇﺳﺘﻌﺎﺫﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ :
ﻣﻦ ﺍﻟﻮﺳﻮﺍﺱ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻘﺮﻳﻦ ، ﻭﺍﻟﻨﻔﺲ ﺍﻷ‌ﻣﺎﺭﺓ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ ﺇﺫﺍ ﻏﻔﻞ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ .

ﻭﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ ﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ ؛
ﻓﺎﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ ﻣﻤﻜﻦ ﺗﺒﺘﻌﺪ ﻋﻨﻬﺎ ، ﻭﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ ﻣﻼ‌ﺯﻣﺔ ﻻ‌ ﺗﻨﻔﻚ ﻋﻨﻚ ﺃﺑﺪﺍً .

ﻟﺬﻟﻚ ﻧﺴﺘﻌﻴﺬ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺛﻼ‌ﺙ ﻣﺮﺍﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ،
ﻓﺄﻧﺖ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻠﻖ
( ﻗﻞ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺮﺏ ﺍﻟﻔﻠﻖ )
ﺛﻢ ﺗﺬﻛﺮ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﺫ ﻣﻨﻪ ،
ﻭﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺗﻘﻮﻝ
( ﻗﻞ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﺮﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻠﻚ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻪ ﺍﻟﻨﺎﺱ ) ﺛﻢ ﺗﺬﻛﺮ ﺍﻟﻤﺴﺘﻌﺎﺫ ﻣﻨﻪ .

ﻓﻤﻦ ﻳﻘﺮﺃ ﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻳُﻮﻗﻰ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺸﺮﻭﺭ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﻴﺔ ﻭﺍﻟﺪﺍﺧﻠﻴﺔ .
ﻭﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ ﺗﺒﻴﻦ ﻟﻪ ﺳﺒﺐ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﻀﺎﺋﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺸﺪﺕ ﻟﻠﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ .

( ﻣﻌﻠﻮﻣﺔ ﻣﻦ ﺫﻫﺐ )
ﻻﺗﺒﺨﻞ