Pages

Labels

Rabu, 01 Juni 2022

Melapor Ke Atasan

 Terkait kelulusan setelah penantian panjang ini, sebenarnya mau saya buatkan tulisan khusus. Dan sudah saya niatkan sejak awal.

Insyaallah akan saya posting setiba di KSU, biidznillah.

Hari ini, saya keliling menemui atasan-atasan saya menyampaikan hal ini. Sebelum saya mulai serius mengurus visa, atasan-atasan saya harus saya beritahu lebih dulu. Alhamdulillah semuanya dimudahkan

Tapi ingat, atasan-atasan itu bukan penentu takdir. Dialah yang Mahatinggi yang mengatur dan menentukan takdir, Allah ta'alaa.

Senin, 30 Mei 2022

Penantian Panjang

Alhamdulillah..
3 hari lalu setelah 6 tahun setengah menunggu.  akhirnya terkabulkan juga. 

Kamis, 19 Mei 2022

Kamis, 02 Juli 2020

Dakwah, Jalan Tiada Akhir, Kecuali Mati

Sering saya pusing sendiri, sudah kita yang mau berdakwah kita juga yang capek capek ingatkan orang yang mau didakwahi, kadang juga dicuekin.  Memang yang lebih butuh siapa?????

Tapi, hikmahnya luar biasa. Jadi dai jangan selalu merasa dibutuhkan. Justru dai butuh mad'u untuk jadi lahannya memetik pahal. Meski yang diajak banyak dan yang ikut sedikit dan ujung2nya yang sedikit itu semakin sedikit.. jalan terus sajalah..

Semoga Allah membalas semua ini dengan firdaus..
Amin.

Kamis sore,
Menanti peserta liqo online yg tak kunjung online..
Menanti komitmen kehadiran liqo malam ini yang baru 5/12 nya...

Allahu akbar

Sabtu, 05 Januari 2019

TERUSLAH BERDOA

🌅 *TERUSLAH BERDOA*

🌾 Jangan pernah berputus asa dalam berdoa kepada Allah, meskipun belum tampak tanda-tanda bahwa doa tersebut dikabulkan oleh-Nya.

🌾 Yakinlah, Allah yang  memerintahkan kita berdoa dan pasti akan mengabulkan setiap doa yang kita panjatkan.

🌾 Salah satu hikmah doa belum/tertunda dikabulkan, agar kita terus berdoa, berharap dan merintih kepada-Nya, yang dengannya perbendaharaan kebaikan dan pahala kita terus bertambah.

🌾 Maka, jangan pernah berhenti dan berputus asa.

✒ *Ustaz Dr. Ahmad Hanafi*
[Wakil Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah]

Sabtu, 14 April 2018

KISAH YANG MEMBUAT KITA MALU

Kisah berikut ini benar-benar membuat kita malu. Kisah ini disampaikan oleh Dr. Sa'id Harib, Wakil Ketua Lembaga Tahfizhul Quran Dubai.

Beliau mengatakan:

Salah satu juara pemenang lomba di Dubai adalah seorang anak kecil dari negara bekas jajahan Uni Soviet. Umurnya sekitar 12 tahun. Hafalannya benar-benar membuat semua orang tercengang.

Kami bertanya kepada anak itu tentang bagaimana ia bisa memiliki hafalan sekuat itu? Siapa yang telah membimbingnya menghafal Al-Quran dengan hafalan yang kuat dan tajwid yang bagus seperti itu?

Anak itu menjawab, "Ayah saya. Beliau yang telah melakukan semua itu."

Kami bertanya lagi, "Lalu siapa yang mengajari ayahmu dan menjadikannya hafal Al-Quran?"

Anak itu menjawab, "Kakek saya."

Kami semakin terheran dengan jawabannya. Kami bertanya lagi, "Bagaimana kakekmu bisa mengajari ayahmu Al-Quran di bawah tekanan penjajahan Uni Soviet yang berpaham Komunis dan mengancam akan langsung membunuh setiap muslim yang berpegang teguh dengan agamanya?"

Anak itu lalu menceritakan:

"Kata ayahku, dulu ketika ayah masih kecil, kakek selalu membawanya naik keledai menempuh jarak yang jauh di luar kampung dan kakek selalu mengikatkan kain penutup di kedua mata ayah. Kakek membawa ayah ke sebuah tempat di gunung lalu masuk ke sebuah gua yang di dalamnya ada ruang yang cukup luas.

Sesampai di sana, kain penutup mata ayah baru dilepas. Setelah itu kakek mengeluarkan lembaran-lembaran yang berisi surat-surat Al-Quran. Di situ kakek membimbing ayah menghafal Al-Quran sedikit demi sedikit.

Setelah itu kakek menutup kembali kedua mata ayah dengan kain, lalu mereka pulang ke rumah. Begitu seterusnya sampai ayah hafal seluruh Al-Quran."

Kami semakin takjub dengan kisah itu. Kami bertanya, "Mengapa kakekmu menutup kedua mata ayahmu?"

Anak itu menjawab, "Kami juga pernah bertanya tentang itu. Ayah menjawab: kakek melakukan itu karena takut kalau Rezim Soviet menangkap ayah lalu menyiksanya sampai lemah kemudian membocorkan tempat rahasia yang digunakan sebagai madrasah tahfizh di gua itu. Madrasah itu digunakan oleh sejumlah warga muslim yang ingin menjaga anak-anak mereka agar tetap berpegang teguh dengan Al-Quran, sedangkan mereka hidup di bawah tekanan Rezim Komunis dan Atheis yang mengatur rakyatnya dengan tangan besi dan api."

🌴🌴🌴

Ya Allah...

Di mana posisi kita dari mereka?!

Kisah nyata yang benar-benar membuat malu siapapun yang hidup bertahun-tahun di dekat masjid tapi tidak ikut shalat berjamaah di situ, apalagi menghafal Al-Quran.

Ya Allah, ampunilah semua dosa dan kesalahan kami. Aamiin.

✏Diterjemah oleh: Abul Faruq Danang Kuncoro W (semoga Allah mengampuninya).

Kebalikan dgn kita, cari ilmu/ ibadah kadang hanya sisa waktu kerja 😭
----------
Diambil dari FB : La Ode Abu Hanifa

Luangkan Waktu Menyendiri Untuk Muhasabah Diri

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

*“Hendaklah seorang hamba memiliki waktu-waktu khusus menyendiri untuk berdoa, shalat, merenung, muhasabah dan memperbaiki hatinya”.*
(Majmu’ Fatawa 10/637)

Seorang hamba, ia harus punya waktu-waktu khusus untuk menyendiri, hanya berdua dengan Rabb-nya.

Tidak ada manusia bersamanya dan jauh dari hiruk pikuk jenuhnya dunia dan dalam, ketenangan pikiran bisa jadi: disepertiga akhir malam atau sebelum tidur atau di waktu dhuha.

*Hendaknya dia evaluasi/muhasabah*

Apa hakikat hidup dan penciptaan dia di dunia.
*Ke mana ia akan kembali setelah kematian.*

Sampai kapan ia terus tamak mengejar dunia sampai akhirat dilupakan.

Sudah sampai mana bekal yang ia siapkan untuk kampung abadi akhirat kelak.

Bagaimana jika ia tiba-tiba meninggal, siapkah.
Apa kekurangan dirinya sehingga ia bisa perbaiki.

*Apakah akhlaknya sudah bagus atau ia dijauhi oleh manusia karena akhlaknya yang buruk*