Ada yang bercerita:
Ceritanya panjang.
Intinya, dia dikira telah sengaja melakukan sebuah hal yang "dianggap" melanggar.
Usut punya usut, ternyata yang berbuat 'pelanggaran' itu bukan dia, tapi orang lain. Cuma saja, 'pelanggaran' itu seakan-akan dilakukan oleh dia. Entah bagaimana caranya. Baik dia maupun temannya sama-sama tidak menyadarinya.
Bingung bacanya?
Saya cuma mau menegaskan:
"Berani tidak berprasangka buruk itu: baik!"
"Bahkan baik sekali!"
Gerakan Jauhi Prasangka Buruk (Ganja)
Minggu, 09 Februari 2014
Sabtu, 08 Februari 2014
Tentang Bersurban
MALAM AHAD, 8 RABI’UL AKHIR 1435H/08-02-2014
MASJID WIHDATUL UMMAH
UST. H. MUHAMMAD YUSRAN ANSHAR,
LC.,MA.
BAB 117 : KITAB PAKAIAN
783. Dari Abu Rimtsah yaitu Rifa'ah at-Taimi r.a., katanya: "Saya
melihat Rasulullah@ dan beliau mengenakan dua baju yang berwarna hijau" (Diriwayatkan
oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dengan isnad yang shahih)
Faidah:
1. Rifa’ah ini
jarang disebutkan namun ia pernah mendapatkan kenikmatan melihat rasulullah@
secara langsung. Dan dalam hadits ini,
beliau sebenarnya baru pertama kali melihat rasulullah@. Pada saat itu, beliau bersama bapak beliau. Beliau ingin mencari tahu yang manakah
rasulullah@. Tatkala muncul seseorang,
Rifa’ah langsung yakin bahwa orang itulah rasulullah@
Jumat, 07 Februari 2014
Syukran
Terima kasih sebesar-besarnya atas semua yang telah tulus ikhlas mengingatkan saya atas segala kekurangan saya.
untuk bisa bangkit dan menjadi lebih baik, bukan pujian yang kita perlukan, tapi kritikan dan saran yang tulus.
Terkadang diamnya seseorang terhadap serangan yang dia rasakan bukan menunjukkan kekalahannya, namun persiapannya untuk melakukan balasan yang lebih dahsyat dan menyakitkan.
untuk bisa bangkit dan menjadi lebih baik, bukan pujian yang kita perlukan, tapi kritikan dan saran yang tulus.
Terkadang diamnya seseorang terhadap serangan yang dia rasakan bukan menunjukkan kekalahannya, namun persiapannya untuk melakukan balasan yang lebih dahsyat dan menyakitkan.
Awas..
Awas, ada yang mencoba memata-matai setiap postingan diblog ini.
Kami cuma ingatkan bahwa tajassus(mencari-cari aib) adalah perbuatan tercela..
(buat anda wahai mata-mata : baca surah al-Hujurat bagian-bagian terakhir)
Kami cuma ingatkan bahwa tajassus(mencari-cari aib) adalah perbuatan tercela..
(buat anda wahai mata-mata : baca surah al-Hujurat bagian-bagian terakhir)
Mengenai Al-Fatihah dalam Sholat
CATATAN
PENGAJIAN KITAB AL-LU’LU’ WAL MARJAN
MALAM JUMAT, 6
RABI’UL AKHIR 1435H/6 FEBRUARI 2014
MASJID UMAR BIN
KHATTAB DPP WI, ANTANG
UST. MUHAMMAD YUSRAN ANSHAR, LC.,MA.
Malam ini akan masuk ke:
Bab 11: WAJIBNYA MEMBACA AL-FATIHAH PADA SETIAP RAKAAT
DAN PENJELASAN BAHWA SESEORANG YANG BELUM MENGHAPAL SURAH AL-FATIHAH
Ada tiga hadits dalam
bab ini: 222,223,224.
Hadits 222: Hadits
Ubaadah bin Shamit
“Bahwa rasulullah@ bersabda: Tidak ada sholat (tidak sah
sholat) bagi orang yang tidak membaca surah al-fatihah”
Hadits 223: Abu
Hurairah
“Dalam setiap sholat dibaca, kapan rasulullah memperdengarkan
kepada kami maka kami pun memperdengarkannya kepada kalian, dan apabila nabi
tidak memperdengarkan bacaannya maka kamipun tidak menjahrkan kepada kalian,
dan jika kamu tidak menambah dari bacaan al-quran selain al-fatihah saja maka
sudah cukup bagimu, namun jika kau tambah, maka itu kebaikan”
Penjelasan:
Senin, 03 Februari 2014
Catatan Taklim Malam Selasa
CATATAN
PENGAJIAN KITAB MINHAJUL QOSHIDIN
MALAM SELASA, 3
RABI’UL AKHIR 1435H/3 FEBRUARI 2014
MASJID NUR
AKHLAK PASAR HARTACO, TAMALATE
UST. HARMAN TAJANG,LC.
4 tingkatan tharahah:
1.
Membersihkan yang
sifatnya dzohir daritubuh kita berupa hadats, najis atau kotoran yang keluar
dari tubuh kita atau yang mengenai tubuh kita
Kotoran dari hewan yang halal dimakan dagingnya, maka itu
thohir(suci).
Air seni unta tidak mengapa diminum, bahkan bisa jadi obat
sakit perut.
2.
Membersihkan diri
dari dosa-dosa dan kemaksiatan.
Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kita untuk senantiasa
membersihkan diri sebagaimana dalam al-Qur’an surah al-Muddatstsir.
Ketika Allah subhanahu wa ta’ala ingin membersihkan seorang hamba dari
dosa-dosanya, kata para ulama ada 3 cara Allah subhanahu wa ta’ala untuk itu:
Langganan:
Postingan (Atom)


