Pages

Labels

Minggu, 29 Mei 2016

Yang Paling Mahal

Manfaatkan waktu kita untuk ilmu dan ketaatan pada Allah عز و جل

Terlalu banyak informasi yang seharusnya tidak perlu kita tahu. Yang hanya akan menyibukkan pikiran kita dari hal-hal yang lebih penting.

Baca berita ini dan berita itu. Status si fulan dan si allan. Dapat kiriman ini dan itu. Jika semuanya kita baca, maka banyak dari info-info itu yang tidak mendatangkan faidah. Hanya sekadar info tidak penting.

Dan satu hal yang pasti, waktu kita akan berkurang. Padahal waktu adalah hal paling mahal yang kita miliki. Tapi, seperti kata Syaikh Utsaimin rahimahullah, kebanyakan manusia sekarang menjadikan waktu sebagai sesuatu yang paling murah dalam pandangan. Padahal waktu itu adalah hal termahal dalam hidup.

Jadi, membatasi diri dalam berinternet, dalam bersosial media, merupakan hal yang selamat dalam pandangan kami.

Tidak untuk ditinggalkan, karena di dalamnya mungkin ada manfaat. Tapi batasilah. Jangan sampai waktu habis hanya untuk menggerakkan jari membaca info yang hanya menyibukkan pikiran dan tidak menambah ketaatan pada Allah عز و جل. Ingat, kita diciptakan dengan suatu tujuan besar: Menjadi Hamba Allah.

وَ ما خلقت الجن والانس الا لبعبدون
(Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu) Qs. Ad dzariyat ayat 56

.: Risaluddin Syam :.
Jonggol, 23 Sya'ban 1437/30-5-2016 @ 10.27

Enaknya Kamu Hidup Wahai Kucing..

Kucing itu tidurnya enak. Pas bangun, dia cari makan dan main.

Karena kucing tidak dihisab amalannya di akhirat. Nah, kita?

#Mari persiapkan diri menghadapi Yaumul Hisab..

dari catatan kecil tanggal 5 Rabiul Akhir 1437/16-1-2016

.: Jonggol-senin, 23 Sya'ban 1437/30-5-2016 :.

Perbaiki Niatmu Wahai Guru

Seharusnya para mua'llim (guru)  meniatkan untuk menyampaikan ilmu, bukanya untuk meninggikan dirinya di hadapan muridnya, atau sekadar menampakkan bahwa dirinya berilmu atau niat semacam itu..

(Syaikh al Utsaimin dalam Syarh Hilyah Thalibil Ilmi hal.71)

جنجول-٢٢ شعبان ١٤٣٧

Jumat, 27 Mei 2016

Jangan Sholat Seperti Orang Ketakutan

Sebuah analogi disampaikan Syaikh Muhammad Shalih al Utsaimin rahimahullah saat menjelaskan masalah solat dalam Syarh Hadits Jibril (dalam kitab Syarh Riyadhus Sholihin):

Saat sholat, kita sedang bermunajat, meminta kepada rabb kita, Allah 'azza wa jalla.

Jika seseorang bertemu dengan petinggi atau bahkan raja, untuk dia bisa meminta tolong atas masalah-masalah dan kebutuhannya, maka duduk berjam-jam pun dia tidak akan merasa berat.

Tapi mengapa, saat sholat, saat ia bermunajat dengan Allah rabbul 'alamin..
Al Malikul Muluk, Sang Raja dari para raja.. Justru ia melakukannya dengan cepat, tanpa tuma'ninah, seakan-akan di hadapannya ada pasukan musuh yang akan segera menerjangnya sehingga ia solat seperti orang yang hendak melarikan diri..

***
Mana yang lebih bisa memberi jalan keluar sebenarnya, rajakah, atau Allah subhanahu wa ta'ala?

Seharusnya kita saat sedang sholat, memperhatikan tuma'ninah, melakukannya dengan tenang. Bukan seperti orang yang hendak melarikan diri dari sergapan musuh.

.: Risaluddin Syam :.
Jumat-Jonggol, 20 Sya'ban 1437/27-5-2016 @ 14.23

Rabu, 25 Mei 2016

Perbedaan

Alhamdulillah sudah hampir 2 tahun di tanah Sunda, insya Allah sebentar lagi akan kembali.

Beberapa perbedaan makna:
1. Di sana untuk menyebut nanti bisa menyebut nanti atau sebentar, tapi kebanyakannya pake 'sebentar'. Tapi kalau disini jangan pake kata 'sebentar', karena 'sebentar' disini bermakna waktu sesaat/tidak lama

2. Jangan sebut "kunci leher" disini, tapi sebut "kunci stang", kalau tidak bakal jadi bahan tertawaan

3. Disana bilangnya "sweeeping", disini "razia"

4. Kalau beli di warung, biasanya beli "satu gantung" sampo misalnya. Kalau disini ngomongnya "satu renceng". Kalau bilang "satu gantung" orang jadi bingung

5. Kalau jajanan malam disana ada "martabak" atau "terang bulan". Kalau disini "martabak" disebut "martabak telor", kalau "terang bulan" disebut "martabak manis"

Yah, Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan kita bersuku-suku dan berbangsa untuk saling mengenal.  Namun ukuran kemuliaan bukan karena daerah atau suku tapi dari ketakwaan..

و جعلناكم شعوبا و قبائل لتعارفو
ان اكرمكم عند الله اتقاكث

.: Risaluddin Syam :.
Kamis, 19 Sya'ban 1437/26 Mei 2016 @ 13.12

Minggu, 22 Mei 2016

Ngerinya Bikin Dosa Jariyah tanpa Sadar

Amal jariyah sudah sering kita dengarkan. Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda

اذا مات ابن آدم انقطع عمله الا من ثلاثة : صدقة جارية ام علم ينتفع به او ولد صالح يدع له

Artinya: Jika salah seorang keturunan Adam meninggal, putuslah amal-amalnya kecuali tiga yaitu sedeah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakannya

Semoga kita semua bisa memperbanyak amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski kita sudah mati. Tapi ingat, dalam beramal harus ikhlas hanya untuk Allah dan harus sesuai dengan yang diajarkan Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam.

Nah ini yang bikin bingung..
Banyak di antara kita yang justru menabung dosa jariyah. Banyak yang sadar dan banyak juga yang tida sadar.

Termasuk bentuk menyebarkan dosa jariyah yang kebanyakan pelakunya tidak sadar yaitu turut menyebarkan foto-foto perempuan di internet.

sebagian sih menyebar foto perempuan berjilbab, tapi jilbabnya setengah-setengah. Lekukannya mungkin nampak. Inikan auratnya masih kelihatan? Lihat aurat orang kan dosa.. terus kalau disebar, yang lihat juga ikut dosa gara-gara yang nyebar..

Mending kalau pake jilbab. Kalau nggak? Apalagi kalau foto seksi? Ini persoalannya tambah parah.

termasuk yang perlu diwaspadai juga, mengirimkan link berita ke medsos yang ternyata berita itu mengandung gambar perempuan. Misalnya, link berita Tragedi Pelecehan atau pemerkosaan. Biasanya berita seperti itu menampilkan gambar si korban.
Terus, link itu ada yang nge-klik. Baca berita plus liat gambarnya (kemungkinan besar gambar itu gambar yang tidak halal melihatnya). Yang melihatnya tambah dosa. Tapi gara-gara siapa? Ya gara-gara yang nyebar link berita itu. Kira-kira dia sadar nggak kalau sudah berdosa? Kayaknya nggak..

Begitu juga yang suka update foto-foto di fb, insta atau medsos lain, khususnya saudari-saudari sekalian.. hati-hati dosa jariyah..

Anggaplah habis nyebarin sesuatu yang mengandung dosa terus mati. Nah, sudah dikubur masih dapat kiriman dosa. Ngeri amat. نعوذ بالله من ذالك.

.: Abu Muhammad :.
Jonggol-Malam Senin, 16 Sya'ban 1437/22-5-2016

Keluh Jelang Ramadhan

Seorang santri mengeluh pada gurunya:

Ramadhan tahun ini, sepertinya pondok akan sepi. Pada pulang kampung santrinya.. gak ada kegiatan. Yang tinggal paling beberapa orang..

Sang guru menjawab:
"(Kalian di pondok) Jauh dari fitnah, (manfaatkan) dengan membaca quran"

###

Yah, Ramadhan bulan Al Quran.. mari manfaatkan waktu, sibukkan diri dengan Al Quran..

Jadilah manusia optimistis.. lihat segala sesuatu dengan pandangan optimistis. Berprasangka baiklah, bahwa Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan di tengah kehimpitan yang kita alami..

.: Abu Muhammad :.
Disini, 15 Sya'ban 1436/22 Mei 2016 @ 17.25