Pages

Labels

Jumat, 10 Juni 2016

Tulisan Ini belum Rampung

..::: 2 Pelajaran Menarik dari Surat Al-Ankabut (Laba-laba) :::..

Pelajaran Pertama:

Mengapa Al-Ankabut dalam Al-quran disebutkan dalam bentuk Mu'annats (perempuan/betina) padahal Al-Ankabut itu Mudzakkar (jantan/laki-laki)?

Dalam ayat disebutkan:

"مَثَلُ الَّذِينَ  اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ.. )
[Al-ankabut: 41]

Coba perhatikan huruf تاء (Ta') ta'nits (huruf ta' yang menunjukkan betina/perempuan) pada kata اتخذت (Ittakhodzat/mengambil)..
Jadi, Al-Ankabut ini sebenarnya Mudzakkar atau Muannats, mengapa fi'il dalam bentuk muannats?

Mana yang benar untuk bahasa arab "Ini Laba-laba", apakah menggunakan "Hadza ankabut" atau "hadzihi ankabut"?

Yang benar kita gunakan "Hadza ankabut". Hadza (هذ) artinya "ini" digunakan untuk mudzakkar.

Jika demikian, mengapa dalam ayat tersebut fi'il (kata kerja)  untuk Al-ankabut digunakan bentuk Muannats?

عاب الطاعنون في دين الله، والمشككين، فقالوا هذا خطأ في القرآن، والعياذ بالله ، فقالوا نحوياً ولغوياً الصحيح أن يقال في الآية: "كمثل العنكبوت اتخذ بيتاً" لأن كلمة العنكبوت مذكر

لكن شاء الخالق سبحانه أن يترك لنا معجزة، حجة لتزيدنا يقيناً، وتزيد الكافرين ذلة ومهانة. فجاء العلم الحديث ليثبت أن أنثى العنكبوت هي الوحيدة القادرة على بناء البيت والشبكة العنكبوتية أما ذكر العنكبوت فلا حيلة له يخرج فقط خيوط يستعملها للانتقال والتحرك فقط ولا قدرة له على بناء بيت

فلو كان الله جل وعلا قال :- كمثل العنكبوت اتخذ بيتاً، لكانت الآية خاطئة علمياً وبيولوجياً ؛ لكن سبحان الله جاءت تاء التأنيث لتوقر الإيمان في قلوبنا ولنعلم أنه الحق

أما الفائدة الثانية:-
تقوم أُنثى العنكبوت بقتل الذكر بعد أن تنجب الأولاد وتلقيه خارج البيت..
وبعد أن يكبر الأولاد يقومون بقتل اﻷم وإلقائها خارج المنزل..
بيت عجيب من أسوأ ال

#masih dalam tahap penerjemahan, tunggu sampai selesai ya..

Wahai Pemuda, Sebaiknya Anda Merasa Tua

Banyak orang ingin selalu tampil awet muda. Karena muda melambangkan produktivitas, energik, penuh semangat.

Bahkan banyak para orang tua masih saja merasa muda, meskipun lipatan-lipatan kulit keriputnya tak bisa lagi disembunyikan.

Namun, aku berpikir seharusnya justru kita merasa tua, meski masih muda? Mengapa?

Selalu merasa muda membuat kebanyakan orang panjang dalam angan-angan. Menjadikannya menunda-nunda amalan. Merasa muda menjadikan banyak orang berlalai-lalai ria, menghamburkan-hamburkan waktu untuk suatu hal tak bermanfaat. Dengan dalih, "kan masih muda.. tobatnya nanti saja.. kesempatan masih banyak".

Tidakkah mereka sadar bahwa kematian tidak mengenal usia, mau tua atau muda, kalau sudah ajalnya akan mati juga.

Sebaliknya, merasa tua. Merasa tua akan memacu untuk memperbanyak amal, memanfaatkan waktu dan menghindari hal-hal tak bermanfaat. Merasa tua membuat kita berpikir bahwa jatah waktu yang Allah sediakan tinggal sedikit. Kita jadi berpacu dengan waktu dalam mengumpulkan potongan-potongan bekal menuju akhirat.

Dengan merasa tua, menjadikan berpikir lebih bijak.

Jangan jadikan "merasa tua" sebagai alasan untuk tidak produktif. Namun sebaliknya, jadikan "merasa tua" sebagai cambuk untuk beramal. Karena waktu kita tinggal sedikit untuk berbekal, sementara perjalanan masih panjang.

Selamat Menjadi Orang yang Merasa Tua..

.: Abu Muhammad :.
Jonggol, 5 Ramadhan 1437/10-6-2016 @ 17.30

Kamis, 09 Juni 2016

Manzumah Baiquniyah dan Imam Baiquniy

Pernah dengar Manzhumah Baiquniyyah?

Yah, itu Manzhumah tentang pelajaran Mushtolah Hadits yang dikarang Imam al-Baiquniy

Manzhumah ini sangat masyhur di kalangan penuntut ilmu. Dipelajari oleh para mubtadi' pemula dalam ilmu mushtolah.

Saya tercengang, waktu mendengar rekaman Syarah Manzhumah ini,  yang mensyarah Syaikh Abdul Karim al Khudhoir.
Syaikh menyebutkan bahwa tidak banyak hal diketahui dari Imam Al Baiquniy ini sebagaimana ulama-ulama yang lainnya yang biasanya biografi diketahui dengan detail.

Beliau menyampaikan bahwa manzhumah ini dipelajari banyak penuntut ilmu dari dulu sampai sekarang. Telah disyarah oleh banyak ulama.

Manzhumah ini sangat bermanfaat. Menunjukkan kedalaman ilmu pengarangnya, Imam Al Baiquniy. Tapi siapa Al Baiquniy?

Syaikh Abdul Karim menyampaikan, beginilah sosok ulama yang tidak mengharapkan popularitas, seperti Imam Al-baiquniy ini. Dan begitulah seharusnya seorang penuntut ilmu, bukan keterkenalan atau popularitas sanjungan manusia yang ia jadikan target, tapi bagaimana ilmu bisa tersebar di kalangan manusia, meskipun ia tak dikenal.

Wallahu a'lam

Semoga Allah merahmati Imam Al Baiquniy.

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 4 Ramadhan 1437/9-6-2016 @ 15.06

Rabu, 08 Juni 2016

Catatan Kecil : Dibalik Penderitaan dan Kegagalan

"Jika kau menderita di dunia, jangan lagi kau lakukan hal-hal yang membuat kamu menderita di akhirat" (Catatan no.17)

"Jika kau berbuat ketaatan, lalu ternyata kau menemukan sesuatu yang tidak kamu sukai atau suatu kegagalan, maka jangan berprasangka buruk kepada Allah, itulah UJIAN KEIMANAN" (Catatan nomor 22)

-dari catatan kecil pada hari Selasa, 24 Rabi'ul Awwal 1437/5-1-2016

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 3 Ramadhan 1437/8-6-2016 @ 17.36

Selasa, 07 Juni 2016

Refleksi dari Ilmu..

Beberapa hari lalu, saya berbincang dengan Ust. A. Saya ceritakan pengalaman menjemput seorang thalib dari Yaman di bandara. Di Bandara ia kehilangan salah satu bagasinya dan dicarinya sampai lebih dari sejam. Ia tidak bisa berbahasa Indonesia namun ia diarahkan oleh petugas untuk menuju bagian pelaporan kehilangan maskapai yang ia tumpangi.

Sampai akhirnya ia pun keluar dari pintu kedatangan setelah lama kami nantikan.. ia keluar sambil tersenyum didampingi salah seorang petugas bandara.

Tidak tampak tanda marah atau kesal di wajahnya. Santai.

Setelah saya bantu mengurusi pelaporan kehilangan dan data yang harus diisi. Kami pun meninggalkan bandara tanpa satu bagasi yang hilang itu.

Saat kisah ini saya sampaikan, saya tidak menduga akan mendapatkan faidah dari Ust. Abu Abdil Halim:

"Ilmu seseorang itu akan tercermin dalam sikapnya pada saat genting"

Ya kira-kira begitu komentar beliau.

Benar juga, pernah suatu waktu saya mengalami hal serupa di bandara beberapa tahun lalu. Barang-barang bagasi tidak kunjung ketemu sampai 1,5 jam usai mendarat. Banyak penumpang yang tidak sabar, mengumpat, marah-marah. Saya sendiri cuma bisa menyembunyikan kekesalan, sampai akhirnya barang-barang bagasi kami pun ketemu..

Peristiwa kehilangan bagasi mungkin termasuk peristiwa genting, apalagi kalau di dalamnya ada barang berharga. Maka berusahalah tetap tenang saat kita tahu ada masalah. Yakinkan diri bahwa semuanya takdir Allah dan pasti itu yang terbaik. Ada hikmah yang kita luput darinya.

###
Alhamdulillah, bagasi saudara kita dari Yaman ini akhirnya ditemukan dan pihak maskapai, yaitu Garuda, mengantarkannya langsung ke tempat kami.

.: abu muhammad :.
jonggol, 2 Ramadhan 1437 @ 15.12

Taufik dari Allah dalam Ibadah yang Kita Kerjakan

Alhamdulillah, dengan Rahmat Allah kita dipertemukan lagi dengan Bulan Penuh Keberkahan ini, Bulan Ramadhan.

Setiap mukmin pasti bergembira. Hatinya berbunga. Dalam benaknya sudah tergambar amalan-amalan terbaik yang akan dipersembahkannya kepada Sang Rabbul 'alamin di Bulan ini. Semangatnya ia pacu, fisiknya ia jaga. Agar benar-benar bisa maksimal dalam ibadah dalam Ramadhan ini.

Bagaimana tidak? Sedangkan ia tahu bahwa Allah menyediakan pahala yang berlipat untuk setiap amalan, sekecil apa pun itu.

Ia paham, bahwa semangat yang ada dalam dirinya tidak lain merupakan taufiq dari Allah, Allah yang mentakdirkannya.

Ketika ia berhasil melakukan sebuah ibadah, yang mana ibadah itu dia rahasiakan dari manusia, yang ia khusyuk di dalamnya, yang air matanya mengucur di dalam ibadah tersebut..
ia melihat kanan kiri dan meyakinkan dirinya bahwa tidak ada seorang pun yang tahu ibadah tersebut. Ia berusaha untuk ikhlas hanya berharap wajah Allah sembari takut jika ibadah tersebut ditolak oleh Allah..

Saat itu, saat ia berhasil melakukan ibadah, menyembunyikannya dari pandangan manusia.. Ia benar-benar menyadari, bahwa semua itu atas kehendak Allah. Allah lah yang memasukkan semangat itu ke dalam hatinya, Allah yang memudahkan ia melakukan ibadah itu, Allah pulalah yang menjadikannya bisa beribadah tanpa dilihat oleh seorang pun..

Tak ada dalam hatinya perasaan bangga dan merasa telah melakukan satu hal yang hebat. Tidak! Karena dia sadar bahwa Allah lah yang mentakdirkan semuanya...

.: Abu Muhammad :.
Jonggol, 2 Ramadhan 1437/7-6-2016 @ 14.54

Senin, 06 Juni 2016

Note hari ini..

Imam Ghozali Rahimahullah:
Di antara ciri tidak dicintai Allah yaitu dijadikan sulit melakukan ibadah pada waktu-waktu dimana pahala amalan dilipatgandakan

(Disampaikan Ust.Rizqo dalam taklim sore ini)

"Antum di Indonesia pahalanya besar jika bisa bersabar, karena fitnah disini (fitnah wanita) tersebar dimana-mana (banyak wanita tak menutup aurat)"
- Syaikh Abu Utsman

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 1 Ramadhan 1437H/6-6-2016